Fitur Always-On Display atau AOD kini tidak lagi eksklusif untuk smartwatch kelas menengah ke atas. Di pasar Indonesia, smartband dengan layar yang tetap menampilkan jam dan informasi penting bahkan sudah tersedia mulai kisaran Rp 400.000-an.
Perubahan ini membuat gelang pintar semakin menarik untuk pengguna yang ingin perangkat ringkas, hemat biaya, tetapi tetap praktis dipakai harian. Sejumlah model juga menawarkan kombinasi layar AMOLED, fitur kesehatan, mode olahraga, dan baterai tahan lama.
Bagi pengguna yang mencari smartband murah dengan AOD, ada lima model yang layak diperhatikan. Rentang harganya mulai Rp 499.000 hingga Rp 1.049.000.
Pilihan smartband AOD yang paling terjangkau
Jete AM5 menjadi salah satu opsi termurah dalam daftar ini dengan harga Rp 499.000. Perangkat ini memakai layar AMOLED 1,74 inci dan sudah mendukung AOD untuk menampilkan informasi tanpa perlu menyalakan layar penuh.
Di luar itu, Jete AM5 juga membawa pemantauan detak jantung, penghitung langkah, serta beberapa mode olahraga dasar. Smartband lokal ini juga memiliki ketahanan debu dan air dengan sertifikasi IP67 untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Huawei Band 11 hadir sedikit di atasnya dengan harga Rp 599.000. Model ini mengusung layar AMOLED 1,62 inci dalam bodi yang ramping dan ringan, sekaligus mendukung AOD.
Huawei melengkapi Band 11 dengan pemantauan detak jantung, tingkat stres, dan kualitas tidur. Efisiensi dayanya juga menjadi nilai jual karena mampu bertahan sekitar dua minggu dalam sekali pengisian.
Xiaomi Smart Band 10 dijual Rp 669.000 di Indonesia. Perangkat ini menawarkan layar AMOLED 1,72 inci dan fitur AOD, sehingga waktu bisa dilihat tanpa perlu menyentuh layar.
Keunggulan lain ada pada daya tahan baterainya yang diklaim bisa mencapai dua hingga tiga minggu. Xiaomi juga menyertakan ratusan mode olahraga dan fitur kesehatan yang tergolong lengkap di kelasnya.
Pilihan untuk yang ingin fitur lebih lengkap
Samsung Galaxy Fit 3 dipasarkan dengan harga Rp 899.000. Smartband ini memakai layar AMOLED 1,6 inci yang lebar dan sudah mendukung AOD untuk tampilan jam yang selalu aktif.
Samsung juga membekali Galaxy Fit 3 dengan lebih dari 100 mode olahraga dan pemantauan tidur. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 13 hari, sehingga tetap praktis untuk penggunaan rutin tanpa terlalu sering diisi ulang.
Oppo Band 2 menjadi model dengan harga tertinggi dalam daftar ini, yakni Rp 1.049.000. Perangkat ini mengandalkan layar AMOLED 1,57 inci dengan desain memanjang dan dukungan AOD.
Dari sisi fitur, Oppo Band 2 membawa pemantauan detak jantung, kualitas tidur, serta beragam mode olahraga. Format layarnya juga dirancang agar informasi lebih cepat terbaca saat dipakai beraktivitas.
Perbandingan singkat harga dan fitur utama
Berikut ringkasan lima smartband AOD yang tersedia di Indonesia:
| Model | Layar | Fitur utama | Harga |
|---|---|---|---|
| Jete AM5 | AMOLED 1,74 inci | AOD, detak jantung, langkah, IP67, mode olahraga dasar | Rp 499.000 |
| Huawei Band 11 | AMOLED 1,62 inci | AOD, detak jantung, stres, tidur, baterai sekitar dua minggu | Rp 599.000 |
| Xiaomi Smart Band 10 | AMOLED 1,72 inci | AOD, ratusan mode olahraga, fitur kesehatan, baterai dua hingga tiga minggu | Rp 669.000 |
| Samsung Galaxy Fit 3 | AMOLED 1,6 inci | AOD, 100+ mode olahraga, pemantauan tidur, baterai hingga 13 hari | Rp 899.000 |
| Oppo Band 2 | AMOLED 1,57 inci | AOD, detak jantung, kualitas tidur, beragam mode olahraga | Rp 1.049.000 |
Jika dilihat dari harga, Jete AM5 menjadi pintu masuk termurah untuk mencoba smartband dengan AOD. Namun, pengguna yang lebih mengutamakan daya tahan baterai bisa melirik Huawei Band 11 atau Xiaomi Smart Band 10.
Bagi yang mencari keseimbangan antara merek besar, fitur olahraga, dan layar AMOLED dengan AOD, Samsung Galaxy Fit 3 dan Oppo Band 2 tetap punya daya tarik sendiri. Pilihan akhirnya akan bergantung pada prioritas pengguna, apakah lebih condong ke harga, baterai, ukuran layar, atau kelengkapan fitur kesehatan.
Yang perlu diperhatikan, harga tersebut berlaku saat informasi ini dihimpun dan dapat berubah sewaktu-waktu. Meski begitu, daftar ini menunjukkan bahwa smartband dengan AOD kini sudah jauh lebih mudah dijangkau dibanding sebelumnya.
