vivo kembali menarik perhatian pasar smartphone kelas menengah lewat kehadiran Y600 Pro yang resmi diperkenalkan dengan baterai 10.200mAh. Perangkat ini langsung menjadi sorotan karena kapasitas dayanya melonjak jauh dari vivo Y400 Pro yang hanya membawa 5.500mAh.
Yang membuatnya lebih menarik, peningkatan baterai itu tidak membuat bodinya terlihat besar dan berat. vivo tetap menjaga desain Y600 Pro agar tampil ramping, elegan, dan masih nyaman dipakai untuk kebutuhan harian.
Baterai jumbo, bodi tetap tipis
vivo menyebut rahasia utama Y600 Pro ada pada teknologi baterai Silicon-Carbon atau Si-C generasi keempat. Teknologi ini memungkinkan kapasitas besar disimpan dalam ruang yang lebih efisien, sehingga ponsel tidak harus dibuat tebal untuk mengakomodasi daya ekstra.
Dalam penjelasan resminya, baterai tersebut memiliki kandungan silikon hingga 15 persen dan kerapatan energi 886Wh/L. Vivo juga mengemas daya 38Wh ke dalam bodi setebal 8,25mm, sehingga perangkat ini hanya 0,4mm lebih tebal dari pendahulunya meski kapasitas baterainya naik 45 persen.
Pendekatan ini menempatkan Y600 Pro di posisi yang berbeda dari ponsel berbaterai besar pada umumnya. Alih-alih terlihat bulky seperti perangkat rugged, ponsel ini tetap mempertahankan kesan modern dan ringan secara visual.
Daya tahan panjang dan pengisian cepat
Selain kapasitasnya besar, vivo juga menonjolkan ketahanan baterai yang diklaim tetap sehat hingga 6 tahun penggunaan. Angka itu setara sekitar 1.600 siklus pengisian daya dengan sisa kapasitas di atas 80 persen.
Dalam kondisi penuh, vivo mengklaim Y600 Pro mampu dipakai untuk 47 jam panggilan telepon, 28 jam pemutaran video nonstop, dan 16 jam navigasi GPS. Untuk pengisian ulang, ponsel ini mendukung 90W FlashCharge, yang dipadukan dengan fitur reverse wired charging.
Fitur tersebut membuat Y600 Pro bisa berfungsi sebagai powerbank darurat untuk perangkat lain. Kehadiran fitur ini terasa relevan karena kapasitas baterainya memang sangat besar dan ditujukan untuk pemakaian panjang.
Chipset baru dan layar besar
Di sektor dapur pacu, vivo Y600 Pro menjadi perangkat debut bagi MediaTek Dimensity 7300e. Chipset ini dirancang untuk menjaga efisiensi daya tanpa mengorbankan performa yang dibutuhkan untuk multitasking.
Pengalaman visualnya didukung layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini membuat ponsel ini tampil kompetitif di kelas menengah, terutama untuk pengguna yang mengutamakan tampilan lega dan gerakan layar yang lebih mulus.
Untuk kebutuhan foto, tersedia kamera utama 50MP dengan OIS dan kamera depan 32MP. Konfigurasi tersebut memberi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan ponsel serbaguna, baik untuk dokumentasi harian maupun selfie.
Tahan air, tahan debu, dan pakai sistem operasi terbaru
vivo Y600 Pro juga dibekali sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, perangkat ini tahan terhadap debu, rendaman air, hingga semprotan air bertekanan tinggi, sehingga menawarkan perlindungan yang cukup kuat di penggunaan sehari-hari.
Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Langkah ini menempatkan Y600 Pro sebagai salah satu model yang sudah lebih dulu mengadopsi sistem operasi terbaru dari ekosistem Android.
Ada pula detail desain yang cukup unik, yakni penempatan sensor IR Blaster di modul kamera belakang. Elemen kecil ini menjadi pembeda tersendiri di tengah banyaknya smartphone kelas menengah dengan desain yang seragam.
Harga resmi dan pilihan varian
vivo Y600 Pro hadir dalam empat warna, yaitu Black, Blue, Gold, dan Violet. Di pasar global, perangkat ini dipasarkan dengan dua opsi memori, yaitu varian 8/128GB seharga CNY 1.999 atau sekitar Rp4,5 jutaan, serta varian 12/512GB seharga CNY 2.899 atau sekitar Rp6,5 jutaan.
Saat ini, ponsel tersebut sudah bisa dipesan di China dengan jadwal pengiriman mulai 30 April 2026. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai kapan vivo Y600 Pro akan masuk ke Indonesia, meski kombinasi baterai 10.200mAh, layar AMOLED 120Hz, dan harga yang masih tergolong kompetitif membuat perangkat ini berpotensi menarik minat banyak pengguna di pasar smartphone menengah.
