Oppo disebut tengah menguji kamera selfie 100 MP dengan sensor berbentuk persegi dan rasio aspek 1:1. Bocoran ini langsung menarik perhatian karena arah pengembangan kamera depan kini tampak mulai menyaingi strategi yang juga dikabarkan sedang dipersiapkan Apple untuk iPhone 17 series.
Perubahan ini penting karena selama ini kamera depan ponsel umumnya memakai sensor persegi panjang. Format baru yang lebih simetris dinilai memberi ruang lebih besar bagi fleksibilitas framing, terutama untuk kreator konten dan pengguna yang sering membuat swafoto atau video pendek.
Sorotan ke sensor 1:1
Informasi soal pengujian sensor depan 1:1 beresolusi 100 MP pertama kali muncul dari Digital Chat Station di Weibo. Dalam unggahannya, pembocor teknologi itu menyebut ada salah satu vendor besar yang tengah mengevaluasi sensor kamera depan dengan spesifikasi tersebut.
Meski tidak menyebut nama Oppo secara gamblang, unggahan itu dikaitkan dengan identitas perusahaan melalui emoji tertentu. Kabar ini juga sejalan dengan laporan pada Februari 2026 yang menyebut Oppo dan Huawei sama-sama memantau potensi sensor 1:1 untuk perangkat flagship mereka di masa depan.
Dibandingkan dengan langkah Apple
Menariknya, Oppo disebut bergerak di saat Apple juga dikabarkan menyiapkan teknologi serupa untuk iPhone 17 series. Apple dilaporkan akan memakai sensor depan berasio 1:1 untuk mendukung fitur Center Stage yang memungkinkan pembingkaian subjek otomatis dalam orientasi vertikal maupun horizontal.
Perbedaannya ada pada ambisi resolusi. Apple disebut bakal memakai sensor 24 MP, sedangkan Oppo justru menguji sensor 100 MP untuk menghasilkan detail gambar yang lebih tajam dan jernih.
Manfaat sensor persegi untuk pengguna
Sensor persegi dinilai memberi keuntungan karena mampu menangkap area gambar yang lebih luas dalam satu bidang. Dengan format ini, kamera depan tidak lagi terlalu bergantung pada orientasi ponsel saat pengguna ingin merekam video lebar atau mengambil foto grup.
Keunggulan lain muncul saat sensor tersebut dipadukan dengan kecerdasan buatan. AI dapat melakukan cropping secara cerdas untuk kebutuhan format berbeda, mulai dari konten vertikal ala TikTok hingga format horizontal seperti di YouTube, tanpa mengorbankan detail penting.
AI jadi pasangan penting
Sensor 100 MP juga diperkirakan cocok untuk fitur berbasis AI seperti penyesuaian field of view otomatis dan pemusatan subjek. Kombinasi itu dapat membuat panggilan video, siaran langsung, dan konten berdurasi pendek terasa lebih stabil dan rapi.
Dalam skenario vlogging, misalnya, sistem bisa membantu menjaga wajah tetap berada di tengah bingkai meski pengguna bergerak. Resolusi tinggi juga membantu menangkap detail kecil seperti tekstur kulit dan pencahayaan dengan lebih akurat.
Masih menunggu bentuk komersial
Hingga kini Oppo belum memberi pernyataan resmi soal jadwal penggunaan teknologi itu pada produk komersial. Namun, arah pengembangan tersebut dinilai berpeluang muncul lebih dulu di seri Find X terbaru atau Reno kelas atas yang selama ini dikenal kuat di sektor kamera.
Jika rumor ini terbukti, Oppo tidak hanya akan mengikuti langkah Apple, tetapi juga berpotensi mendorong standar baru untuk kamera depan di kelas premium. Perubahan ini memperlihatkan bahwa persaingan smartphone kini bukan hanya soal layar dan chipset, tetapi juga seberapa cerdas kamera depan membaca kebutuhan pengguna.
Source: www.gadgetdiva.id