
Motorola mulai menekan persaingan ponsel lipat model buku dengan Razr Fold, perangkat pertama perusahaan di kategori ini. Kehadirannya langsung menantang Google Pixel 10 Pro Fold karena menawarkan bodi lebih tipis, baterai lebih besar, dan spesifikasi kamera yang lebih agresif.
Persaingan ini menarik karena Pixel 10 Pro Fold selama ini unggul di sisi daya tahan dan pengalaman software. Namun kini Google berhadapan dengan rival baru yang datang dengan harga kompetitif dan sejumlah spesifikasi yang di atas kertas terlihat lebih menggiurkan.
Motorola memperkenalkan Razr Fold pada ajang CES 2026 lewat Lenovo. Langkah ini menandai perubahan penting bagi lini Razr yang sebelumnya hanya dikenal sebagai seri ponsel lipat bergaya flip.
Di pasar foldable gaya buku, kehadiran model baru dari Motorola memberi alternatif yang lebih luas. Selama ini pilihan di segmen tersebut tergolong terbatas, sehingga duel dengan Pixel 10 Pro Fold menjadi salah satu pertarungan paling menarik di kelas premium.
Desain tipis lawan ketahanan maksimal
Razr Fold tampil dengan bodi yang lebih ramping dibanding Pixel 10 Pro Fold. Saat dibuka, ketebalannya 4.55 mm dan saat ditutup 9.89 mm, dengan bobot 243 gram.
Pixel 10 Pro Fold lebih tebal dan lebih berat. Perangkat ini memiliki ketebalan 5.2 mm saat dibuka, 10.8 mm saat dilipat, dan bobot 258 gram.
Dalam soal kenyamanan genggam dan portabilitas, Motorola berada di posisi unggul. Namun Google memegang kelebihan penting di sektor ketahanan karena Pixel 10 Pro Fold menjadi foldable pertama dengan sertifikasi IP68 untuk perlindungan debu dan air.
Razr Fold membawa rating IP48/IP49 yang tetap kuat untuk perlindungan air. Meski begitu, perlindungan debunya belum setara dengan yang ditawarkan Pixel.
Google juga membekali Pixel 10 Pro Fold dengan engsel yang didesain ulang. Perubahan ini memungkinkan layar penutup 6.4 inci sekaligus diklaim meningkatkan daya tahan.
Motorola menawarkan dua opsi warna dengan karakter finishing berbeda. Varian Pantone Lily White hadir dengan sentuhan halus, sementara Blackened Blue memakai tekstur yang terinspirasi diamond piqué.
Layar besar dan sangat terang
Razr Fold dibekali layar luar 6.6 inci pOLED dan layar utama lipat 8.1 inci OLED 2K. Layar luarnya mendukung refresh rate 165Hz, sedangkan layar dalamnya 120Hz.
Kedua panel Razr Fold merupakan panel 10-bit. Tingkat kecerahan puncaknya juga sangat tinggi, dengan angka 6,000 nits pada layar luar dan sekitar 6,200 nits untuk panel lipat berdasarkan daftar spesifikasi.
Pixel 10 Pro Fold membawa layar penutup 6.4 inci dan layar lipat 8 inci. Kedua panelnya mendukung tingkat kecerahan sekitar 3,000 nits dan tetap disebut mampu terbaca baik di bawah sinar matahari.
Untuk perlindungan layar luar, Motorola memakai Gorilla Glass Ceramic 3. Google menggunakan Gorilla Glass Victus 2 pada panel penutup Pixel 10 Pro Fold.
Motorola juga memberi dukungan stylus lewat Moto Pen Ultra yang dijual terpisah seharga $99. Fitur ini menambah nilai bagi pengguna yang ingin mencatat atau menggambar di layar besar.
Performa dan baterai jadi senjata utama Motorola
Razr Fold ditenagai Snapdragon 8 Gen 5 dengan RAM 16GB LPDDR5X dan penyimpanan 512GB. Pixel 10 Pro Fold memakai Tensor G5 dengan RAM 16GB serta pilihan storage 256GB, 512GB, dan 1TB.
Di atas kertas, chip Qualcomm pada Razr Fold dinilai lebih kuat untuk multitasking berat, gaming, dan aplikasi yang menuntut kinerja tinggi. Tensor G5 disebut lebih cepat dari generasi sebelumnya, tetapi belum menyamai performa Snapdragon di kelas ini.
Perbedaan besar juga terlihat pada baterai. Razr Fold membawa baterai 6,000mAh, sementara Pixel 10 Pro Fold memiliki 5,015mAh.
Keunggulan Motorola berlanjut di pengisian daya. Razr Fold mendukung 80W TurboPower wired charging dan 50W wireless charging, sedangkan Pixel 10 Pro Fold disebut hanya mendukung 30W.
Google tetap punya nilai tambah pada pengisian nirkabel. Pixel 10 Pro Fold mendukung Pixelsnap Qi2 dengan magnet penuh untuk charger dan aksesori, sesuatu yang belum dimiliki Razr Fold.
Kamera: Motorola lebih mewah, Google masih kuat di hasil akhir
Motorola membekali Razr Fold dengan tiga kamera belakang 50MP. Konfigurasinya terdiri dari kamera utama Sony LYTIA 50MP, telefoto 50MP dengan zoom optik 3x, dan ultrawide 50MP dengan autofocus.
Pixel 10 Pro Fold membawa kamera utama 48MP, telefoto 10.8MP, dan ultrawide 10.5MP. Secara spesifikasi, paket kamera Motorola terlihat jauh lebih agresif.
Kamera depan juga menunjukkan perbedaan jelas. Razr Fold memakai sensor 32MP di layar luar dan 20MP di layar dalam, sedangkan Pixel 10 Pro Fold mengandalkan kamera 10MP di kedua sisi.
Meski demikian, Google masih dikenal menghasilkan kualitas foto yang baik. Pixel 10 Pro Fold juga memiliki zoom optik 5x, yang dinilai berpotensi memberi hasil zoom lebih baik dibanding telefoto 3x milik Motorola.
Software: janji sama, eksekusi bisa berbeda
Kedua ponsel menjalankan Android 16 dan sama-sama dijanjikan mendapat tujuh tahun pembaruan OS. Ini penting karena Motorola untuk pertama kalinya menyamai komitmen update jangka panjang dari Google.
Namun, ketepatan waktu update masih menjadi pertanyaan bagi Motorola. Google tetap unggul dalam reputasi pembaruan hari pertama dan pengalaman software yang lebih matang serta konsisten.
Pixel 10 Pro Fold juga membawa fitur AI dan pembaruan berkala lewat Pixel Drop. Di sisi lain, Google masih tertinggal dalam multitasking karena layar lipatnya tetap dibatasi untuk dua aplikasi sekaligus.
Motorola menyertakan Hello UX dan tata letak fleksibel untuk format layar besar. Salah satu contohnya adalah Laptop Mode, ketika perangkat diletakkan setengah terbuka di meja untuk mengetik pada keyboard layar terpisah.
Soal harga, Razr Fold dibanderol $1,899.99 untuk varian 16GB/512GB. Pixel 10 Pro Fold versi 512GB dihargai $1,919, meski Google juga menyediakan opsi 256GB dan 1TB yang membuat titik masuk produknya lebih fleksibel.
Dari seluruh perbandingan ini, Motorola datang dengan paket spesifikasi yang sangat kuat untuk pendatang baru. Sementara itu, Google masih mempertahankan keunggulan utama pada daya tahan IP68, Qi2 magnetik, dan pengalaman software yang lebih rapi serta lebih dapat diprediksi.
Source: www.androidcentral.com








