Pengiriman Smartphone Naik Tipis Saat Permintaan Lesu, Industri Bisa Masuk Fase Koreksi

Pengiriman smartphone global pada kuartal pertama naik tipis 1% menurut Omdia. Total pasar mencapai 298,5 juta unit, didorong oleh strategi vendor yang mempercepat pengiriman sebelum biaya komponen naik lebih tinggi.

Kenaikan ini terjadi di tengah krisis chip memori yang masih berlangsung. Omdia menilai pertumbuhan tersebut lebih banyak ditopang sisi pasokan, bukan lonjakan permintaan konsumen yang merata.

Pasar tumbuh tipis karena dorongan inventaris

Omdia menyebut vendor melakukan front-loading untuk menjaga posisi mereka di tengah tekanan biaya. Strategi ini dilakukan dengan mendorong volume pengiriman lebih awal agar stok tersedia sebelum harga komponen meningkat.

Langkah itu membantu pasar mencatat pertumbuhan positif meski tipis. Namun, pola ini juga menandakan bahwa kenaikan pengiriman belum tentu sepenuhnya mencerminkan penguatan permintaan akhir.

Samsung kembali menjadi merek smartphone nomor satu dunia pada periode ini. Perusahaan tersebut membukukan pengiriman 65,4 juta unit, naik 8% dibanding periode yang sama sebelumnya.

Capaian itu memberi Samsung pangsa pasar sekitar 22% secara global. Omdia mengaitkan hasil ini dengan kuatnya permintaan untuk seri Galaxy S26 serta kontribusi model Galaxy A37 dan Galaxy A57 yang baru diluncurkan.

Posisi Samsung kembali menguat setelah lini produk premiumnya mencatat respons pasar yang solid. Di saat yang sama, model kelas menengahnya ikut menopang volume, sehingga jangkauan pasar perusahaan menjadi lebih luas.

Apple menempel ketat di posisi kedua

Apple berada di urutan kedua dengan pengiriman 60,4 juta unit. Angka itu naik 10% secara tahunan dan setara dengan sekitar 20% pangsa pasar global.

Permintaan untuk seri iPhone 17 disebut tetap kuat. Omdia juga menyoroti minat pengguna yang lebih tinggi dari perkiraan terhadap iPhone 17e di Eropa dan Jepang.

Di China, model iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max mencatat kenaikan permintaan 42% dibanding pendahulunya. Data ini menunjukkan performa lini flagship Apple masih menjadi penopang penting di pasar besar.

Kinerja Apple memperlihatkan bahwa segmen premium tetap memiliki ruang tumbuh pada periode ini. Meski pasar global hanya naik tipis, merek dengan basis pengguna kuat masih mampu mencetak pertumbuhan pengiriman dua digit.

Xiaomi tertekan oleh biaya komponen

Xiaomi, termasuk Redmi dan Poco, menempati posisi ketiga dengan pengiriman 33,8 juta unit. Pangsa pasarnya tercatat 11%, tetapi perusahaan ini mengalami penurunan tahunan terbesar di antara lima besar, yakni minus 19%.

Menurut Omdia, kenaikan biaya komponen menekan margin Xiaomi. Kondisi itu membuat perusahaan menghadapi tantangan lebih berat dibanding beberapa pesaing utama lainnya.

Tekanan margin menjadi faktor penting karena Xiaomi dikenal agresif di segmen harga kompetitif. Saat biaya produksi naik, ruang untuk menjaga harga tetap menarik menjadi semakin sempit.

Oppo, yang dalam laporan ini termasuk OnePlus dan Realme, berada di posisi keempat. Total pengirimannya mencapai 30,7 juta unit dengan pangsa pasar 10%.

Vivo menyusul di peringkat kelima dengan 21,3 juta unit. Pangsa pasar merek ini berada di kisaran 7% secara global.

Peta persaingan lima besar

Berikut posisi lima vendor smartphone global berdasarkan data Omdia pada kuartal pertama:

  1. Samsung: 65,4 juta unit, pangsa pasar 22%
  2. Apple: 60,4 juta unit, pangsa pasar 20%
  3. Xiaomi: 33,8 juta unit, pangsa pasar 11%
  4. Oppo: 30,7 juta unit, pangsa pasar 10%
  5. vivo: 21,3 juta unit, pangsa pasar 7%

Data tersebut menunjukkan jarak dua pemain teratas masih cukup lebar dibanding merek lain. Samsung dan Apple tetap menjadi penggerak utama volume pasar global pada awal periode ini.

Meski begitu, pertumbuhan pasar yang hanya 1% menunjukkan persaingan berlangsung di tengah kondisi yang belum benar-benar pulih. Vendor besar tampak berupaya mengamankan distribusi lebih cepat, sementara tekanan biaya dan lemahnya permintaan masih membayangi.

Omdia memperkirakan periode berikutnya akan diwarnai fase penyesuaian setelah dorongan pasokan dari vendor. Persediaan kanal yang tinggi dan permintaan konsumen yang secara umum lemah disebut akan menjadi faktor utama yang membentuk pasar smartphone global menuju paruh kedua 2026.

Source: www.gsmarena.com

Terkait