Redmi Pad Pro kembali menarik perhatian karena harga jualnya di gerai tertentu turun ke kisaran Rp2,9 jutaan untuk varian tertinggi. Tablet ini jadi sorotan karena menawarkan bodi metal, layar 2.5K, dan dukungan Dolby Vision, sehingga tetap relevan untuk kerja ringan sekaligus konsumsi hiburan.
Kondisi stoknya tidak selalu mudah ditemukan karena unit di toko fisik tertentu disebut terbatas dan tidak tersedia untuk pembelian online. Situasi ini membuat Redmi Pad Pro terasa seperti incaran menarik bagi pembeli yang ingin tablet layar besar dengan harga yang masih relatif terjangkau.
Desain metal yang terasa lebih premium
Redmi Pad Pro memakai material aluminium pada bodinya, sehingga tampil lebih solid dibanding banyak tablet di kelas menengah. Kesannya tidak hanya rapi, tetapi juga memberi nuansa premium saat digenggam atau dibawa bepergian.
Dari sisi visual, tablet ini membawa layar beresolusi 2560 x 1600 atau 2.5K dengan kerapatan 320 PPI. Panelnya juga mendukung Dolby Vision, yang membuat perangkat ini lebih menonjol untuk menonton film dan menikmati konten visual dengan detail tajam.
Audio juga jadi salah satu daya tarik utama karena Redmi Pad Pro dibekali quad speaker dengan Dolby Atmos. Meski karakter suaranya dinilai kencang, referensi menyebut kualitas bass-nya masih di bawah Redmi Pad generasi pertama.
Cocok untuk produktivitas harian
Untuk kebutuhan kerja, Redmi Pad Pro mendapat bekal Snapdragon 7s Gen 2 yang masih dinilai cukup smooth untuk aktivitas harian. Tablet ini juga sudah menjalankan HyperOS 2.0 berbasis Android 14 dan disebut masih menunggu pembaruan ke HyperOS 3.0.
Fitur multitasking menjadi nilai tambah penting di perangkat ini. Floating Window dan Split Screen berjalan lancar, bahkan memungkinkan pembukaan hingga tiga aplikasi sekaligus untuk mendukung kerja dokumen, catatan, dan komunikasi dalam satu layar.
Integrasi dengan ekosistem Xiaomi juga membuat pengalaman penggunaan terasa lebih praktis. Konektivitas antardevice memudahkan ponsel dan tablet terhubung secara mulus saat berpindah aktivitas.
Baterai besar, tapi pengisian tidak cepat
Redmi Pad Pro membawa baterai 10.000 mAh yang cukup besar untuk menopang aktivitas seharian. Kapasitas itu membuat tablet ini masuk kategori perangkat yang fleksibel untuk kerja, belajar, dan hiburan tanpa terlalu sering mencari colokan.
Meski begitu, pengisian daya 33W disebut terasa agak lambat jika dibandingkan dengan kapasitas baterainya. Pengguna yang aktif memakai layar besar dalam durasi panjang tetap perlu menyesuaikan waktu isi ulang agar pemakaian tetap nyaman.
Bagaimana saat dipakai gaming
Saat diuji pada game open-world berat seperti Wuthering Waves, performa Redmi Pad Pro menunjukkan batasnya. Pada pengaturan Low 60 FPS, perangkat ini hanya sanggup bertahan di kisaran 20-30 FPS.
Pengujian juga mencatat suhu area mesin bisa menyentuh 47°C setelah bermain cukup lama. Karena itu, tablet ini lebih cocok untuk game kasual atau gim kompetitif ringan seperti Mobile Legends dan Free Fire ketimbang judul AAA dengan beban grafis tinggi.
Layak dipilih untuk kerja dan nonton
Pada harga Rp2,9 juta, Redmi Pad Pro masih terlihat kompetitif untuk pengguna yang memprioritaskan layar bagus, desain premium, dan baterai besar. Kombinasi itu membuatnya menonjol sebagai tablet yang pas untuk kerja ringan, belajar, dan menonton konten HDR.
Namun, pembeli yang menargetkan performa gaming berat perlu mempertimbangkan alternatif lain. Di kelas ini, Redmi Pad Pro lebih kuat sebagai perangkat produktivitas dan hiburan daripada tablet untuk kebutuhan grafis intensif.
