Chip Memori Langka Tekan Pasokan, Permintaan Smartphone Premium Tetap Kuat

Author: Qoo Media

Pasar smartphone global justru masih menunjukkan daya tahan kuat di tengah gangguan pasokan komponen. Counterpoint Research mencatat industri HP tumbuh 8% secara tahunan pada kuartal I-2026, meski volume pengiriman tertekan oleh krisis memori DRAM.

Kenaikan itu datang dari perubahan komposisi pasar, bukan dari lonjakan unit semata. Pendapatan awal kuartal mencapai US$117 miliar atau setara Rp2.034 triliun, sementara harga jual rata-rata global naik 12% secara tahunan karena perangkat premium terus diburu.

Tekanan pasokan ubah arah pasar

Kekurangan chip DRAM dan NAND menjadi faktor utama yang menekan pengiriman smartphone. Pasokan yang terganggu membuat biaya produksi ikut naik, lalu mendorong produsen menaikkan harga dan merapikan portofolio produk.

Shilpi Janin, Analis Senior Counterpoint Research, menyebut kuartal pertama 2026 sebagai fase transisi struktural. Menurut dia, kendala memori dan mahalnya komponen mendorong kenaikan harga serta memaksa OEM lebih selektif, terutama di segmen entry-level dan menengah.

Di saat yang sama, kondisi eksternal turut menekan sentimen konsumen. Harga energi yang tinggi, lonjakan biaya logistik, dan ketegangan di Timur Tengah ikut melemahkan minat belanja serta mendorong sebagian pembeli beralih ke perangkat bekas.

Segmen premium masih jadi penopang

Meski pasar tertekan, permintaan di kelas premium tetap solid. Counterpoint menilai siklus upgrade yang lebih kuat, dukungan pembiayaan, dan program tukar tambah membantu menjaga pengiriman bernilai tinggi.

Dampaknya terlihat pada rata-rata harga jual. ASP global naik 12% secara tahunan, menandakan pasar bergerak ke arah produk dengan nilai lebih tinggi meski volume tidak sekuat biasanya.

Apple menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari tren tersebut. ASP Apple naik 11% secara tahunan berkat tingginya permintaan terhadap iPhone 17 dan iPhone 17 Pro Max.

Apple ambil posisi teratas

Apple bahkan memimpin pasar smartphone global untuk pertama kalinya dalam periode kuartal pertama. Perusahaan itu meraih pangsa pasar 21% dengan pertumbuhan 5% dibanding tahun lalu.

Laporan Counterpoint juga menyoroti kombinasi permintaan kuat terhadap seri iPhone 17, program tukar tambah yang agresif, dan manajemen rantai pasok yang cermat sebagai pendorong utama kinerja Apple. Jeff Fieldhack dari Counterpoint menulis bahwa Apple tetap menjaga harga relatif stabil meski biaya BOM atau harga komponen dasar naik.

Pendekatan itu membuat Apple lebih tahan terhadap tekanan biaya. Dalam kondisi krisis memori, strategi tersebut ikut memperkuat posisi kompetitif perusahaan selama kuartal berjalan.

Samsung, Xiaomi, hingga Oppo dan vivo

Di sisi pendapatan global, Samsung berada di posisi kedua dengan 18% dari total pendapatan industri. Samsung mencatat ASP US$399 dan pangsa pengiriman global 21%, menunjukkan posisinya masih kuat di pasar volume maupun nilai.

Xiaomi justru mengalami tekanan paling berat di antara lima besar merek smartphone pada kuartal tersebut. Pengiriman Xiaomi turun 19% secara tahunan, sementara pendapatannya menyusut 18% pada periode yang sama.

OPPO dan vivo masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima berdasarkan pendapatan pada kuartal I-2026. ASP OPPO naik 3% secara tahunan, sedangkan ASP vivo tumbuh 10%, menandakan keduanya masih mampu menjaga nilai jual di tengah pasar yang ketat.

Gambaran kuartal ini memperlihatkan industri smartphone yang tidak sedang melemah secara seragam. Kekurangan chip memori memang menekan suplai, tetapi permintaan pada segmen premium masih cukup kuat untuk menjaga nilai pasar tetap tinggi.

Source: selular.id
Terbaru