Infinix GT 50 Pro langsung menyasar gamer mobile yang mencari ponsel kencang dengan fitur yang memang dirancang untuk bermain. Perangkat ini resmi dijual di Indonesia mulai 25 April dengan harga mulai Rp6.999.000 untuk varian 256GB.
Posisinya juga menarik karena hadir sebagai penerus GT 30 Pro dan menjadi bagian awal ekosistem GT untuk gamer mobile. Infinix bahkan menyiapkan aksesori tambahan yang dibuat khusus untuk mendukung pengalaman bermain game yang lebih serius.
Performa jadi fokus utama
Di bagian dapur pacu, GT 50 Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 8400 Ultimate berbasis 4nm. Chipset ini memiliki kecepatan hingga 3,25GHz dan dipasangkan dengan GPU Mali G720 MC6.
Kombinasi tersebut diperkuat RAM 12GB LPDDR5X dan penyimpanan hingga 512GB UFS 4.1. Infinix juga menambahkan chip jaringan N1 buatan sendiri untuk menjaga koneksi tetap stabil dan membantu mengurangi lag saat bermain online.
Ponsel ini menjalankan Android 16 dengan antarmuka XOS 16. Infinix menjanjikan tiga tahun pembaruan sistem operasi dan lima tahun update keamanan.
Trigger fisik jadi pembeda
Salah satu fitur paling menonjol ada pada shoulder trigger fisik di sisi bodi. Tombol sensitif tekanan ini mendukung tekan ringan, tekan kuat, dan gesture geser.
Setiap trigger dapat diatur menjadi empat kontrol berbeda. Tingkat sensitivitasnya juga bisa disesuaikan dalam 10 level, sehingga pemain bisa mengatur respons sesuai gaya bermain.
Di luar kebutuhan gaming, tombol ini juga bisa dipakai untuk screenshot atau merekam layar. Kehadiran fitur itu membuat GT 50 Pro terasa lebih fleksibel untuk penggunaan harian.
Layar cepat dan terang
Sektor tampilan memakai panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K. Angkanya mencapai 1208 x 2644 piksel, lengkap dengan refresh rate 144Hz untuk animasi yang lebih mulus.
Infinix juga membekali touch sampling rate 330Hz agar respons sentuhan terasa cepat. Bahkan, instant touch sampling diklaim mencapai 2800Hz, yang menjadi nilai penting untuk game kompetitif.
Layar ini memiliki kecerahan puncak 4500 nits sehingga tetap mudah dibaca di luar ruangan. Perlindungannya memakai Gorilla Glass 7i.
Pendinginan, kamera, dan daya tahan
Untuk menjaga suhu, Infinix memakai sistem pendinginan cair dengan micro pump dan ceramic heat pump. Cairan pendingin disebut bersirkulasi hingga 6,5 ml per menit agar suhu perangkat tetap stabil saat beban berat.
Ada juga aksesori opsional GT Magcharge Cooler 2.0. Pendingin eksternal ini menawarkan pendinginan termoelektrik 12W sekaligus wireless bypass charging.
Di sektor kamera, GT 50 Pro membawa kamera utama 50MP dengan OIS dan EIS, kamera ultra wide 8MP, serta kamera depan 13MP. Seluruh kameranya mendukung perekaman video hingga 4K 60fps.
Fitur lain yang ikut dibawa mencakup speaker stereo Dolby Atmos, sensor sidik jari dalam layar, IR blaster, dan sertifikasi IP64. Daya tahannya ditopang baterai 6500mAh dengan pengisian 45W kabel, 30W nirkabel, dan reverse charging 10W.
Harga dan varian
Infinix GT 50 Pro hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Black Abyss, Red Blaze, dan Silver Glacier. Untuk pasar Indonesia, varian 256GB dijual Rp6.999.000, sedangkan varian 512GB dibanderol Rp7.999.000.
Dengan kombinasi chipset kencang, layar 144Hz, trigger fisik, dan baterai besar, GT 50 Pro menempatkan diri sebagai opsi menarik di kelas ponsel gaming menengah-atas. Keberadaan aksesori pendingin tambahan juga membuat perangkat ini terlihat semakin serius membidik pengguna yang mengutamakan performa bermain.







