Apple kembali mencatat momen besar lewat iPhone 17 series. Dalam laporan kuartal kedua tahun 2026, lini terbaru itu disebut sebagai model iPhone paling populer sepanjang sejarah.
Pernyataan tersebut datang dari CFO Apple Kevin Parekh kepada Financial Times. Ia menegaskan bahwa seri iPhone 17 telah menjadi lini produk terpopuler yang pernah dimiliki Apple, seiring penjualan yang kembali mencetak rekor.
Permintaan tinggi, pasokan masih ketat
Di sisi lain, CEO Tim Cook mengatakan permintaan terhadap iPhone masih sangat tinggi. Namun, penjualan yang kuat itu belum sepenuhnya diikuti kelancaran pasokan karena ketersediaan komponen masih terbatas.
Cook menjelaskan bahwa fleksibilitas rantai pasok saat ini menurun untuk memperoleh lebih banyak komponen. Kondisi itu membuat Apple belum bisa memenuhi permintaan secara maksimal meski minat pasar terus naik.
Masalah tersebut ikut memengaruhi ketersediaan chip A19 dan A19 Pro yang diproduksi TSMC. Pabrikan asal Taiwan itu juga tengah memproduksi chip AI dengan permintaan yang sama tingginya.
Dampak ke bisnis Apple ikut melebar
Cook juga menyoroti risiko pasokan memori untuk iPhone dan produk Apple lainnya. Ia mengatakan Apple memperkirakan biaya memori akan jauh lebih tinggi pada kuartal Juni, lalu memberi dampak besar pada bisnis perusahaan setelahnya.
Menurut Cook, kenaikan biaya memori dalam beberapa bulan terakhir masih bisa diimbangi sebagian karena Apple telah menimbun pasokan dalam jumlah besar. Seiring stok itu menyusut, tekanan biaya diperkirakan makin terasa.
Meski menghadapi kendala komponen, Apple tetap membukukan kinerja keuangan yang kuat. Total pendapatan perusahaan mencapai USD 111,2 miliar pada kuartal kedua tahun 2026.
Pendapatan iPhone naik tajam
Pendapatan dari iPhone tercatat melonjak 22 persen menjadi USD 57 miliar. Angka itu menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap iPhone tetap kuat, bahkan ketika pasokan belum sepenuhnya normal.
Di luar iPhone, bisnis Mac juga ikut terdorong oleh kehadiran MacBook Neo yang harganya terjangkau. Segmen itu menembus pendapatan USD 8,4 miliar, sementara iPad mencapai USD 6,91 miliar.
Bisnis layanan Apple juga mencetak rekor baru dengan pendapatan USD 30,98 miliar. Segmen ini mencakup Apple One, Apple Music, Apple TV, dan sejumlah layanan lain yang terus menjadi penopang penting bagi pendapatan perusahaan.
Posisi iPhone 17 makin menonjol di tengah persaingan komponen
Kombinasi antara permintaan tinggi dan keterbatasan komponen membuat iPhone 17 series tampil menonjol di tengah pasar yang kompetitif. Apple tampaknya masih harus menyeimbangkan dua hal sekaligus, yakni menjaga suplai dan memenuhi lonjakan minat konsumen.
Dengan rekor penjualan yang terus berlanjut, lini iPhone 17 kini bukan hanya menjadi produk utama Apple. Seri ini juga telah naik menjadi salah satu penentu terbesar bagi kinerja bisnis perusahaan secara keseluruhan.
Source: inet.detik.com






