Galaxy Z Fold 8 berpotensi menjadi lompatan besar bagi pengguna Galaxy Z Fold 6, bukan sekadar pembaruan rutin. Bocoran yang beredar menunjukkan model baru ini bisa unggul di hampir semua area penting, mulai dari desain, layar, performa, baterai, hingga kamera.
Perbandingan ini menjadi menarik karena Galaxy Z Fold 6 masih tergolong ponsel lipat yang mumpuni. Namun, ketika pasar mulai diisi pesaing yang lebih tipis, lebih tahan, dan mendukung fitur baru seperti Qi2, tekanan terhadap Samsung untuk membawa peningkatan nyata ikut membesar.
Samsung disebut-sebut akan memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 pada acara Galaxy Unpacked di bulan Juli 2026. Bocoran terbaru mengarah ke tanggal rilis 22 Juli 2026, dengan peluncuran yang menurut rumor akan digelar di London.
Soal harga, inilah salah satu aspek yang paling patut dicermati. Galaxy Z Fold 7 dibuka di $1,999 untuk varian 256GB, naik dari Galaxy Z Fold 6 yang meluncur di $1,899, sehingga kenaikan harga lagi pada Fold 8 bukan hal yang mustahil di tengah biaya komponen yang meningkat dan pasokan RAM yang ketat.
Sebaliknya, Galaxy Z Fold 6 kini justru terlihat menarik dari sisi nilai. Unit baru mulai sulit ditemukan, tetapi versi refurbished dan bekasnya disebut berada di kisaran $500, membuatnya jauh lebih terjangkau dibanding ponsel lipat baru Samsung.
Desain yang lebih tipis dan ringan
Jika bocoran akurat, Galaxy Z Fold 8 akan tetap mengikuti bahasa desain umum Galaxy Z Fold 7. Namun, dibanding Galaxy Z Fold 6, perangkat ini tetap diperkirakan jauh lebih tipis dan ringan.
Ada dua set angka dimensi yang beredar dalam informasi bocoran. Satu menyebut ketebalan sekitar 4.2mm saat dibuka dan 8.9mm saat ditutup, sementara tabel spesifikasi rumor mencantumkan 5.2 mm saat dibuka dan 10.8 mm saat dilipat.
Apa pun angka finalnya nanti, arahnya tetap sama. Galaxy Z Fold 6 saat ini memiliki ketebalan 5.6 mm saat dibuka dan 12.1 mm saat dilipat, dengan bobot 239 gram, sehingga Fold 8 diperkirakan akan terasa lebih modern dan lebih nyaman dibawa.
Galaxy Z Fold 6 memang punya satu kelebihan tersendiri dalam rasa genggaman. Bodi yang lebih tebal justru membuatnya terasa premium bagi sebagian pengguna, dan engselnya disebut bisa bertahan di lebih banyak sudut tanpa mudah roboh.
Layar lebih besar, rasio lebih nyaman
Salah satu peningkatan paling menonjol ada di layar. Galaxy Z Fold 8 dirumorkan membawa panel utama 8 inci dan layar luar 6.5 inci, keduanya LTPO AMOLED dengan refresh rate 120Hz.
Galaxy Z Fold 6 memakai layar utama 7.6 inci dan layar luar 6.3 inci. Teknologinya tetap OLED 120Hz, tetapi panel yang lebih baru diperkirakan hadir dengan desain crease-less atau lipatan yang jauh lebih samar.
Perubahan rasio layar juga penting dalam penggunaan harian. Galaxy Z Fold 6 memiliki layar luar yang lebih sempit, sedangkan Samsung tampaknya kini mantap memakai rasio cover screen yang lebih lebar pada generasi terbaru.
Soal durabilitas, Galaxy Z Fold 6 memiliki sertifikasi IP48. Ada dugaan Fold 8 bisa naik ke IP68, tetapi hal itu belum terkonfirmasi, dan tabel spesifikasi rumor juga masih menuliskan IP48.
Performa, baterai, dan pengisian daya
Galaxy Z Fold 6 masih dibekali Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy dan RAM 12GB. Chip itu masih sangat mampu, dan ponsel ini juga masih mendapat pembaruan Android untuk beberapa tahun ke depan.
Meski begitu, Galaxy Z Fold 8 hampir pasti akan unggul di sisi performa. Bocoran menyebut Samsung akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, dengan RAM 12GB dan opsi penyimpanan 256GB, 512GB, serta 1TB.
Peningkatan yang paling dinanti justru datang dari baterai. Galaxy Z Fold 8 dirumorkan membawa kapasitas 5,000mAh, naik dari 4,400mAh pada Galaxy Z Fold 6 dan Fold 7.
Pengisian daya juga berpotensi lebih cepat. Fold 8 disebut bisa mendukung 45W via kabel, sementara Galaxy Z Fold 6 bertahan di 25W kabel, 15W wireless, dan 4.5W reverse wireless.
Ada pula kemungkinan Samsung menambahkan magnet Qi2 bawaan pada Fold 8. Fitur itu belum pasti, tetapi menjadi relevan karena Google sudah menghadirkan dukungan magnetik Qi2 pada Pixel 10 Pro Fold.
Kamera berpotensi melonjak jauh
Kamera menjadi salah satu titik paling lemah Galaxy Z Fold 6 bila dibandingkan arah perkembangan lini Fold terbaru. Ponsel ini memakai kamera utama 50MP, ultrawide 12MP, dan telephoto 10MP dengan 3x optical zoom.
Rumor untuk Galaxy Z Fold 8 menyebut konfigurasi belakang 200MP wide, 50MP ultrawide, dan 12MP telephoto 3x zoom. Bahkan bila Samsung hanya mempertahankan sistem kamera setara Galaxy Z Fold 7, itu tetap akan menjadi peningkatan jelas atas Fold 6.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold 6 masih punya satu kartu truf yang tidak dimiliki penerusnya. Model ini merupakan ponsel lipat Samsung terakhir yang mendukung S Pen, sementara Galaxy Z Fold 8 diperkirakan tidak menyertakan dukungan stylus.
Faktor itu membuat posisi Fold 6 tetap relevan untuk segmen tertentu. Bagi pengguna yang rutin mencatat, menggambar, atau mengandalkan stylus pada layar utama, Fold 6 tetap menawarkan alasan yang kuat untuk dipertahankan.
Persaingan juga membuat konteks peluncuran Fold 8 menjadi lebih kompleks. Samsung tidak hanya perlu mengalahkan Fold 6, tetapi juga harus merespons Pixel 10 Pro Fold dengan Qi2 magnetik dan sertifikasi IP68, serta Motorola Razr Fold yang menawarkan opsi stylus.
Dengan kondisi itu, Galaxy Z Fold 8 tampak disiapkan sebagai perangkat yang lebih matang di hampir semua aspek utama. Namun sampai Samsung mengumumkan spesifikasi finalnya, dua hal masih layak diawasi ketat: apakah peningkatan besar itu benar-benar hadir, dan seberapa tinggi harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya.
Source: www.androidcentral.com






