Samsung kembali mendorong kelas menengah ke level yang lebih serius lewat Galaxy A57 5G. Ponsel ini hadir bukan hanya dengan tenaga baru, tetapi juga fitur AI yang membuat banyak tugas harian terasa lebih praktis dan cepat.
Di sisi pengguna, kombinasi performa, layar, kamera, dan pengisian daya menjadi alasan utama Galaxy A57 5G menarik perhatian. Pada saat yang sama, Samsung juga membawa sejumlah fitur yang sebelumnya identik dengan lini flagship ke seri A, sehingga pengalaman pakai terasa lebih lengkap.
AI yang bikin aktivitas harian lebih ringkas
Salah satu daya tarik terbesar Galaxy A57 5G ada pada integrasi Awesome Intelligence. Fitur ini membawa Circle to Search, Object Eraser yang lebih presisi, dan Edit Suggestion ke kelas menengah.
Circle to Search memudahkan pencarian informasi hanya lewat satu gerakan di layar. Sementara itu, Object Eraser membantu menghapus objek yang mengganggu di foto dengan lebih rapi, sedangkan Edit Suggestion memberi saran penyuntingan yang lebih cepat untuk hasil visual yang lebih enak dilihat.
Bagi pengguna yang sering mengambil foto untuk media sosial atau kebutuhan kerja, fitur ini terasa relevan. Aktivitas edit yang biasanya memakan waktu bisa dipangkas tanpa perlu aplikasi tambahan yang rumit.
Performa lebih kencang untuk multitasking
Samsung membenamkan chipset Exynos 1680 berbasis 4nm ke Galaxy A57 5G. Chipset ini diklaim efisien sekaligus bertenaga, sehingga cocok untuk multitasking dan penggunaan aplikasi berat.
Artikel referensi menyebut chip ini juga tetap dingin saat dipakai bermain game berat. Dukungan RAM hingga 12 GB ikut membantu perpindahan antar aplikasi terasa lebih mulus, terutama bagi pengguna yang aktif membuka banyak aplikasi sekaligus.
Di sisi lain, Galaxy A37 5G juga naik kelas dengan Exynos 1480. Langkah ini menunjukkan Samsung ingin memberi peningkatan yang terasa, bukan sekadar perubahan nama model.
Layar terang, nyaman dipakai di luar ruangan
Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G sama-sama memakai layar 6,7 inci Super AMOLED Plus dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini memberi pergerakan layar yang lebih halus, baik saat scrolling maupun saat menonton video.
Tingkat kecerahan puncak layar mencapai 1.900 nits. Angka ini penting untuk pengguna yang sering memakai ponsel di luar ruangan karena tampilan tetap jelas meski berada di bawah cahaya matahari yang kuat.
Desain lebih tipis dan terasa premium
Galaxy A57 5G hadir dengan bodi yang lebih ramping, hanya 6,9 mm. Samsung juga memakai Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang, sehingga kesan premium lebih kuat dibanding smartphone mid-range yang biasanya terasa lebih sederhana.
Perangkat ini juga membawa rating IP68 untuk pertama kalinya di seri A menengah menurut referensi yang diberikan. Sertifikasi itu berarti ponsel lebih tahan terhadap debu dan rendaman air dibanding standar IP67 pada model sebelumnya.
Pengisian cepat untuk ritme harian yang padat
Baterai 5.000 mAh menjadi salah satu pondasi penting di Galaxy A57 5G. Kapasitas besar itu dipadukan dengan 45W Super Fast Charging 2.0, yang ditujukan untuk memangkas waktu tunggu saat mengisi daya.
Kombinasi ini membuat ponsel lebih cocok untuk pengguna yang sering berpindah aktivitas. Dengan pengisian yang lebih cepat, kebutuhan produktivitas harian bisa tetap terjaga tanpa terlalu sering mencari colokan.
Spesifikasi inti yang disorot Samsung
- Galaxy A57 5G: Exynos 1680, RAM hingga 12 GB, kamera utama 50 MP dengan OIS.
- Galaxy A37 5G: Exynos 1480, storage 128 GB/256 GB/512 GB, kamera utama 50 MP dengan OIS.
- Keduanya: baterai 5.000 mAh, fast charging 45W, Android 16, dan One UI 8.5.
Dengan rangkaian fitur tersebut, Galaxy A57 5G tampil sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan desain dan performa, tetapi juga kecerdasan fitur yang membuat penggunaan sehari-hari lebih efisien. Pesan yang dibawa Samsung cukup jelas: seri A kini tidak lagi sekadar “cukup”, melainkan siap memberi pengalaman yang lebih pintar dan lebih praktis.
