XPPen Deco 01 V3 Bisa Langsung ke Ponsel, Sensasi Penanya Ternyata Nyaris Meyakinkan

XPPen Deco 01 V3 menonjol bukan hanya karena spesifikasinya, tetapi juga karena satu hal yang jarang benar-benar berguna di kelas tablet gambar terjangkau: dukungan koneksi ke ponsel Android. Fitur ini membuat perangkat tersebut lebih fleksibel untuk pengguna yang ingin menggambar tanpa selalu bergantung pada laptop atau PC.

Di saat yang sama, pengalaman pena pada Deco 01 V3 dinilai cukup meyakinkan untuk kelasnya. Permukaan tablet memberi gesekan yang terasa pas, sementara stylus tanpa baterai tetap nyaman dipakai dalam sesi gambar yang panjang.

Fokus pada kebutuhan pengguna pemula

Deco 01 V3 membawa spesifikasi yang kuat di atas kertas. XPPen membekalinya dengan 16.384 level sensitivitas tekanan, area aktif 10 x 6,25 inci, report rate 220–266 RPS, koneksi USB-C, dan dukungan Android.

Kombinasi ini menunjukkan arah produk yang jelas. Tablet ini tampaknya dirancang untuk pembeli entry-level yang mengutamakan ruang gambar besar, angka spesifikasi tinggi, dan konektivitas modern, sambil menerima beberapa kompromi pada detail build dan ergonomi.

Bodi tablet juga dibuat tipis. Dengan ketebalan 8 mm, Deco 01 V3 termasuk salah satu yang paling ramping di kelasnya dan lebih mudah diselipkan ke dalam sleeve tas laptop tanpa terasa mengembung.

Android jadi nilai tambah nyata

XPPen secara resmi mendukung Android 10.0 ke atas melalui aplikasi XPPen Tools. Dalam pengujian, koneksi ke perangkat Android berjalan stabil tanpa putus sambungan atau lag yang berarti.

Namun, pengalaman di Android tidak sepenuhnya setara dengan desktop. Fitur lanjutan seperti pengaturan kurva tekanan tetap mengharuskan pengguna kembali ke driver di komputer.

Meski begitu, dukungan ini tetap relevan. Bagi pengguna yang ingin menggambar secara mobile dengan ponsel Android, Deco 01 V3 menawarkan opsi yang lebih praktis dibanding banyak tablet pena lain yang masih berfokus penuh pada PC.

Konektivitas USB-C ikut memperkuat sisi praktis tersebut. Tablet ini dapat dihubungkan langsung memakai kabel USB-C ke USB-C ke MacBook atau perangkat Android tanpa perlu adaptor tambahan.

Ada catatan pada sisi durabilitas port. Bagian USB-C disebut belum memakai pelindung penguat, sehingga potensi kelonggaran bisa muncul jika perangkat terlalu sering dicabut-pasang secara agresif.

Rasa menulis dan menggambar jadi daya tarik utama

Permukaan matte Deco 01 V3 punya tekstur medium-fine. Hasilnya, pena tidak terasa terlalu licin tetapi juga tidak terlalu kasar, sehingga kontrol tetap terjaga tanpa membuat sapuan panjang cepat melelahkan.

Lapisan matte ini juga membantu menahan sidik jari. Pada tablet berwarna hitam, hal semacam ini penting karena permukaan sering mudah terlihat kotor setelah dipakai.

Soal stylus, XPPen memakai pena nirkabel tanpa baterai. Pengguna tidak perlu memikirkan pengisian daya, dan distribusi bobot pena dinilai seimbang sehingga nyaman digenggam.

Fitur tilt 60 derajat juga bekerja baik. Variasi sapuan kuas berdasarkan sudut pena terasa nyata, yang bisa berguna untuk teknik arsiran dan brush yang lebih ekspresif.

Peningkatan ke 16.384 level tekanan memang membawa perbedaan, tetapi tidak selalu dramatis untuk semua orang. Efeknya paling terasa pada sapuan yang sangat ringan, seperti arsiran pensil yang tipis, sedangkan pada tekanan normal perbedaannya dengan 8.192 level sulit dikenali.

Artinya, angka besar ini lebih relevan bagi pengguna yang mengejar respons tekanan sangat halus. Untuk line art biasa atau ilustrasi gaya anime, level 8.192 sebenarnya sudah cukup bagi banyak pengguna.

Kompromi tetap ada

Di balik pengalaman pena yang terasa natural, ada dua kelemahan yang patut dicatat. Ujung pena memiliki wobble yang cukup terasa, sehingga saat ditekan muncul sensasi sedikit goyang di dalam barrel.

Selain itu, initial activation force pada pena tergolong tinggi. Sapuan yang sangat ringan membutuhkan tekanan awal lebih besar dari yang diharapkan, dan ini bisa mengganggu pengguna yang bergantung pada garis ekstra tipis dan halus.

Permukaan tablet juga belum unggul dalam ketahanan jangka lebih panjang. Setelah sekitar satu bulan penggunaan, area yang paling sering dipakai mulai menunjukkan bekas kilap akibat aus, meski tidak memengaruhi fungsi utama.

Tombol shortcut banyak, tapi tidak sempurna

Deco 01 V3 punya delapan tombol shortcut bundar di sisi kiri. Tombol-tombol ini memberikan klik yang tegas dengan travel pendek dan cukup mudah dikenali lewat sentuhan jari.

Masalahnya, jarak antartombol agak rapat. Saat dipakai tanpa melihat, salah tekan masih bisa terjadi sampai pengguna terbiasa dengan susunannya.

Penempatan tombol di sisi kiri juga lebih ideal untuk pengguna tangan kanan. Pengguna kidal berpotensi merasa kurang nyaman karena XPPen tidak menyediakan versi khusus kidal.

Di sisi perangkat lunak, XPPen justru memberi fleksibilitas yang matang. Setiap tombol bisa dipetakan ke shortcut keyboard, fungsi mouse, tombol modifier, perintah sistem, hingga pengaturan khusus per aplikasi seperti Photoshop, SAI, dan Clip Studio Paint.

Profil shortcut juga bisa berganti otomatis saat pengguna berpindah aplikasi. Bagi yang bekerja tanpa keyboard, fitur ini dapat membantu, meski untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan shortcut keyboard fisik, delapan tombol tersebut mungkin tidak terlalu sering dipakai.

Paket penjualan ikut menekan biaya tambahan

Salah satu nilai praktis lain ada pada isi kotak. XPPen menyertakan delapan nib cadangan, screen protector, sarung tangan anti-fouling, adaptor USB-A ke USB-C, dan aksesori lain yang jika dibeli terpisah bisa menambah biaya sekitar $20–30.

Langkah ini membuat Deco 01 V3 terlihat lebih siap pakai sejak awal. Pengguna tidak perlu langsung belanja aksesori tambahan setelah membuka kemasan, yang penting untuk segmen pembeli dengan anggaran ketat.

Source: www.gizmochina.com
Exit mobile version