Samsung mengarahkan Galaxy S26 Ultra ke pola Galaxy AI yang lebih proaktif. Ponsel ini tidak hanya menunggu perintah, tetapi mulai menyiapkan informasi dan bantuan yang dianggap relevan untuk aktivitas harian pengguna.
Perubahan itu terlihat dari cara AI merangkum notifikasi panjang, menyiapkan ringkasan pagi, sampai membantu mengedit foto dan membersihkan audio secara lebih praktis. Bagi pengguna yang ingin tahu apa saja fitur AI terpenting di perangkat ini, ada lima kemampuan yang paling menonjol.
AI yang lebih aktif membantu pengguna
Salah satu fokus utama di Galaxy S26 Ultra adalah pengalaman AI yang lebih antisipatif. Samsung menggambarkan sistem ini sebagai asisten yang bisa mengatur jadwal pagi, menampilkan informasi penting lebih cepat, hingga membantu menjaga privasi layar dari orang di sekitar.
Pendekatan tersebut membuat fitur AI di perangkat ini terasa lebih dekat dengan penggunaan sehari-hari. Manfaatnya bukan hanya untuk kebutuhan kreatif, tetapi juga untuk membaca notifikasi, mengakses agenda, dan menikmati video dengan suara yang lebih jelas.
1. Now Brief jadi pusat ringkasan harian
Now Brief tetap menjadi bagian inti dari pengalaman Galaxy, tetapi kini tampil lebih personal di Galaxy S26 Ultra. Fitur ini menggabungkan agenda mendatang, cuaca, dan energy score dari Samsung Health dalam satu ringkasan yang mudah dilihat.
Alih-alih membuka beberapa aplikasi sekaligus, pengguna cukup melihat satu laporan singkat saat mulai beraktivitas. Samsung juga menekankan bahwa informasi yang muncul disiapkan agar relevan sejak ponsel pertama kali diangkat pada pagi hari.
Fitur ini memerlukan login akun Samsung dan koneksi jaringan. Bagi pengguna yang mengandalkan ponsel sebagai pusat aktivitas harian, Now Brief menjadi salah satu elemen AI yang paling praktis.
2. Notification Highlights merangkum notifikasi yang panjang
Galaxy S26 Ultra juga membawa Notification Highlights di One UI 8.5. Fitur ini menggunakan AI untuk meringkas notifikasi yang panjang, termasuk pesan dari grup chat yang ramai, agar lebih cepat dibaca di panel notifikasi.
Ringkasan hanya muncul saat notifikasi dalam keadaan tertutup. Jika dibuka, pengguna tetap bisa melihat pesan asli secara penuh tanpa kehilangan konteks.
Samsung menyebut fitur ini bekerja otomatis tanpa pengaturan awal. Sistem akan aktif saat dianggap berguna, terutama ketika notifikasi terlalu panjang atau terlalu padat untuk dibaca cepat.
3. Photo Assist naik kelas jadi suite edit penuh
Perubahan besar lainnya ada di Photo Assist. Di One UI 8.5, fitur ini tidak lagi sekadar alat penghapus objek, tetapi berkembang menjadi paket editing yang lebih lengkap.
Pengguna masih bisa menghapus objek yang tidak diinginkan atau photobomber dengan AI eraser. Kini tersedia juga fitur riwayat edit, sehingga pengguna dapat mundur ke tahap sebelumnya jika hasil akhir dirasa kurang cocok.
Samsung juga menambahkan opsi privasi untuk pemrosesan penghapusan objek sepenuhnya di perangkat. Ini memberi alternatif bagi pengguna yang ingin meminimalkan pemrosesan di luar perangkat.
Bagian paling menonjol adalah tab Create. Melalui AI generatif, pengguna bisa mengubah keseluruhan suasana foto memakai perintah suara atau teks, misalnya mengubah adegan siang menjadi malam dengan penyesuaian yang dibuat menyeluruh, bukan hanya pada langit.
Photo Assist juga dilengkapi alat Style. Fitur ini memungkinkan foto diubah menjadi bentuk visual lain seperti kartun 3D, komik, atau figur tanah liat.
Untuk menggunakan Photo Assist, dibutuhkan koneksi jaringan dan login akun Samsung. Samsung juga menyebut hasil gambar AI akan diberi watermark yang terlihat, dan akurasi hasil tidak dijamin.
4. Creative Studio untuk bikin stiker sampai undangan
Creative Studio menjadi alat AI generatif mandiri di Galaxy S26 Ultra. Fungsinya adalah membuat gambar dari prompt teks dalam berbagai format, termasuk stiker, wallpaper, kartu ucapan, kartu profil, dan undangan.
Pengguna cukup membuka Creative Studio dari app drawer, memilih jenis template, lalu menuliskan deskripsi visual yang diinginkan. Fitur ini juga mendukung kombinasi sketsa tangan, foto yang sudah ada, dan prompt teks dalam satu proses pembuatan.
Samsung menambahkan integrasi langsung dengan Samsung Notes di Galaxy S26 Ultra. Artinya, pengguna bisa membuat stiker atau kartu lalu langsung menyisipkannya ke dalam catatan tanpa harus pindah aplikasi.
Creative Studio memerlukan koneksi jaringan dan login akun Samsung. Sama seperti fitur generatif lain, Samsung menyatakan akurasi hasil tidak dijamin.
5. Audio Eraser kini bekerja real-time di aplikasi video
Audio Eraser sebelumnya sudah hadir sejak seri Galaxy S25 untuk membersihkan kebisingan dari video yang direkam sendiri. Di Galaxy S26 Ultra, cakupannya diperluas jauh lebih praktis untuk penggunaan harian.
Dengan One UI 8.5, Audio Eraser dapat dipakai secara real-time saat menonton video di aplikasi pihak ketiga. Dukungan ini mencakup YouTube, Netflix, Instagram, TikTok, dan aplikasi lain yang kompatibel.
Pengguna dapat mengaktifkannya lewat Quick Panel tanpa keluar dari aplikasi yang sedang dipakai. Samsung menyediakan slider pengurang noise dan tombol Voice Focus yang menonjolkan dialog dibanding suara latar.
Seluruh proses berjalan langsung di perangkat secara real-time. Fitur ini bisa membantu saat suara kerumunan menutupi musik konser, atau ketika video olahraga lebih enak didengar jika komentar diprioritaskan.
Samsung menyebut Audio Eraser dapat mendeteksi enam jenis suara, yaitu voices, music, wind, nature, crowd, dan noise. Fitur ini memerlukan login akun Samsung, dan untuk penggunaan di aplikasi yang didukung juga membutuhkan koneksi jaringan, dengan hasil yang bisa berbeda tergantung sumber audio dan kondisi video.
