ASUS resmi membawa jajaran laptop Copilot+ PC terbaru ke Indonesia dengan fokus kuat pada AI di perangkat. Langkah ini menandai dorongan baru perusahaan untuk menjadikan kemampuan kecerdasan buatan sebagai bagian inti dari pengalaman kerja, kreasi, dan mobilitas pengguna.
Rangkaian baru itu hadir lewat lini Zenbook dan Vivobook, dengan dukungan prosesor Intel Core Ultra Series 3 dan AMD Ryzen AI 400 series. ASUS menyebut perangkat-perangkat ini dirancang untuk menjalankan fitur AI generatif langsung di sistem, dengan performa NPU hingga 50 TOPS.
Selain mengandalkan perangkat keras baru, ASUS juga memperkenalkan Omni Virtual Assistant sebagai asisten kecerdasan buatan lokal. Fitur ini dapat berjalan tanpa koneksi internet, sehingga menambah lapisan penggunaan AI yang lebih praktis untuk kebutuhan harian.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menegaskan bahwa AI sudah menjadi bagian penting dari cara pengguna berinteraksi dengan perangkat. Ia menyebut AI bukan lagi pelengkap, melainkan bagian yang tidak terlepaskan dari setiap interaksi pengguna dengan perangkatnya.
Zenbook DUO jadi sorotan utama
Di antara model yang diumumkan, Zenbook DUO UX8407AA menjadi sorotan karena membawa dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED 14 inci. Layar ganda ini memiliki resolusi 3K dan refresh rate 144Hz, dengan bezel lebih tipis serta jarak antarlayar yang dipangkas hingga 70 persen dibandingkan pendahulunya.
Laptop ini memakai Intel Core Ultra 9 386H dan mencatat total performa AI hingga 180 platform TOPS. ASUS juga membekalinya dengan enam speaker Dolby Atmos dan baterai ganda 99Wh, sementara harga jualnya di Indonesia dipatok Rp 54.999.000.
Zenbook S dan Vivobook ikut diperbarui
ASUS juga merilis Zenbook S14 OLED dan Zenbook S16 OLED untuk pengguna yang mencari laptop tipis dengan tampilan premium. Keduanya hadir dengan bodi ultra-tipis setebal 1,1 cm dan menggunakan material Ceraluminum, lalu sama-sama mengusung layar Lumina OLED 3K 120Hz.
Zenbook S14 dibekali Intel Core Ultra 9 386H, sedangkan Zenbook S16 menggunakan AMD Ryzen AI 9 465. Kombinasi ini menunjukkan ASUS tetap memberi pilihan platform prosesor yang berbeda tanpa mengurangi fokus pada kemampuan AI.
Di segmen mainstream, Vivobook S14 hadir dengan desain dual metal chassis dan klaim daya tahan baterai lebih dari 20 jam. Model ini tersedia dalam pilihan Intel Core Ultra 7 355 atau AMD Ryzen AI 7 445, dengan performa AI hingga 49 TOPS.
Lini convertible untuk penggunaan lebih fleksibel
Selain model clamshell dan laptop tipis, ASUS turut memperkenalkan Vivobook 14 Flip OLED. Laptop ini mengusung desain convertible dengan engsel 360 derajat, sehingga bisa dipakai dalam berbagai mode penggunaan.
Perangkat tersebut juga mendukung pengoperasian dengan stylus ASUS Pen 3.0. Kehadiran model ini melengkapi jajaran baru ASUS di Indonesia, dari kelas premium hingga mainstream, dengan pendekatan yang sama: membawa fitur AI dan desain yang lebih fleksibel ke lebih banyak jenis pengguna.







