Samsung Gagal Rebut Takhta Ponsel Teratas, Vivo Masih Menahan Laju Galaxy di Q1 2026

Author: Qoo Media

Samsung belum berhasil merebut kembali posisi puncak merek smartphone di India pada kuartal pertama 2026. Data Omdia menunjukkan Vivo masih memimpin pasar, sementara Samsung bertahan di posisi kedua.

Laporan itu penting karena India merupakan salah satu pasar smartphone terbesar. Hasil ini juga menegaskan bahwa upaya Samsung untuk kembali menjadi nomor satu belum membuahkan hasil, meski kinerjanya tetap relatif stabil saat pasar melemah.

Vivo masih memimpin pasar India

Menurut analisis Omdia, Vivo mengirimkan 6,3 juta ponsel di India pada kuartal pertama 2026. Angka itu memberi Vivo pangsa pasar 20% dan menempatkannya di urutan teratas.

Samsung mencatat pengiriman 5,1 juta ponsel Galaxy pada periode yang sama. Dengan capaian itu, Samsung menguasai 16% pasar dan berada di posisi kedua.

Jarak antara kedua merek tersebut menunjukkan persaingan yang masih ketat. Namun, selisih pengiriman itu cukup untuk membuat Samsung kembali gagal merebut mahkota merek ponsel teratas di India.

Situasi ini juga mengulang tren yang sudah terlihat sebelumnya. Pada kuartal pertama 2024, Samsung kehilangan posisi nomor satu dari Xiaomi, lalu posisi itu kemudian diambil alih oleh Vivo.

Kinerja Samsung dinilai cukup solid di tengah pelemahan pasar

Meski tidak menjadi pemimpin, performa Samsung tidak sepenuhnya negatif. Omdia mencatat Samsung mengirimkan jumlah ponsel yang sama, yakni 5,1 juta unit, dengan pangsa pasar yang juga tetap 16% dibanding kuartal pertama 2025.

Stabilnya angka itu menonjol karena pasar smartphone India justru menyusut 5%. Dalam konteks pasar yang sedang turun, kemampuan Samsung mempertahankan volume pengiriman dan pangsa pasarnya dapat dilihat sebagai hasil yang cukup kuat.

Dengan kata lain, Samsung tidak tumbuh cukup besar untuk menyalip Vivo. Namun, perusahaan juga tidak mengalami penurunan yang terlihat dalam ukuran pengiriman dan pangsa pasar seperti yang mungkin dikhawatirkan di tengah kontraksi pasar.

Produk yang mendorong penjualan Samsung

Omdia menyebut beberapa lini produk menjadi penggerak utama penjualan Samsung di India. Pendorong itu datang dari seri Galaxy S26, pembaruan lini menengah Galaxy A series, serta permintaan yang kuat untuk Galaxy A07 dan Galaxy A17.

Kombinasi itu menunjukkan Samsung tidak hanya bergantung pada segmen premium. Perusahaan juga masih mendapat dorongan penting dari model kelas menengah dan entry-level yang biasanya punya peran besar di pasar India.

Dukungan dari beberapa lapisan produk memberi Samsung fondasi yang lebih seimbang. Strategi ini membantu merek tersebut menjaga momentumnya walau belum cukup untuk kembali ke posisi teratas.

Omdia juga menilai Samsung melakukan penyesuaian bertahap. Firma riset itu menyebut pendekatan tersebut ditujukan untuk melindungi permintaan dan memastikan penyerapan kanal distribusi berjalan lebih mulus.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Samsung tidak hanya fokus pada volume kiriman. Perusahaan tampaknya juga menjaga ritme pasokan agar sesuai dengan kondisi permintaan pasar.

Persaingan merek besar masih terbuka

Hasil kuartal pertama 2026 memperlihatkan bahwa pasar India tetap menjadi arena persaingan utama bagi vendor smartphone besar. Vivo berhasil mempertahankan keunggulan, sementara Samsung masih menjadi penantang terdekat dalam data yang dirilis Omdia.

Bagi Samsung, bertahan di posisi kedua bukan berarti tanpa nilai. Dalam pasar yang menyusut, mempertahankan pengiriman dan pangsa pasar pada level tahun sebelumnya menunjukkan adanya daya tahan di tengah tekanan kompetisi.

Namun, fakta utamanya tetap sama. Samsung belum bisa merebut kembali status sebagai merek smartphone nomor satu di India, walau lini Galaxy S26 dan seri A yang diperbarui ikut menopang penjualan.

Di sisi lain, ada tekanan yang lebih luas terhadap bisnis seluler Samsung. Beberapa hari sebelumnya, sebuah laporan dari Korea mengklaim divisi mobile Samsung berpotensi mencatat defisit tahunan pertamanya pada tahun ini.

Klaim tersebut tidak mengubah data pasar India yang dirilis Omdia, tetapi menambah konteks pada pentingnya performa Samsung di pasar besar seperti India. Karena itu, posisi kedua di pasar ini tetap menjadi sorotan besar, terutama saat perusahaan masih mencari jalan untuk kembali menyalip pemimpin pasar.

Source: www.sammobile.com
Terbaru