Motorola resmi menambah tiga model baru di keluarga ponsel lipat Razr sekaligus, yaitu Razr 70, Razr 70 Plus, dan Razr 70 Ultra. Peluncuran global trio ini menegaskan strategi Motorola yang kini punya opsi lebih rapat: versi standar, versi penengah, dan varian premium.
Kehadiran Razr 70 Plus menjadi sorotan tersendiri karena posisinya mengisi celah antara model reguler dan Ultra. Dengan begitu, pembeli mendapat pilihan yang lebih beragam sesuai kebutuhan performa, kamera, hingga kapasitas baterai.
Desain clamshell masih dipertahankan
Ketiga model tetap memakai desain clamshell atau lipat ke bawah. Motorola juga menawarkan berbagai tekstur dan warna untuk lini ini, sementara varian standar hadir dalam pilihan Pantone Hematite, Pantone Bright White, Pantone Sporting Green, dan Pantone Violet Ice.
Secara umum, ketiganya membawa layar utama 6,9 inci. Perbedaan paling mudah terlihat ada pada layar cover, karena Razr 70 memakai panel 3,63 inci, sedangkan Razr 70 Plus dan Razr 70 Ultra sama-sama menggunakan layar cover 4 inci.
Mesin, RAM, dan memori dibuat berbeda jelas
Di sektor dapur pacu, Motorola membedakan ketiga model dengan chipset yang berbeda. Razr 70 memakai MediaTek Dimensity 7450X, Razr 70 Plus mengandalkan Snapdragon 8s Gen 3, dan Razr 70 Ultra dibekali Snapdragon 8 Elite.
Konfigurasi memorinya juga dipisah sesuai kelas. Razr 70 hadir dengan RAM 8GB atau 12GB dan penyimpanan 128GB, 256GB, atau 512GB, sedangkan Razr 70 Plus tersedia dengan RAM 12GB dan memori 256GB atau 512GB.
Razr 70 Ultra mendapat opsi paling tinggi dengan RAM 12GB atau 16GB. Penyimpanannya juga paling besar, yakni 256GB, 512GB, hingga 1TB.
Kamera dan baterai ikut jadi pembeda utama
Sektor kamera menunjukkan jarak kelas yang cukup jelas. Razr 70 dan Razr 70 Plus sama-sama membawa kamera utama 50MP dan ultrawide 50MP, tetapi Razr 70 hanya mencantumkan kamera utama dan ultrawide tanpa kamera depan di data yang tersedia.
Razr 70 Plus menambahkan kamera depan 32MP, sementara Razr 70 Ultra memakai kamera depan 50MP. Untuk varian tertinggi ini, Motorola juga menyematkan sensor LOFIC dan FLOGIC pada sistem kameranya.
Daya tahan baterai juga berbeda. Razr 70 membawa baterai 4.800 mAh dengan fast charging 30W dan wireless charging 15W.
Razr 70 Plus naik ke 4.500 mAh, tetapi mendukung fast charging 45W, wireless charging 15W, dan reverse charging 5W. Razr 70 Ultra paling besar dengan baterai 5.000 mAh, fast charging 68W, wireless charging 30W, dan reverse charging 5W.
Ukuran bodi dan bobot ikut menegaskan kelasnya
Motorola juga membedakan dimensi setiap model. Razr 70 Ultra tercatat memiliki ukuran 171 x 74 x 7,19 mm saat terbuka dan 88 x 74 x 15,69 mm saat terlipat, dengan bobot 199 gram.
Razr 70 Plus sedikit lebih tipis saat terbuka, yakni 7,09 mm, dan 15,32 mm saat terlipat. Bobotnya 189 gram, sehingga posisinya berada di tengah untuk ukuran dan massa.
Razr 70 menjadi model paling ringan dengan bobot 188 gram. Dimensinya 171 x 74 x 7,25 mm saat terbuka dan 88 x 74 x 15,85 mm saat terlipat.
Harga menempatkan Ultra sebagai model paling mahal
Di pasar Eropa, Razr 70 dibanderol mulai 869 euro untuk konfigurasi RAM 8GB dan penyimpanan 256GB. Razr 70 Plus dipasarkan 1.049 euro untuk versi 12GB/256GB dan 1.149 euro untuk 12GB/512GB.
Razr 70 Ultra berada di puncak harga dengan banderol 1.399 euro. Harga-harga tersebut disebut untuk wilayah Eropa yang biasanya lebih tinggi, sehingga belum menjadi patokan untuk pasar lain.
Belum ada kepastian apakah seri Razr 70 akan masuk ke Indonesia. Namun, Motorola sebelumnya sudah merilis Razr 60 ke Indonesia pada Februari 2026 dengan harga Rp 11,9 juta, sehingga kehadiran penerusnya masih terbuka untuk diikuti.
Source: gadgetsquad.id






