WhatsApp sedang menguji fitur notification bubbles di Android untuk membuat percakapan tetap mudah diakses dari layar mana pun. Fitur ini dirancang agar pengguna bisa membuka chat tanpa harus keluar dari aplikasi yang sedang dipakai.
Laporan terbaru dari WABetaInfo menyebut uji coba ini hadir pada WhatsApp versi Android. Mekanismenya mirip dengan bubbles pada sistem Android, termasuk pendekatan yang terlihat pada Android 17 Beta 3 untuk kebutuhan multitasking.
Cara kerja notification bubbles di WhatsApp
Saat pesan baru masuk, WhatsApp akan menampilkannya sebagai ikon gelembung berbentuk lingkaran. Ikon kecil ini melayang di layar dan bisa diketuk untuk membuka jendela chat ringkas.
Setelah dibuka, percakapan tampil dalam format floating window yang tidak mengambil alih seluruh layar. Pola ini memungkinkan pengguna tetap membalas pesan sambil meneruskan aktivitas lain di aplikasi berbeda.
Model seperti ini bukan hal baru di dunia aplikasi pesan instan. Namun, integrasi WhatsApp ke format bubble menjadi penting karena aplikasi ini dipakai sangat luas untuk komunikasi harian.
Menurut informasi yang dibagikan WABetaInfo, bubble tersebut juga bisa ditutup setelah selesai digunakan. Pengguna dapat menghilangkannya sepenuhnya atau menyimpannya kembali dalam bentuk gelembung.
Fokus pada multitasking yang lebih praktis
Arah pengembangan fitur ini menunjukkan fokus WhatsApp pada pengalaman multitasking. Selama ini, membalas pesan sering mengharuskan pengguna berpindah aplikasi, lalu kembali lagi ke aktivitas utama.
Dengan bubble, alur itu dibuat lebih singkat. Pesan bisa dibuka cepat dari layar mana saja, lalu ditanggapi dalam jendela kecil tanpa mengganggu konteks kerja atau hiburan yang sedang berlangsung.
Ini bisa berguna saat pengguna sedang menonton video, membuka dokumen, atau menjelajah aplikasi lain. Kehadiran jendela chat melayang membuat percakapan terasa lebih dekat tanpa harus membuka WhatsApp secara penuh.
Masih bergantung pada sistem Android
Walau dikembangkan oleh WhatsApp, fitur ini disebut tetap bergantung pada dukungan sistem. Karena itu, implementasinya tidak sepenuhnya lepas dari kemampuan Android di perangkat pengguna.
Laporan yang sama menyebut WhatsApp menyiapkan fitur ini untuk perangkat dengan Android 10 atau versi lebih baru. Pada perangkat tersebut, dukungannya disebut hadir dengan kemampuan yang terbatas.
Sementara itu, Android 17 disebut akan memiliki dukungan native untuk app bubbles. Jika dukungan tingkat sistem sudah tersedia secara bawaan, proses penggunaan fitur semacam ini diperkirakan menjadi lebih mulus.
Artinya, pengalaman pengguna bisa berbeda tergantung versi Android yang digunakan. Faktor ini penting karena fitur bubble bukan hanya soal tampilan antarmuka, tetapi juga terkait cara sistem menangani jendela melayang.
Ada indikasi membuka chat lain dari bubble
Gambar yang dibagikan WABetaInfo juga memperlihatkan tombol “Plus”. Detail ini memunculkan dugaan bahwa pengguna nantinya bisa membuka percakapan lain langsung dari tampilan bubble.
Jika fungsi itu benar disediakan, bubble tidak hanya menjadi pintasan untuk satu pesan masuk. Fitur ini bisa berkembang menjadi pusat akses cepat untuk beberapa chat dalam satu alur penggunaan.
Namun, fungsi tersebut masih sebatas petunjuk dari tampilan uji coba yang terlihat saat ini. Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan bagaimana tombol itu akan bekerja saat fitur dirilis lebih luas.
Belum ada jadwal rilis untuk semua pengguna
Sampai sekarang, notification bubbles di WhatsApp masih berada dalam tahap pengujian. Belum ada informasi resmi mengenai kapan fitur ini mulai diluncurkan untuk seluruh pengguna.
Meski begitu, pola perilisan fitur WhatsApp sebelumnya kerap membutuhkan jeda beberapa bulan dari fase uji coba ke distribusi yang lebih luas. Karena itu, kehadiran fitur ini untuk publik masih bergantung pada hasil pengembangan dan pengujian berikutnya.
Bagi pengguna Android, fitur ini berpotensi menjadi salah satu perubahan antarmuka yang paling terasa dalam penggunaan harian. WhatsApp tampaknya ingin membuat proses membalas pesan menjadi lebih cepat, ringan, dan menyatu dengan kebiasaan multitasking di ponsel.
Source: gadgets.beebom.com