OnePlus kembali menarik perhatian pasar smartphone gaming lewat Ace 6 Ultra yang baru saja meluncur di Tiongkok. Daya tarik utamanya ada pada baterai 8.600mAh, kontroler gaming dengan respons 1,8 milidetik, dan desain yang tetap terlihat seperti flagship biasa.
Perangkat ini langsung diposisikan sebagai lawan serius di kelas flagship gaming. Dengan harga mulai 3.799 yuan, atau 3.499 yuan saat promo peluncuran, Ace 6 Ultra masuk ke ring yang sama dengan Redmi K90 Ultra dan ROG Phone 9.
Desain yang tidak terlihat seperti HP gaming
OnePlus memilih pendekatan yang berbeda dari kebanyakan ponsel gaming. Ace 6 Ultra tidak memakai lampu RGB berlebihan, sirip pendingin besar, atau bodi memanjang yang mencolok.
Bodinya dibuat setebal 8,45 mm dengan bobot 217 gram. Dua pilihan warnanya adalah Ace Awakening dengan nuansa hitam metalik beraksen merah dan Metal Storm dengan finishing matte abu-abu futuristik.
Chipset 3nm dan performa untuk esports mobile
Di dalamnya, OnePlus menanamkan MediaTek Dimensity 9500 berbasis 3nm. Kombinasi ini ditujukan untuk efisiensi daya sekaligus performa grafis tinggi saat bermain game kompetitif.
Dalam pengujian internal OnePlus menggunakan Delta Force pada pengaturan grafis maksimal, perangkat ini mencatat rata-rata 164,7 fps. Hasil tersebut menunjukkan performa yang stabil dan minim frame drop.
Konfigurasi memorinya juga dibuat agresif untuk kelas gaming. Varian tertinggi hadir dengan 16GB RAM LPDDR5X dan penyimpanan 1TB UFS 4.1.
Kecepatan baca dan tulis UFS 4.1 disebut mencapai 4.300 MB/s. Ini membantu loading game besar seperti Genshin Impact dan PUBG Mobile berlangsung lebih cepat.
Untuk mendukung performa, OnePlus menyematkan Wind Chaser Gaming Kernel. Sistem ini memprioritaskan CPU dan GPU saat game berjalan, sambil membatasi gangguan dari notifikasi latar belakang.
Layar cepat dengan sentuhan super responsif
Ace 6 Ultra memakai layar AMOLED 6,78 inci 1,5K dengan resolusi sekitar 2780 x 1264. Panel ini mendukung refresh rate 165Hz dan kecerahan puncak 2.000 nits.
Fitur yang paling menonjol adalah Lingxi Touch Core dengan touch sampling hingga 4000Hz. Artinya, layar memindai input sentuhan setiap 0,25 milidetik.
Dalam praktiknya, reaksi sentuhan menjadi jauh lebih cepat dari flagship umum maupun banyak HP gaming lain. OnePlus juga menambahkan Shooting Display Enhancement, Footstep Sound Enhancement, dan Crosshair Assist Overlay untuk membantu pemain di game tembak-menembak.
Kontroler tanpa joystick jadi sorotan utama
Bintang terbesar dari ekosistem Ace 6 Ultra adalah Gunfire Gaming Controller. Aksesori ini hadir tanpa joystick analog, karena OnePlus memilih fokus pada akurasi tembakan ketimbang gerakan kamera yang halus.
Trigger mekanisnya memakai micro-switch dengan respons 1,8 milidetik. Kontroler ini juga dibekali chip esports khusus agar pemrosesan input berjalan terpisah dari sistem utama.
Desainnya mengikuti bentuk grip ala konsol, dan ada dukungan heat sink magnetik untuk sesi bermain panjang. Kontroler ini menempel secara magnetik ke bagian bawah ponsel dan langsung terdeteksi oleh sistem.
Harga kontroler tersebut dipatok 449 yuan, atau sekitar Rp970 ribu, dan dijual terpisah. Bagi pemain Call of Duty Mobile, PUBG, dan Free Fire, kombinasi ini diposisikan untuk menghadirkan pengalaman menembak yang mendekati konsol.
Baterai besar, pengisian cepat, dan pendinginan agresif
Keunggulan lain Ace 6 Ultra ada pada baterai 8.600mAh yang disusun dalam desain dual-cell, masing-masing 4.300mAh. Skema ini dipakai untuk mengurangi tekanan termal saat pengisian cepat dan menjaga stabilitas arus saat gaming intensif.
OnePlus mengklaim dukungan 120W SuperVOOC mampu mengisi baterai dari 0 ke 100 persen dalam sekitar 35 menit. Saat dipakai bermain game berat selama 2 jam, sisa daya diklaim masih di atas 50 persen.
Sistem pendingin Glacier Cooling juga disiapkan untuk menjaga suhu tetap terkendali. Solusinya meliputi heat pipe uap ganda, lapisan grafit multi-layer, dan pendinginan aktif berbasis aliran udara mikro.
Dengan rangkaian itu, suhu permukaan diklaim tetap di bawah 42 derajat Celsius meski Genshin Impact dijalankan selama 60 menit nonstop. Ini membuat Ace 6 Ultra terlihat serius di sisi stabilitas, bukan hanya spesifikasi di atas kertas.
Tahan air di level yang jarang ada pada HP gaming
OnePlus juga memberi perlindungan yang tidak umum untuk perangkat gaming. Ace 6 Ultra mengantongi sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K.
Artinya, perangkat ini tahan semburan air kuat, rendaman hingga 1,5 meter selama 30 menit, serta tekanan air panas tinggi. Kombinasi ini membuatnya lebih aman digunakan di luar ruangan, termasuk saat hujan deras atau lingkungan lembap.
Varian yang tersedia mencakup 12/256GB, 16/512GB, dan 16/1TB. Untuk saat ini, Ace 6 Ultra baru tersedia di Tiongkok dan belum ada pengumuman untuk pasar global.
