Kesan pertama terhadap OPPO Find X9 Ultra langsung mengarah pada satu hal: ponsel ini tidak berusaha terasa “ringan” seperti banyak flagship lain. Dibanding Galaxy S26 Ultra, perangkat ini justru tampil dengan karakter yang lebih terasa di tangan, lebih menonjol, dan lebih sadar akan kehadiran fisiknya dalam pemakaian harian.
Itu membuat perbandingan dengan Galaxy S26 Ultra jadi menarik karena keduanya berada di kelas flagship yang sama, tetapi mengejar prioritas yang berbeda. OPPO menekankan presence atau rasa hadir yang kuat, sementara Samsung lebih fokus pada kendali, keseimbangan, dan pengalaman yang cepat “menghilang” saat dipakai lama.
Dalam angka, OPPO Find X9 Ultra berada di kisaran 235–236 gram. Galaxy S26 Ultra lebih ringan di 214 gram dan juga hadir dengan bodi yang lebih tipis.
Selisih itu memang langsung terasa saat kedua ponsel diangkat. Namun, bobot lebih besar pada Find X9 Ultra disebut bukan sekadar konsekuensi desain, melainkan bagian dari pendekatan yang disengaja.
Meski beratnya jelas terasa, distribusi bobot Find X9 Ultra dinilai cukup terkontrol. Efeknya, ponsel ini tidak terus-menerus membuat tangan cepat lelah saat dipakai dalam durasi pendek.
Galaxy S26 Ultra memberi kesan yang berbeda sejak awal sentuhan. Dengan rangka Armor Aluminum, Samsung memilih pendekatan yang menekan bobot dan memperbaiki keseimbangan, bukan menonjolkan kesan material yang masif.
Hasilnya, Galaxy S26 Ultra terasa lebih netral di tangan. Semakin lama dipakai, bobotnya juga makin cepat “terlupakan”, terutama ketika perhatian sudah beralih ke penggunaan sehari-hari.
Material belakang memberi karakter berbeda
Find X9 Ultra juga hadir dengan dua pengalaman genggam yang tidak identik. Varian hitam Tundra Umber memakai bagian belakang berbahan vegan leather, sedangkan varian oranye menggunakan fiber-reinforced composite, bukan kaca tradisional.
Perbedaan ini bukan hanya soal tampilan. Material belakang tersebut langsung mengubah cara perangkat terasa saat digenggam.
Versi vegan leather memberi grip yang lebih kuat, rasa yang lebih hangat, dan kontrol yang lebih baik di tangan. Permukaan ini juga membantu mengurangi persepsi bobot karena gesekan tambahan membuat ponsel terasa lebih aman saat dipakai lama.
Varian oranye menawarkan sensasi yang lebih halus dan bersih. Karakternya lebih mendekati finishing kaku dan minimalis, dengan rasa yang sedikit lebih licin tetapi juga lebih netral.
Samsung mengambil jalur yang lebih konsisten. Setiap Galaxy S26 Ultra disebut terasa seragam, tipis, dan mudah diprediksi tanpa perbedaan karakter material seperti pada Find X9 Ultra.
Modul kamera ikut mengubah cara memegang
Bagian kamera menjadi elemen desain yang paling langsung memengaruhi interaksi fisik. OPPO memakai modul kamera bulat besar di tengah, dan posisi ini membuat jari pengguna hampir pasti akan bersentuhan dengannya dalam penggunaan normal.
Karena diletakkan di pusat bodi belakang, modul itu bukan sekadar elemen visual. Genggaman tangan pun harus menyesuaikan diri dengan bentuk kamera tersebut.
Samsung tetap memiliki tonjolan kamera, tetapi pengaturannya berbeda. Lensa ditempatkan di sisi, sehingga sebagian besar area belakang ponsel tetap terasa bersih saat disentuh.
Pendekatan itu membuat tangan lebih mudah menghindari area kamera tanpa usaha khusus. Dalam praktiknya, pengalaman memegang Galaxy S26 Ultra jadi terasa lebih bebas dari gangguan bentuk tambahan di tengah bodi.
Di meja dan di saku, perbedaannya makin jelas
Perilaku ponsel di meja dan saku menjadi salah satu pembeda yang paling terasa dalam penggunaan berulang. Modul tengah pada Find X9 Ultra membuat perangkat terasa seimbang dan stabil saat diletakkan di permukaan datar.
Namun, desain yang sama juga memunculkan sedikit hambatan saat ponsel dimasukkan atau dikeluarkan dari saku. Efeknya tidak ekstrem, tetapi tetap terasa secara konsisten dalam rutinitas harian.
Galaxy S26 Ultra menunjukkan perilaku sebaliknya. Tata letak yang lebih rata membuat pergerakannya ke dalam dan keluar saku terasa lebih mulus serta minim gangguan.
Perbedaan itu mungkin kecil jika dilihat sekali dua kali. Tetapi dalam penggunaan berulang, justru pola seperti inilah yang paling menentukan kenyamanan nyata sehari-hari.
Efek casing dan soal perlindungan
Penggunaan casing juga tidak menghasilkan dampak yang sama pada dua perangkat ini. Pada Find X9 Ultra, modul kamera tengah sudah membuat ponsel stabil di atas meja, sehingga casing tidak banyak mengubah perilaku tersebut dan lebih berfungsi sebagai tambahan proteksi.
Di Galaxy S26 Ultra, perubahan justru terasa lebih jelas setelah casing dipasang. Tanpa casing, penempatan kamera di sisi bisa menimbulkan sedikit kemiringan di permukaan datar, tetapi casing membantu membuat bodinya terasa lebih rata dan stabil.
Soal durabilitas, pendekatan keduanya juga berbeda. Casing untuk Samsung umumnya membungkus area di sekitar setiap lensa dan hanya menyisakan kaca kamera tetap terbuka, sehingga bagian belakang lebih terlindungi dari aus jangka panjang.
Sebaliknya, banyak casing untuk OPPO tetap membiarkan seluruh modul kamera bulat terlihat. Pendekatan ini menonjolkan desain, tetapi juga membuat lebih banyak permukaan kamera tetap terekspos terhadap goresan dalam pemakaian harian.
Pada akhirnya, kesan pertama Find X9 Ultra bukan semata soal bobot yang lebih besar dari Galaxy S26 Ultra. Ponsel ini terasa seperti perangkat flagship yang sengaja dirancang untuk terus disadari keberadaannya, lewat material, grip, dan modul kamera yang aktif membentuk cara pengguna memegang, meletakkan, dan membawanya setiap hari.
