
Apple kembali memimpin pasar ponsel pintar global pada kuartal pertama tahun ini. Menurut data Counterpoint, iPhone 17 menjadi smartphone terlaris di dunia dan menyumbang 6% dari seluruh penjualan smartphone selama periode tersebut.
Capaian itu menegaskan kuatnya posisi model dasar iPhone, bukan hanya varian Pro. Bahkan, iPhone 17 unggul lebih jauh dari saudara yang lebih mahal, yaitu iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro, yang melengkapi tiga besar penjualan global.
Dominasi Apple pada awal tahun ini terlihat dari komposisi daftar perangkat terlaris. Selain menempatkan tiga model teratas, Apple juga masih membawa iPhone 16 lama ke dalam daftar, tepatnya di posisi keenam.
Hasil ini menarik karena pasar premium biasanya lebih banyak disorot lewat model kelas atas. Namun, data kuartal pertama justru menunjukkan bahwa model iPhone standar mampu menjadi pendorong volume terbesar bagi Apple di pasar global.
Menurut analis senior Counterpoint, Harshit Rastogi, iPhone 17 terus mengungguli pendahulunya berkat sejumlah peningkatan utama. Ia menyebut kapasitas penyimpanan dasar yang lebih besar, resolusi kamera yang lebih tinggi, serta refresh rate layar yang ditingkatkan membuat perangkat ini semakin dekat ke varian Pro dan menawarkan nilai yang lebih kuat untuk pasar yang lebih luas.
Counterpoint juga mencatat pertumbuhan tahunan dua digit untuk iPhone 17 di pasar penting seperti China dan Amerika Serikat. Di Korea Selatan, penjualannya bahkan disebut tumbuh tiga kali lipat sepanjang kuartal tersebut.
Sementara itu, iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro mempertahankan daya tarik di segmen atas. Kedua model ini menempati posisi berikutnya dengan mengandalkan kemampuan yang lebih maju pada kamera, baterai, serta pembaruan warna, material, dan finishing.
Android terlaris datang dari kelas terjangkau
Di luar Apple, ponsel Android terlaris pada tiga bulan pertama tahun ini justru datang dari segmen yang sangat berbeda. Samsung Galaxy A07 4G menjadi perangkat Android dengan penjualan tertinggi pada periode itu.
Model 4G ini disebut sangat populer di pasar negara berkembang, termasuk Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Kehadirannya menunjukkan bahwa permintaan global masih sangat besar untuk ponsel terjangkau dengan fokus pada harga dan kebutuhan dasar, bukan semata teknologi jaringan terbaru.
Samsung juga menempatkan Galaxy A17 4G ke dalam 10 besar. Kedua perangkat LTE ini dijanjikan menerima enam pembaruan sistem operasi utama, sebuah nilai tambah yang dapat memperpanjang usia pakainya meski modem lawasnya dinilai bisa menjadi keterbatasan dalam jangka lebih panjang.
Menariknya, Galaxy A17 versi 5G justru berada di posisi yang lebih tinggi dibanding varian 4G dalam daftar tersebut. Ini memperlihatkan bahwa Samsung mampu menjangkau pasar lewat dua pendekatan sekaligus, yakni model hemat biaya dan model yang menawarkan konektivitas lebih mutakhir.
Kekuatan Samsung juga tampak melalui seri menengahnya. Galaxy A56 dan Galaxy A36 masing-masing menempati posisi ketujuh dan kedelapan, menegaskan pentingnya lini A50 dan A30 bagi volume penjualan perusahaan.
Absennya flagship Android tidak berarti melemah
Satu hal yang cukup mencolok dari daftar kuartal pertama adalah tidak adanya Galaxy S26 Ultra. Pada tahun sebelumnya, Galaxy S25 Ultra menjadi satu-satunya flagship Android yang berhasil masuk daftar ponsel terlaris.
Namun, Counterpoint meminta hasil ini tidak dibaca berlebihan. Galaxy S26 Ultra disebut hanya terpaut tipis dari 10 besar, sementara waktu peluncurannya juga lebih terlambat, yakni pada Maret 2026, dibanding Galaxy S25 Ultra yang meluncur pada Februari 2025.
Faktor waktu tersebut penting karena berarti Galaxy S26 Ultra hanya menikmati bagian akhir kuartal pertama. Dengan kata lain, performanya belum mendapat ruang penjualan penuh sepanjang tiga bulan seperti sebagian besar model lain dalam daftar.
Xiaomi juga kembali masuk daftar 10 besar lewat model yang tidak terduga. Perangkat itu adalah Redmi A5, salah satu ponsel Android Go termurah, yang juga masih mengandalkan jaringan 4G.
Seperti Galaxy A07, Redmi A5 disebut populer di pasar negara berkembang. Pola ini menggarisbawahi bahwa volume penjualan global tidak hanya ditentukan oleh ponsel premium, tetapi juga oleh perangkat murah yang menjawab kebutuhan pasar luas dengan spesifikasi sederhana.
Gambaran kuartal pertama tahun ini akhirnya menunjukkan dua arus besar sekaligus. Di satu sisi, Apple memimpin lewat iPhone 17 yang makin mendekati pengalaman seri Pro, sementara di sisi lain segmen Android bertumpu kuat pada ponsel 4G murah dan lini menengah yang menjangkau pasar berkembang dalam skala besar.
Source: www.gsmarena.com








