Apple dikabarkan sedang menyiapkan iPhone Ultra sebagai ponsel lipat pertamanya. Perangkat ini diposisikan di atas model Pro Max dan disebut akan tampil sebagai lini mandiri yang membawa kesan paling premium dalam jajaran iPhone.
Bocoran yang beredar juga mengarah pada harga yang sangat tinggi dan jumlah unit yang terbatas saat awal peluncuran. Sejumlah laporan menyebut iPhone Ultra diperkirakan meluncur bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro, meski ketersediaannya di toko bisa tertunda beberapa pekan.
Desain tipis ekstrem jadi pembeda utama
iPhone Ultra disebut mengusung desain lipat dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat dibuka. Ketipisan ini membuat Apple harus menata ulang banyak komponen internal agar perangkat tetap bisa berfungsi optimal.
Konsekuensi dari desain tersebut cukup besar. Apple disebut menanggalkan Face ID dan menggantinya dengan Touch ID yang ditempatkan di tombol samping atau di bawah layar.
Fitur yang dipangkas demi ruang lebih efisien
Beberapa fitur khas Apple juga dilaporkan hilang untuk menghemat ruang. MagSafe dan Action Button disebut tidak ikut dibawa ke perangkat ini karena keterbatasan ruang di bodi yang sangat tipis.
Posisi tombol volume juga kabarnya dipindahkan ke bagian atas perangkat, mirip pendekatan yang pernah terlihat pada iPad mini. Sementara itu, iPhone Ultra disebut hanya membawa kamera ganda, terdiri dari lensa wide dan ultra-wide.
Perangkat ini juga dikabarkan tidak akan menyertakan lensa telefoto. Di sisi konektivitas, Apple disebut akan sepenuhnya beralih ke eSIM pada model ini.
Panel OLED jadi tantangan terbesar produksi
Laporan Bloomberg yang dikutip dari Mark Gurman menyebut pasokan iPhone Ultra akan sangat terbatas saat awal penjualan. Hambatan terbesar datang dari panel OLED near-creaseless yang dipasok eksklusif oleh Samsung.
Samsung disebut masih berupaya meningkatkan yield rate panel tersebut agar produksi bisa stabil. Karena itu, target awal produksi iPhone Ultra diperkirakan hanya berada di kisaran 7 juta hingga 8 juta unit.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding produksi massal seri iPhone 18 Pro yang biasanya mencapai puluhan juta unit. Kondisi ini membuat iPhone Ultra berpotensi menjadi produk yang sulit ditemukan di pasaran pada fase awal penjualan.
Harga diprediksi menembus Rp34 jutaan
Status premium iPhone Ultra juga tercermin dari estimasi banderolnya. Para analis memproyeksikan harga perangkat ini berada di level US$1.999 atau sekitar Rp34 juta.
Angka tersebut jauh berada di atas iPhone 17 Pro yang disebut mulai dari Rp18 jutaan. Selisih harga ini memperlihatkan bahwa Apple tampaknya menargetkan segmen pengguna yang mengincar inovasi sekaligus eksklusivitas.
Strategi “Ultra” semakin diperluas Apple
Penggunaan nama Ultra pada iPhone baru ini sejalan dengan strategi branding Apple di produk lain. Sebelumnya, perusahaan juga memakai label serupa pada Apple Watch Ultra dan chip M-series Ultra.
Langkah ini memperkuat citra Ultra sebagai simbol kelas atas dalam ekosistem Apple. Bahkan, muncul rumor bahwa Apple juga tengah menyiapkan AirPods Ultra untuk melengkapi lini premium tersebut.
MacBook Ultra ikut disiapkan, tetapi tertunda
Selain iPhone Ultra, Apple juga disebut tengah mengembangkan MacBook Ultra. Perangkat ini dirancang membawa layar sentuh OLED pertama di kelasnya dan diposisikan lebih tinggi dibanding MacBook Pro.
Namun, jadwal peluncurannya mengalami penundaan hingga awal 2027. Penyebab utamanya adalah kendala pasokan memori RAM yang menghambat kesiapan produksi.
Di tengah semua bocoran itu, iPhone Ultra tetap diperkirakan akan menjadi salah satu perangkat paling menarik dari Apple. Jika rumor-rumor ini akurat, kombinasi desain super tipis, fitur yang dipangkas, harga tinggi, dan stok terbatas akan membuatnya menjadi produk yang menonjol di pasar ponsel premium.
