
Samsung disebut sedang menyiapkan perubahan penting untuk lini ponsel lipat generasi berikutnya. Bocoran terbaru mengarah pada strategi chipset campuran yang membedakan seri Fold dan Flip secara lebih tegas.
Fokus utama kabar ini ada pada Galaxy Z Flip 8, yang disebut tidak akan memakai satu chipset yang sama di semua pasar. Jika informasi ini akurat, Samsung bisa kembali menerapkan pola lama: membagi varian prosesor berdasarkan wilayah, sambil menjaga model Fold sebagai perangkat dengan performa tertinggi.
Strategi chipset Fold dan Flip disebut mulai dipisah
Informasi ini datang dari tipster Erencan Yılmaz di X. Ia mengklaim menemukan rencana internal Samsung melalui analisis source code yang mengarah pada strategi chipset campuran untuk Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan Galaxy Z Fold 8 Wide.
Menurut bocoran tersebut, Galaxy Z Flip 8 berpeluang hadir dengan dua opsi chipset berbeda, yakni Snapdragon dan Exynos, tergantung region penjualannya. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Wide disebut akan terkunci pada Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Skema seperti ini memberi sinyal bahwa Samsung mungkin ingin membedakan peran kedua lini foldable tersebut. Seri Fold diposisikan sebagai perangkat buku lipat dengan fokus pada tenaga mentah dan performa puncak, sedangkan Flip bisa diarahkan ke efisiensi dan performa berkelanjutan.
Pemisahan itu juga akan membuat hierarki produk Samsung terlihat lebih jelas. Fold dan Fold Wide akan menjadi model premium dengan chipset yang sama, sementara Flip berpotensi menjadi lini yang lebih fleksibel secara konfigurasi.
Bukan hal baru bagi Samsung
Pendekatan memakai dua chipset dalam satu keluarga produk sebenarnya bukan hal asing bagi Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu pernah menjalankan strategi serupa pada lini Galaxy S.
Samsung sebelumnya membedakan model standar dan Plus dari varian Ultra lewat penggunaan chipset yang tidak selalu sama di semua pasar. Galaxy S24 disebut sebagai smartphone terakhir yang diluncurkan dengan kombinasi Exynos dan Snapdragon, bergantung pada wilayah pemasaran.
Karena itu, bila Galaxy Z Flip 8 benar-benar hadir dengan Exynos di sebagian besar pasar dan Snapdragon di wilayah lain, langkah tersebut lebih tampak sebagai kelanjutan dari pola lama ketimbang perubahan yang sepenuhnya baru. Bedanya, kali ini strategi itu dibawa ke kategori ponsel lipat.
Implikasinya cukup besar bagi konsumen foldable. Selama ini, pembahasan soal ponsel lipat Samsung sering berpusat pada desain, engsel, dan layar, tetapi pilihan chipset bisa menjadi faktor pembeda yang sama pentingnya.
Exynos 2600 mulai masuk radar
Nama chipset yang paling sering dikaitkan dengan Galaxy Z Flip 8 adalah Exynos 2600. Bocoran itu menyebut model clamshell foldable Samsung tersebut berpotensi memakai Exynos 2600 bersama satu chipset Snapdragon lain, tergantung pasar.
Jika benar, ini juga menjadi sinyal kepercayaan Samsung terhadap pengembangan semikonduktor internalnya. Exynos 2600 disebut sebagai prosesor mobile 2nm pertama di dunia, sebuah detail yang langsung menempatkannya sebagai komponen penting dalam strategi produk Samsung berikutnya.
Chip tersebut juga diperkenalkan dengan Heat Path Block atau HPB, solusi pendinginan terintegrasi di level SoC. Kehadiran HPB memberi konteks mengapa Samsung mungkin melihat Exynos 2600 cocok untuk perangkat seperti Galaxy Z Flip 8, yang membutuhkan efisiensi ruang sekaligus pengelolaan panas yang baik.
Pendekatan ini dapat membantu Samsung membangun identitas Flip yang berbeda dari Fold. Jika Fold ditekankan sebagai perangkat lipat berorientasi performa maksimal, Flip bisa menonjol lewat efisiensi termal dan penggunaan daya yang lebih seimbang.
Meski begitu, detail distribusi chipset per wilayah belum dijabarkan lebih jauh. Bocoran yang beredar hanya menyebut bahwa Galaxy Z Flip 8 kemungkinan meluncur di sebagian besar region dengan Exynos 2600.
Peluncuran disebut tinggal beberapa bulan
Kabar soal chipset ini muncul di tengah derasnya bocoran lain terkait ponsel lipat Samsung berikutnya. Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian publik juga tertuju pada kebocoran desain Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Wide, hingga unit dummy Galaxy Z Flip 7.
Rangkaian informasi tersebut membuat lini foldable Samsung semakin menjadi sorotan. Namun untuk urusan chipset, belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai perubahan strategi ini.
Karena itu, informasi yang beredar masih perlu disikapi dengan hati-hati. Meski sumber bocoran mengaitkannya dengan temuan dari source code, keputusan final perusahaan bisa saja berbeda saat perangkat diumumkan.
Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Wide, dan Galaxy Z Flip 8 disebut akan resmi diperkenalkan pada acara Unpacked di Juli 2026. Jika jadwal itu tetap berjalan, kepastian soal apakah Samsung benar-benar memisahkan strategi chipset antara Fold dan Flip tampaknya tidak akan lama lagi terjawab.
Source: gadgets.beebom.com








