Exynos 1.4nm Mulai Diuji, Cache 96MB dan Clock 4,5GHz Bikin Arah Samsung Terlihat Berubah

Author: Qoo Media

Samsung dilaporkan mulai menguji chipset Exynos generasi berikutnya yang dibuat dengan proses 1,4nm. Bocoran awal ini langsung menarik perhatian karena menyebut lonjakan clock tinggi dan cache System Level Cache atau SLC sebesar 96MB, angka yang jauh di atas standar chip ponsel saat ini.

Kabar ini penting karena menunjukkan arah baru Samsung untuk Exynos di masa depan. Di saat persaingan chipset makin ketat, kombinasi frekuensi tinggi dan cache besar berpotensi mengubah fokus dari sekadar efisiensi menuju performa dan pengurangan latensi antarkomponen.

Detail awal itu dibagikan oleh pembocor @SPYGO19726. Namun informasi ini masih berada pada tahap pengujian dini, sehingga spesifikasi akhirnya masih bisa berubah sebelum produk benar-benar siap diproduksi massal.

Samsung sendiri disebut masih memusatkan perhatian pada peningkatan stabilitas yield untuk proses 2nm. Karena itu, proses 1,4nm diperkirakan masih akan menunggu beberapa iterasi lagi dari teknologi 2nm GAA sebelum masuk tahap produksi massal.

Kondisi itu juga membuat chip 1,4nm yang sedang diuji kecil kemungkinan merupakan Exynos 2700 yang belum dirilis. Dengan kata lain, chip ini tampaknya mengarah ke generasi yang lebih jauh dan bukan produk yang akan hadir dalam waktu dekat.

Fokus utama: cache 96MB dan clock lebih tinggi

Sorotan terbesar ada pada keberadaan SLC 96MB. Untuk kelas chipset mobile, angka ini sangat besar dan menjadi salah satu bagian paling tidak biasa dari bocoran tersebut.

SLC berfungsi menyimpan data yang paling sering diakses agar CPU, GPU, NPU, dan ISP tidak terus-menerus bergantung pada memori yang lebih besar. Pendekatan ini dapat menurunkan latensi memori sekaligus membantu peningkatan bandwidth.

Pembocor itu juga menyebut adanya lebar bus yang sangat besar untuk meminimalkan latensi antara CPU dan GPU. Jika implementasinya berjalan sesuai harapan, rancangan seperti ini bisa memberi keuntungan pada beban kerja yang menuntut perpindahan data cepat antarunit pemrosesan.

Dari sisi CPU, chip ini disebut memakai konfigurasi 10-core dengan susunan 2+4+4. Dua inti prime diklaim mampu mencapai 4,50GHz, empat inti performa berjalan pada 3,80GHz, dan empat inti efisiensi berada di 2,00GHz.

Kecepatan puncak 4,50GHz itu sangat menonjol bila dibandingkan dengan Exynos 2600 yang disebut mencapai 3,8GHz. Selisih tersebut setara dengan kenaikan sekitar 19 persen pada clock puncak untuk inti utamanya.

Mengapa angka ini terasa ekstrem

Bocoran ini juga menimbulkan pertanyaan besar soal ukuran chip dan biaya produksi. Cache SLC berukuran besar membutuhkan area silikon yang luas, sehingga die menjadi lebih besar dan ongkos manufaktur ikut naik.

Laporan itu menekankan bahwa 10MB saat ini merupakan SLC tertinggi pada chip smartphone, yang disebut hadir di Dimensity 9500. Karena itu, lompatan ke 96MB akan membuat ukuran die menjadi sangat sulit untuk disesuaikan dengan form factor ponsel.

Atas dasar tersebut, chip dengan karakteristik seperti ini dinilai lebih cocok untuk kategori perangkat lain. Belum ada rincian perangkat apa yang akan dituju, tetapi konteksnya menunjukkan bahwa penggunaan di smartphone akan sangat menantang dari sisi ukuran dan biaya.

Meski begitu, pendekatan cache besar tetap menarik untuk diamati. Semakin banyak data yang bisa disimpan lebih dekat ke unit pemrosesan, semakin kecil kebutuhan untuk terus mengakses level memori yang lebih lambat.

Masih jauh dari produksi massal

Samsung disebut menargetkan produksi massal proses 1,4nm pada 2029. Jarak waktu yang masih panjang ini memberi ruang besar untuk penyempurnaan desain, penyesuaian target performa, dan kemungkinan perubahan konfigurasi.

Karena itu, spesifikasi awal yang beredar sebaiknya dipandang sebagai gambaran eksperimen teknologi, bukan kepastian produk akhir. Pada tahap sedini ini, perusahaan masih bisa mengubah clock, kapasitas cache, hingga arah penggunaan chip tersebut.

Namun satu hal sudah terlihat cukup jelas dari bocoran ini. Samsung tampaknya sedang menguji formula Exynos yang jauh lebih agresif, dengan perpaduan frekuensi tinggi, arsitektur 10 inti, dan SLC raksasa yang bisa membuka peluang baru untuk performa kelas atas di luar batas rancangan chip mobile saat ini.

Source: www.gizmochina.com
Terbaru