Motorola Signature Masuk Indonesia, Flagship Tipis Rp11,9 Juta Dengan Tiga Sensor Sony Lytia

Motorola resmi menambah pilihan flagship di pasar ponsel pintar Indonesia melalui kehadiran Motorola Signature. Perangkat ini datang dengan tiga fokus utama yang langsung menonjol, yaitu kamera, performa, dan desain premium yang dibawa ke segmen kelas atas.

Dalam peluncuran resminya di Jakarta, Motorola menegaskan bahwa perangkat ini tidak hanya mengejar kemampuan teknis, tetapi juga tampilan yang mendukung gaya hidup modern. Product and Portofolio Head Motorola Indonesia, Zulfahmi, menyebut Motorola ingin menghadirkan produk yang kuat secara teknologi sekaligus mewah dari sisi desain.

Tiga sensor Sony Lytia jadi daya tarik utama

Sektor kamera menjadi salah satu pembeda paling jelas pada Motorola Signature. Ponsel ini memakai tiga sensor Sony Lytia sekaligus, masing-masing Sony Lytia 828 untuk kamera utama, Sony Lytia 600 untuk kamera periskop, dan Sony Lytia 500 untuk kamera depan.

Ketiganya sama-sama memiliki resolusi 50 MP, sehingga Motorola menempatkan kualitas foto dan video sebagai nilai jual utama. Kamera periskopnya mendukung 3x optical zoom dan dapat diperbesar hingga 100x zoom, sedangkan kamera utama mampu merekam video hingga 8K dan sudah mendukung Dolby Vision.

Motorola juga menyebut kualitas kameranya telah mendapat pengakuan dari DxOMark. Sertifikasi ini kerap dipakai sebagai salah satu rujukan untuk mengukur kemampuan kamera smartphone di pasar global.

Performa kelas flagship dengan Snapdragon 8 Gen 5

Untuk dapur pacu, Motorola Signature mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5 dengan fabrikasi 3nm. Chipset tersebut dipasangkan dengan RAM 12GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 256GB UFS 4.1.

Kombinasi itu ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi, mulai dari gim berat, editing video, hingga multitasking intensif. Motorola juga membekali ponsel ini dengan sistem pendingin vapor chamber berukuran 6.002 mm² agar suhu perangkat tetap terjaga saat digunakan secara maksimal.

Selain komponen utama tersebut, Motorola Signature sudah membawa fitur berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan juga memberikan bonus free trial Perplexity Pro selama 6 bulan sebagai bagian dari pengalaman penggunaan yang ditawarkan.

Layar besar dengan panel AMOLED melengkung

Di bagian depan, Motorola Signature menggunakan layar 6,8 inci XTREME AMOLED dengan desain quad curve. Tampilan ini membuat bodi terlihat lebih modern sekaligus memberi kesan premium ketika perangkat digunakan.

Motorola menyebut panel tersebut mendukung refresh rate 165Hz dan kecerahan hingga 4.500 nits. Dukungan ini dirancang supaya pengalaman menonton video, bermain gim, dan menjelajah konten terasa lebih mulus serta lebih nyaman di berbagai kondisi.

Desain tipis, premium, dan lebih tangguh

Walau membawa spesifikasi tinggi, Motorola Signature tetap mempertahankan bodi yang ramping. Ketebalannya hanya 6,99 mm, sehingga perangkat ini tampil sebagai salah satu flagship yang mengutamakan kesan tipis dan elegan.

Material yang dipakai juga menunjang kesan tersebut. Motorola memakai aircraft-grade aluminium dan melapisi bodi dengan Gorilla Glass Victus 2, lalu menambah perlindungan lewat sertifikasi military grade MIL-STD-810H setelah melewati 16 pengujian ekstrem.

Motorola turut menonjolkan unsur gaya lewat dua pilihan warna eksklusif hasil kolaborasi dengan Pantone, yaitu Fancy Blue dan Zephyr. Kehadiran warna-warna premium ini memperkuat identitas Motorola Signature sebagai ponsel flagship yang tidak hanya mengandalkan spesifikasi.

Harga Motorola Signature di Indonesia

Motorola membuka harga peluncuran Motorola Signature di Indonesia sebesar Rp11.999.000. Dengan banderol tersebut, perangkat ini masuk ke persaingan kelas premium yang menuntut kombinasi seimbang antara kamera, performa, layar, dan desain.

Motorola tampaknya menargetkan pengguna yang mencari flagship dengan citra mewah sekaligus fitur teknis lengkap. Kehadiran kamera 50 MP di tiga sisi, chipset Snapdragon 8 Gen 5, layar AMOLED 165Hz, serta desain tipis 6,99 mm membuat Motorola Signature tampil sebagai salah satu opsi baru di segmen atas pasar Indonesia.

Exit mobile version