Valve kembali menarik perhatian lewat rancangan Steam Controller baru. Namun di balik antusiasme itu, ada satu kendala besar yang dinilai bisa membatasi pemakaian perangkat ini untuk banyak pemain PC.
Masalah utamanya bukan pada desain, melainkan kompatibilitas. Berdasarkan informasi dari artikel referensi, controller ini disebut tidak memiliki driver Windows native dan sepenuhnya bergantung pada aplikasi Steam agar bisa bekerja.
Masalah utama untuk game di luar Steam
Ketergantungan pada Steam membuat fungsi controller menjadi sangat terbatas di luar ekosistem Valve. Jika game tidak dijalankan melalui aplikasi Steam, perangkat itu pada dasarnya tidak bisa dipakai sebagaimana mestinya.
Kondisi ini menjadi hambatan bagi pengguna yang membeli game dari platform lain. Pemain yang mengandalkan Epic Games Store atau Xbox Game Pass menjadi kelompok yang paling terdampak oleh keterbatasan tersebut.
Artikel referensi menyoroti bahwa game yang dipasang lewat aplikasi Xbox di Windows 11 memiliki pembatasan akses file yang ketat. Karena klien Valve tidak bisa melihat atau terhubung ke file yang terkunci itu, input dari controller tidak dapat diteruskan ke game.
Akibatnya, controller baru Valve bisa gagal berfungsi total pada sebagian game PC non-Steam. Dalam skenario seperti itu, perangkat keras yang ditujukan untuk memudahkan navigasi dan bermain justru kehilangan nilai gunanya.
Dampak bagi pengguna Game Pass dan toko lain
Masalah ini tidak sekadar teknis, tetapi juga praktis. Pemilik langganan Game Pass misalnya, bisa saja mendapati game mereka tidak kompatibel dengan controller tersebut kecuali versi game itu dibeli ulang melalui Steam.
Artikel referensi memberi contoh seri Forza Horizon 6 untuk menggambarkan situasi itu. Jika game dimainkan lewat langganan Game Pass, controller tidak otomatis bisa digunakan, sementara versi Steam disebut menjadi jalur yang lebih aman untuk kompatibilitas.
Situasi tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan soal nilai perangkat bagi gamer PC modern. Banyak pemain kini tidak terpaku pada satu toko digital, sehingga akses lintas platform menjadi salah satu ekspektasi dasar untuk perangkat input premium.
Akar persoalan ada pada software
Secara teori, hambatan ini sebenarnya dapat diatasi lewat dukungan software. Artikel referensi menyebut Valve bisa saja merilis driver Windows standar agar controller dapat dikenali lebih luas oleh sistem operasi dan aplikasi lain.
Namun sejauh ini, belum ada kepastian bahwa solusi resmi semacam itu akan disediakan. Karena itu, kekhawatiran muncul bahwa controller baru akan tetap lebih menguntungkan pengguna yang bermain sepenuhnya di dalam ekosistem Steam.
Poin ini penting karena pasar game PC terus bergerak ke arah distribusi yang terfragmentasi. Pemain biasa membagi pustaka game mereka antara Steam, Epic Games Store, dan layanan berlangganan seperti Game Pass.
Komunitas pernah menemukan jalan keluar
Meski begitu, masalah seperti ini bukan hal baru bagi komunitas PC. Pada generasi Steam Controller sebelumnya, kendala serupa pernah diatasi oleh pengembang komunitas melalui alat gratis bernama GlosSI.
Tool tersebut dibuat sebagai jembatan agar Steam Controller lama bisa bekerja pada aplikasi dan game di luar Steam. Menurut artikel referensi, GlosSI masih tersedia di GitHub untuk controller generasi lama.
Keberadaan solusi semacam itu memberi harapan bahwa masalah kompatibilitas dapat diatasi lagi oleh komunitas. Jika pola lama terulang, pengguna kemungkinan tidak harus menunggu langkah resmi dari Valve untuk membuat controller lebih fleksibel.
Namun untuk saat ini, solusi tersebut belum bisa dianggap final untuk perangkat baru. Pemain yang tertarik membeli Steam Controller baru tetap disarankan memeriksa dulu di mana mayoritas koleksi game mereka berada.
Mengapa isu ini penting sebelum membeli
Bagi pengguna yang sebagian besar bermain lewat Steam, kendala ini mungkin tidak terlalu mengganggu. Controller baru tetap terdengar menarik untuk menavigasi pustaka game Valve yang besar dan terintegrasi.
Sebaliknya, pembeli yang aktif bermain lintas launcher perlu lebih berhati-hati. Tanpa dukungan driver native Windows, pengalaman memakai controller bisa sangat berbeda dari ekspektasi, terutama jika game favorit berasal dari Xbox app atau toko lain.
Karena itu, persoalan kompatibilitas justru menjadi faktor penentu sebelum berbicara soal desain atau fitur. Selama controller baru Valve masih bergantung penuh pada Steam, kebermanfaatannya untuk ekosistem game PC yang semakin tersebar akan terus menjadi sorotan.
Source: tech.sportskeeda.com






