Blaize Holdings yang berbasis di California, Amerika Serikat, bersama Nokia dan PT Datacomm Diangraha mulai membangun infrastruktur inferensi AI hibrida untuk Indonesia dan Asia Pasifik. Kolaborasi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik penting pengembangan AI perusahaan dan publik, dengan pendekatan yang menggabungkan kekuatan jaringan, komputasi, dan penerapan di lapangan.
Kerja sama tersebut berangkat dari kemitraan strategis Nokia dan Blaize yang diumumkan pada Januari 2026, lalu diperkuat lewat Nota Kesepahaman antara Blaize dan Datacomm di GITEX AI Asia 2026. Ketiga perusahaan menekankan satu gagasan utama: tidak ada satu model komputasi yang cocok untuk semua beban kerja AI, sehingga arsitektur hibrida dinilai lebih tepat untuk kebutuhan saat ini.
Peran Nokia dalam fondasi infrastruktur
Nokia memegang peran sebagai penyedia tulang punggung infrastruktur. Perusahaan asal Finlandia itu membawa akselerasi Artificial Intelligence-Radio Access Network atau AI-RAN, serta kemampuan inferensi cloud skala besar untuk mendukung implementasi AI yang tersebar.
AI-RAN mengintegrasikan AI ke dalam jaringan akses radio agar jaringan seluler menjadi lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Pendekatan ini juga membantu meningkatkan performa jaringan, menghemat energi, dan membuka peluang edge computing untuk aplikasi AI.
Nokia juga menyumbang kemampuan jaringan end-to-end, mulai dari interkoneksi pusat data optik hingga konektivitas tepi jarak jauh. Dukungan itu dilengkapi dengan keamanan, otomatisasi siklus hidup, dan keahlian integrasi sistem yang dibutuhkan agar infrastruktur AI dapat berjalan secara konsisten.
Blaize fokus pada inferensi AI hemat energi
Di sisi komputasi, Blaize menghadirkan platform inferensi AI yang dapat diprogram dan hemat energi untuk edge dan cloud hybrid. Arsitektur ini dirancang khusus untuk edge perusahaan, berbeda dengan GPU yang umumnya dioptimalkan untuk beban kerja skala telekomunikasi dan cloud-native.
Pendekatan Blaize ditujukan untuk memberi organisasi kemampuan menjalankan AI dalam skala terdistribusi dengan konsumsi daya dan biaya infrastruktur yang lebih rendah. Platform ini juga mendukung berbagai beban kerja, termasuk analitik video, pemrosesan geospasial, optimasi logistik, dan visi komputer di ribuan lokasi secara bersamaan.
Datacomm menjadi penghubung ke pasar Indonesia
PT Datacomm Diangraha membawa peran penting sebagai penyedia implementasi dan kepercayaan pelanggan di Indonesia. Perusahaan yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai penyedia layanan informasi dan teknologi itu dikenal memiliki posisi yang kuat untuk membantu teknologi global beroperasi efektif di pasar lokal.
Direktur Utama Datacomm Tan Wie Tjin menegaskan bahwa kemitraannya dengan Nokia sudah menjadi fondasi infrastruktur selama lebih dari dua dekade. Ia menyebut penambahan Blaize memberi kemampuan baru untuk menghadirkan inferensi AI langsung ke pelanggan di ujung jaringan.
Kerja sama tiga pihak ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan penerapan di lapangan. Validasi yang dilakukan bersama di Indonesia diharapkan memudahkan adopsi AI di sektor perusahaan dan publik yang membutuhkan solusi cepat, efisien, dan bisa disesuaikan dengan kondisi lokal.
Uji coba dan cakupan regional
Nokia Innovation Lab di Singapura menjadi tempat pengujian netral untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi bersama Blaize sebelum diterapkan. Fasilitas ini memberi ruang bagi ketiga perusahaan untuk memastikan integrasi teknologi berjalan sesuai kebutuhan pasar.
Kepala AI dan Cloud Asia Pasifik Nokia, Dion Lung, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk kemitraan berbasis hasil yang dibutuhkan pasar saat ini. Ia juga menekankan bahwa kombinasi Blaize di bidang komputasi dan Datacomm di Indonesia membuat pendekatan end-to-end menjadi lebih lengkap.
Implementasi yang divalidasi di Indonesia nantinya dapat menjadi cetak biru bagi pasar lain di kawasan, termasuk Vietnam, Filipina, dan koridor Asia Tenggara yang lebih luas. Dengan model hibrida yang menggabungkan jaringan Nokia, inferensi Blaize, dan pengalaman Datacomm, struktur infrastruktur AI di Indonesia mulai diarahkan untuk mendukung adopsi yang lebih luas dan terukur.






