Di tengah peringatan Hari Bumi 2026 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet”, arah persaingan perbankan mulai bergeser dari sekadar layanan finansial ke strategi keberlanjutan yang lebih nyata. Maybank Indonesia muncul sebagai salah satu contoh bank yang mendorong transisi hijau secara terukur melalui strategi ROAR30.
Langkah ini membuat isu lingkungan tidak lagi berada di pinggiran bisnis perbankan. Pendekatan tersebut justru menjadi bagian dari proposisi nilai yang membedakan bank di tengah meningkatnya tuntutan nasabah, investor, dan regulator terhadap praktik usaha yang lebih bertanggung jawab.
Strategi yang dimulai dari internal
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, menegaskan bahwa kredibilitas bank dalam isu lingkungan harus dibangun dari dalam. Ia menyebut dua fondasi penting yang sedang diperkuat pada 2025, yaitu akuntabilitas data emisi dan percepatan transisi energi.
Maria juga menekankan bahwa dampak iklim terbesar dari institusi keuangan berasal dari aktivitas pembiayaan nasabah. Karena itu, dekarbonisasi portofolio dilakukan secara sistematis dan berbasis data ilmiah agar hasilnya bisa diukur dan dipertanggungjawabkan.
Pendekatan ini penting karena sektor perbankan kini tidak hanya dituntut menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membaca risiko jangka panjang dari portofolio yang mereka dukung. Dalam konteks itu, strategi hijau bukan sekadar program citra, melainkan bagian dari manajemen risiko dan arah bisnis.
Rapor hijau yang mulai terlihat
Maybank Indonesia mencatat sejumlah capaian yang memperkuat posisi strategi keberlanjutannya. Emisi operasional bank turun 30,84% dari baseline 2019 dan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Di sisi budaya internal, karyawan Maybank menyumbangkan lebih dari 388.000 jam aktivitas lingkungan dan menanam lebih dari 3.300 bibit pohon. Angka ini menunjukkan bahwa agenda keberlanjutan tidak hanya berhenti di level kebijakan, tetapi juga dibawa ke partisipasi pegawai.
Maybank Marathon 2025 juga menjadi ruang implementasi strategi hijau yang lebih luas. Ajang itu mengintegrasikan 27 inisiatif hijau, termasuk peluncuran Carbon Calculator untuk mendukung target Net Zero Carbon pada 2030.
Program yang menyentuh komunitas
Salah satu inisiatif yang menonjol adalah Program MERASA, yang dijalankan bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara atau YKAN. Program ini hadir di Kampung Merasa, Berau, Kalimantan Timur, dan menyasar pemberdayaan perempuan petani kakao.
Melalui teknik agroforestri, para perempuan di wilayah itu didorong untuk mengelola lahan secara produktif sekaligus menjaga hutan dari ancaman alih fungsi lahan. Model seperti ini memperlihatkan bagaimana program keberlanjutan bank dapat memberi dampak ekonomi dan ekologis secara bersamaan.
Pendekatan yang menggabungkan pemberdayaan sosial dan konservasi ini sejalan dengan misi Humanising Financial Services yang diusung Maybank. Dalam praktiknya, keberlanjutan tidak hanya dibaca sebagai pengurangan emisi, tetapi juga sebagai upaya memberi manfaat yang lebih inklusif kepada masyarakat sekitar.
Tren baru di sektor perbankan
Pergerakan Maybank Indonesia mencerminkan perubahan lebih besar yang sedang terjadi di sektor perbankan. Bank yang mampu mengaitkan pembiayaan, data emisi, dan program sosial-lingkungan kini berpotensi lebih kuat dalam membangun kepercayaan pasar.
Di sisi lain, strategi seperti ROAR30 menunjukkan bahwa keberlanjutan sudah masuk ke kerangka persaingan antarbank, terutama ketika nasabah mulai melihat nilai tambah dari institusi yang punya komitmen lingkungan jelas. Dalam situasi seperti ini, keberhasilan bukan hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan bank menurunkan jejak karbon dan mendukung transisi ekonomi hijau.
Sebagai bagian dari jaringan regional, Maybank Indonesia juga menempatkan transformasi digital dan solusi keuangan hijau sebagai bagian dari dukungan terhadap kepemimpinan keberlanjutan di ASEAN. Arah ini memperlihatkan bahwa strategi hijau bukan lagi agenda tambahan, melainkan bagian dari identitas bisnis yang makin menentukan posisi bank dalam persaingan ke depan.







