
Microsoft disebut sedang menyiapkan proyek internal bernama Windows K2 sebagai langkah besar untuk memperbaiki Windows 11. Fokus utamanya bukan menambah fitur baru, melainkan membenahi performa, stabilitas, dan keandalan sistem operasi yang belakangan kerap menuai keluhan pengguna.
Bocoran yang dilaporkan Windows Central menyebut inisiatif ini jauh lebih besar daripada pembaruan rutin yang selama ini terlihat. Microsoft diduga merespons meningkatnya frustrasi pengguna atas update yang bermasalah dan dorongan fitur kecerdasan buatan yang dianggap terlalu agresif.
Respons atas Keluhan Pengguna
Windows K2 tampak menjadi sinyal bahwa Microsoft mulai mengubah arah prioritasnya. Perusahaan disebut mengerem ambisi awal untuk menjadikan Windows sebagai agentic OS dan kembali menaruh perhatian pada pengalaman dasar yang paling dirasakan pengguna.
Langkah ini juga menunjukkan upaya merebut kembali kepercayaan pasar. Kekecewaan terhadap Windows dinilai memberi ruang bagi pesaing seperti macOS dan Linux untuk menarik pengguna yang ingin sistem lebih stabil dan ringan.
Perubahan yang Sudah Mulai Terlihat
Sejumlah penyesuaian kecil yang muncul belakangan disebut sebagai bagian dari strategi yang lebih besar ini. Microsoft mengembalikan kebebasan memindahkan posisi taskbar, menghadirkan uji coba Xbox Mode, dan memberi opsi untuk menunda pembaruan tanpa batas waktu.
Selain itu, Microsoft dikabarkan akan memperketat standar kualitas sebelum update dirilis ke publik. Perusahaan juga berencana menghidupkan kembali pertemuan tatap muka dengan komunitas Windows Insiders dan mendorong para developer Windows lebih aktif berinteraksi di media sosial.
File Explorer dan Start Menu Jadi Sorotan
Peningkatan performa dalam Windows K2 tidak hanya menyentuh sistem di belakang layar, tetapi juga antarmuka utama. Microsoft menargetkan pencarian nama file yang instan di File Explorer, dengan aplikasi pihak ketiga File Pilot dijadikan acuan performa.
Start Menu juga masuk daftar rombak besar melalui inisiatif WinUI 3. Microsoft diklaim membidik peningkatan performa Start Menu hingga 60 persen, sementara pembaruan driver layar nantinya baru akan dipasang saat komputer di-restart agar tidak mengganggu pekerjaan pengguna.
Tekanan dari Dunia Gaming dan Laptop Murah
Sektor gaming PC ikut menjadi perhatian karena Microsoft ingin memangkas beban proses latar belakang dan membuat pengalaman Windows lebih mendekati konsol. Target internal yang disebut beredar menempatkan performa gaming Windows agar bisa menyamai SteamOS dalam dua tahun ke depan.
Tekanan dari ekosistem Linux juga makin terasa karena banyak gim Windows kini berjalan lebih mulus di distribusi yang berfokus pada gaming seperti SteamOS, CachyOS, dan Bazzite. Di sisi lain, Microsoft juga ingin Windows K2 membuat sistem lebih ringan di perangkat kelas bawah, terutama laptop dengan RAM 8GB.
Strategi itu disebut sebagai upaya pertahanan terhadap ancaman baru dari Apple. Laptop murah Apple yang disebut MacBook Neo dengan harga USD 600 atau sekitar Rp 10,3 juta dipandang dapat menjadi pesaing serius bagi dominasi Windows jika Microsoft tidak segera memperbaiki pengalaman penggunaan di perangkat terjangkau.
Dengan arah baru ini, Windows K2 memperlihatkan bahwa Microsoft sedang menempatkan stabilitas, efisiensi, dan respons terhadap pengguna sebagai pusat pengembangan Windows 11. Fokus tersebut menunjukkan bahwa persaingan sistem operasi kini tidak hanya soal fitur, tetapi juga soal seberapa mulus OS bekerja di perangkat sehari-hari.
Source: inet.detik.com








