HONOR dan Xiaomi sama-sama membaca pasar smartphone dengan pendekatan yang sama: menjual nilai lebih, bukan sekadar bertarung di jumlah unit. Sikap itu muncul di tengah tekanan besar dari krisis cip yang membuat biaya produksi naik dan memukul segmen harga rendah.
IDC memperkirakan pasar smartphone Indonesia akan turun dua digit pada tahun ini dibandingkan dengan 2025 akibat krisis cip. Dalam kondisi seperti itu, dua produsen asal China tersebut memilih menegaskan posisi mereka lewat strategi produk, layanan, dan pengalaman pengguna yang dianggap lebih relevan bagi konsumen.
Tekanan paling terasa di segmen murah
Head of Public Relations HONOR Indonesia, Aryo Meidianto Aji, menyebut kelangkaan memori sudah menjadi isu nyata sejak tahun lalu. Dampaknya langsung terasa pada biaya produksi dan ikut menekan harga jual di pasar.
Aryo juga menilai proyeksi penurunan dua digit pada 2026 sangat mungkin terjadi, terutama di segmen entry-level dan mid-range yang paling sensitif terhadap harga. Namun, ia melihat pasar Indonesia tetap punya daya tahan karena kebutuhan terhadap smartphone tidak hilang, hanya cara konsumen memilih yang berubah.
“Pasar Indonesia itu resilient. Orang Indonesia tetap butuh HP,” kata Aryo kepada Bisnis, Kamis (23/4/2026).
Menurut HONOR, kondisi ini membuat perusahaan harus lebih selektif dalam merancang penawaran. Fokus utamanya bergeser pada value, kualitas produk, layanan purna jual, serta penguatan rantai pasok global dan kemitraan dengan distributor, ritel, dan platform e-commerce.
“Kami menjual pengalaman, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas,” ujar Aryo.
Xiaomi masih melihat minat pada produk bernilai kuat
Dari sisi Xiaomi Indonesia, perusahaan menilai performa kuartal I/2026 masih terjaga meski pasar bergerak dinamis. Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan industri saat ini dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga perubahan perilaku konsumen dan ekspektasi yang makin tinggi terhadap inovasi.
“Namun demikian, kami melihat minat terhadap produk dengan inovasi yang relevan serta value yang kuat tetap terjaga dengan baik,” kata Andi.
Xiaomi menempatkan penguatan portofolio produk sebagai salah satu langkah utama untuk menjaga daya saing. Perusahaan juga ingin menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi lewat visi Human x Car x Home.
Vendor besar mulai mengubah arah pasar
Tekanan biaya dan persaingan ketat masih membayangi pasar smartphone global, terutama di segmen harga rendah. IDC mencatat pengiriman smartphone global pada kuartal I/2026 mencapai 289,7 juta unit, turun 4,1% dari 302,0 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah situasi itu, vendor besar cenderung mengarah ke perangkat yang lebih mahal untuk menjaga margin. Pola tersebut ikut memperbesar tekanan bagi pemain yang masih bergantung pada volume tinggi di kelas bawah.
Samsung dan Apple menjadi dua vendor di lima besar yang masih mencatat pertumbuhan tahunan. Samsung memimpin pasar dengan pengiriman 62,8 juta unit dan pangsa 21,7%, naik 3,6% year on year, sementara Apple berada di posisi kedua dengan 61,1 juta unit dan pangsa 21,1%, tumbuh 3,3% year on year.
Posisi HONOR dan Xiaomi di tengah persaingan
Xiaomi berada di posisi ketiga secara global dengan pengiriman 33,8 juta unit dan pangsa 11,7%, meski turun 19,1% year on year dari 41,8 juta unit. Penurunan itu sejalan dengan strategi perusahaan yang mengurangi distribusi model lama untuk menghindari kenaikan harga.
Di luar lima besar, HONOR justru tampil sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan paling tinggi. IDC mencatat HONOR, bersama Lenovo atau Motorola dan Huawei, masih membukukan pertumbuhan positif, dengan HONOR menjadi yang tertinggi di antara 10 besar lewat kenaikan 24% year on year.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar smartphone sedang mengalami pergeseran arah, dari perang harga ke perang nilai. Dalam situasi pasokan yang ketat dan harga komponen yang naik, HONOR dan Xiaomi sama-sama bertumpu pada relevansi inovasi serta kualitas pengalaman agar tetap bertahan di tengah pasar yang makin selektif.
Source: teknologi.bisnis.com






