Motorola Edge 70 Pro langsung menempatkan kamera sebagai salah satu daya tarik terkuatnya. Ponsel ini membawa konfigurasi serbabisa dengan resolusi 50MP di semua lensa, lensa periscope telephoto 3.5 kali, dan perekaman video hingga 4K 60 FPS.
Di kelasnya, pendekatan ini terasa ambisius karena Motorola juga menanamkan sensor besar dan fitur pendukung yang lengkap. Hasilnya, Edge 70 Pro tidak hanya ditujukan untuk foto harian, tetapi juga untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas zoom, foto macro, dan video berkualitas tinggi.
Semua lensa 50MP
Motorola Edge 70 Pro memakai kamera utama 50MP f/1.8 dengan OIS, focal length 24 mm, dan ukuran sensor 1/1.56 inci. Di sisi lain, kamera ultrawide 50MP f/2.0 hadir dengan focal length 12 mm, sudut pandang 122 derajat, serta ukuran sensor 1/2.76 inci.
Konfigurasi itu dilengkapi kamera periscope telephoto 50MP f/2.5 dengan OIS dan focal length 81 mm. Untuk selfie, Motorola juga menyematkan kamera 50MP f/1.9 dengan ukuran sensor 1/2.76 inci.
Resolusi yang sama di seluruh kamera memberi nilai jual yang menarik. Secara teori, pendekatan ini membantu menghasilkan detail yang tajam, warna yang akurat, dan konsistensi kualitas antarlensa.
Zoom optikal dan digital
Kamera periscope telephoto menjadi fitur yang paling menonjol di Edge 70 Pro. Motorola menyebut lensa ini mampu memberikan pembesaran optikal 3.5 kali, sementara pembesaran digitalnya bisa mencapai 50 kali dengan bantuan AI.
Kemampuan itu membuat ponsel ini lebih fleksibel untuk mengambil objek jarak jauh. Namun, tidak semua wilayah mendapat kamera periscope telephoto, sehingga unit di daerah tertentu hanya membawa kamera utama, ultrawide, dan selfie.
Rekaman video yang serius
Motorola Edge 70 Pro juga menawarkan kemampuan video yang kuat. Berdasarkan spesifikasi resmi Motorola, perangkat ini bisa merekam video hingga 4K 60 FPS dan mendukung format HDR10+ untuk perekaman 4K.
Untuk kebutuhan gerakan lambat, ponsel ini bisa merekam 4K di 120 FPS. Jika masih kurang, tersedia juga mode slow motion 1080p 240 FPS.
Kombinasi ini menempatkan Edge 70 Pro di level yang terasa mendekati ponsel flagship. Bagi content creator, kemampuan tersebut memberi ruang lebih besar untuk membuat konten video dengan detail tinggi dan gerakan yang lebih halus.
Sensor dari Sony dan Samsung
Kualitas kamera Edge 70 Pro juga ditopang pemilihan sensor yang lebih baru. Kamera utama memakai sensor SONY LYT-710, naik dari SONY LYT-700C yang dipakai Edge 60 Pro.
Kamera ultrawide dan selfie sama-sama menggunakan Samsung ISOCELL JN5. Pada Edge 60 Pro, dua sektor itu masih memakai Samsung ISOCELL JNS, sehingga ada peningkatan di generasi baru ini.
Perpaduan sensor dari Sony dan Samsung memberi dasar yang kuat bagi sistem kamera Edge 70 Pro. Motorola tampaknya ingin menjaga keseimbangan antara detail, warna, dan stabilitas hasil foto di berbagai kondisi.
Ultrawide yang bisa jadi macro
Salah satu fitur yang memperluas fungsi kamera adalah autofokus pada lensa ultrawide. Fitur ini membuat kamera ultrawide bisa menangkap objek dari jarak sangat dekat dan berfungsi sebagai kamera macro.
Karena resolusinya 50MP, hasil macro berpotensi tampil tajam dan cukup akurat dalam warna. Meski begitu, hasilnya tetap tidak sepenuhnya sempurna karena ketajaman hanya fokus pada satu titik dan bisa muncul blur atau distorsi di beberapa sisi.
Dengan kombinasi zoom jauh, macro, dan OIS di kamera utama, Motorola Edge 70 Pro tampil sebagai ponsel mid-range yang sangat bergantung pada kekuatan kameranya. Di atas kertas, perangkat ini dirancang untuk menghasilkan foto dan video yang tajam, stabil, dan minim noise di banyak situasi.
Source: www.idntimes.com






