Acer Predator Helios Neo 16S AI Datang Tipis, Tapi Tenaga 50 TOPS-Nya Bukan Main

Acer kembali mendorong batas laptop gaming tipis lewat Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51) yang membawa fokus pada performa tinggi dan mobilitas. Perangkat ini menempatkan kebutuhan gamer dan kreator konten dalam satu bodi yang tetap ramping dengan ketebalan 18,9 mm.

Langkah itu terlihat dari perpaduan prosesor Intel Core Ultra Series 3 dan GPU hingga RTX 5060 115 W. Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga frame rate tetap konsisten saat menjalankan game AAA terbaru dan menghindari penurunan performa yang mengganggu.

Mesin kerja dan main yang disatukan

Acer menempatkan laptop ini sebagai perangkat serbaguna untuk aktivitas berat yang tidak hanya berhenti di gaming. Menurut Matius John Tirtawirya, Product Manager Acer Indonesia, fokus pengembangannya ada pada manfaat nyata bagi pengguna, termasuk penyuntingan video yang lebih cepat dan multitasking yang lebih lancar.

Pendekatan itu penting karena banyak pengguna kini membutuhkan satu perangkat untuk berpindah dari kerja kreatif ke hiburan tanpa banyak kompromi. Predator Helios Neo 16S AI mencoba menjawab kebutuhan tersebut lewat spesifikasi tinggi yang tetap dikemas dalam desain portabel.

Dorongan AI lebih dari 50 TOPS

Salah satu sorotan utama perangkat ini ada pada kemampuan AI yang disebut mencapai lebih dari 50 TOPS. Angka ini menjadi relevan untuk mempercepat proses editing gambar dan video berbasis kecerdasan buatan, terutama bagi kreator yang mengejar alur kerja cepat.

Respons sistem yang lebih sigap juga membantu mengurangi lag saat menjalankan aplikasi kreatif. Dalam konteks penggunaan harian, kemampuan itu membuat laptop lebih cocok untuk pekerjaan yang menuntut proses komputasi cerdas dalam waktu singkat.

Layar OLED untuk kreator, 165 Hz untuk gamer

Sektor tampilan juga mendapat perhatian besar lewat panel OLED yang mendukung HDR. Acer turut membekali layar ini dengan sertifikasi Calman Verified, yang menandakan akurasi warna menjadi salah satu fokus utama.

Bagi kreator, karakter layar seperti ini mendukung pekerjaan color grading dan pengolahan visual yang membutuhkan ketepatan warna. Untuk gamer, refresh rate hingga 165 Hz dan dukungan G-SYNC membantu menjaga pergerakan gambar tetap halus serta meminimalkan robekan layar.

Pendinginan di bodi tipis

Menyematkan performa tinggi ke dalam bodi 18,9 mm tentu menuntut sistem pendingin yang serius. Acer memakai Liquid Metal dan kipas AeroBlade 3D generasi terbaru untuk menjaga suhu tetap terkendali saat laptop dipakai menjalankan tugas berat.

Pendekatan ini mendukung skenario penggunaan seperti bermain sambil streaming atau editing secara bersamaan. Stabilitas termal menjadi kunci agar performa tetap terjaga tanpa hambatan yang biasanya muncul pada perangkat tipis.

Konektivitas dan daya untuk mobilitas

Predator Helios Neo 16S AI juga dibekali Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7 untuk mendukung transfer data serta koneksi modern. Fitur ini penting bagi pengguna yang bekerja dengan file besar atau membutuhkan jaringan cepat untuk aktivitas kolaboratif.

Laptop ini memakai baterai 92 Wh dan memanfaatkan efisiensi dari prosesor terbaru. Kombinasi itu memberi dukungan tambahan bagi pengguna yang sering bekerja berpindah tempat dan membutuhkan daya tahan yang lebih panjang.

Paket layanan dan harga jual

Acer menyertakan garansi suku cadang dan servis selama 3 tahun untuk perangkat ini. Perlindungan tersebut juga mencakup layanan onsite dan Accidental Damage Protection, yang memberi ketenangan tambahan bagi pembeli.

Predator Helios Neo 16S AI dijadwalkan tersedia mulai 1 Mei 2026 di seluruh jaringan toko fisik Acer di Indonesia. Laptop gaming premium ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp34.999.000, menempatkannya sebagai pilihan untuk gamer dan pekerja kreatif yang mengincar performa tinggi dalam form factor yang lebih ringkas.

Source: www.gadgetdiva.id
Terkait