Motorola kembali menarik perhatian pasar ponsel menengah lewat Moto G Stylus 2026 yang resmi diperkenalkan pada awal April. Perangkat ini sudah mulai dijual di beberapa pasar besar seperti Amazon, Best Buy, dan situs resmi Motorola dengan harga resmi 500 dolar AS atau sekitar Rp8,1 jutaan.
Di tengah persaingan ponsel yang makin padat, kehadiran stylus bawaan menjadi nilai jual utama yang membedakan perangkat ini. Motorola juga membawa sejumlah peningkatan, meski sebagian besar spesifikasinya masih mempertahankan formula dari generasi sebelumnya.
Stylus bawaan tetap jadi daya tarik utama
Moto G Stylus 2026 tetap menonjol karena pena digitalnya tersimpan langsung di dalam bodi ponsel. Fitur ini membuatnya terasa seperti perangkat kelas premium yang mengutamakan produktivitas, meski posisinya berada di segmen harga yang jauh lebih terjangkau.
Stylus tersebut dilengkapi tombol khusus untuk memunculkan menu cepat. Pada ujung lainnya, ada tombol klik yang memberi sensasi penggunaan mirip pena sungguhan, sementara pengalaman menulis di layar disebut terasa responsif dan ringan.
Bagi pengguna yang sering mencatat, membuat sketsa, atau berpindah antar aplikasi, stylus internal ini memberi kemudahan nyata. Motorola mencoba menghadirkan fungsi praktis tanpa mengorbankan sisi desain yang tetap ringkas untuk penggunaan harian.
Peningkatan ada, tetapi tidak terlalu besar
Meski membawa embel-embel generasi baru, perubahan pada Moto G Stylus 2026 dinilai tidak terlalu drastis dibanding versi 2025. Motorola lebih memilih menyempurnakan sejumlah sektor penting daripada melakukan perombakan total.
Salah satu pembaruan yang paling menonjol ada pada sertifikasi ketahanan bodi. Ponsel ini kini membawa IP69 selain IP68, yang berarti perlindungan terhadap air dan debu menjadi lebih kuat dalam kondisi ekstrem.
Penyimpanan internal juga meningkat karena sudah memakai UFS 3.1. Teknologi ini lebih cepat dibanding UFS 2.2 yang digunakan sebelumnya, sehingga aktivitas baca-tulis data berpotensi terasa lebih responsif saat membuka aplikasi atau memindahkan file.
Spesifikasi inti masih dipertahankan
Di luar pembaruan tadi, Moto G Stylus 2026 masih mempertahankan banyak komponen dari model sebelumnya. Chipset yang dipakai tetap Snapdragon 6 Gen 3, dengan RAM 8GB untuk mendukung kebutuhan multitasking harian.
Layarnya juga masih menggunakan panel AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini membuat tampilan terasa mulus saat scrolling, menonton konten, atau bermain game.
Pada sektor kamera, Motorola memasang sensor utama 50MP, kamera ultrawide 13MP, dan kamera depan 32MP. Susunan ini menunjukkan bahwa perangkat ini masih diarahkan untuk penggunaan serbaguna, bukan sekadar mengandalkan stylus.
Baterai naik, tetapi paket penjualan tetap minimalis
Daya tahan menjadi salah satu aspek yang ikut ditingkatkan. Kapasitas baterai Moto G Stylus 2026 naik 200mAh menjadi 5.000mAh, yang memberi ruang lebih besar untuk penggunaan seharian.
Namun, isi kotak penjualannya tergolong sederhana. Pembeli hanya mendapatkan kabel USB, tanpa charger 68W dan tanpa casing tambahan. Artinya, pengguna perlu membeli kepala charger secara terpisah jika ingin memanfaatkan pengisian cepat maksimal.
Kondisi itu terasa kontras dengan desain belakang ponsel yang cukup menarik dan punya tekstur nyaman saat digenggam. Motorola juga membekali bodi dengan ketahanan terhadap benturan ringan, sehingga perangkat tetap relevan untuk pemakaian harian.
Tetap unik di kelasnya
Dengan banderol 500 dolar AS dan fitur stylus internal yang jarang ditemui di kelasnya, Moto G Stylus 2026 menawarkan identitas yang kuat. Perangkat ini mungkin bukan lonjakan besar dari generasi sebelumnya, tetapi kombinasi layar AMOLED 120Hz, baterai 5.000mAh, penyimpanan UFS 3.1, dan perlindungan IP69 membuatnya tetap kompetitif.
Bagi pengguna yang mencari ponsel dengan stylus praktis dan perlindungan bodi yang lebih baik, Moto G Stylus 2026 masih layak masuk daftar pertimbangan. Motorola sekali lagi menunjukkan bahwa ponsel menengah juga bisa punya karakter unik tanpa harus tampil berlebihan.







