Galaxy S26 Ultra Di Vietnam Bukan Sekadar Kencang, Tapi Tetap Tajam Di Kondisi Paling Sulit

Lima hari di Vietnam menunjukkan bahwa daya tarik Galaxy S26 Ultra tidak berhenti pada angka spesifikasi. Perangkat ini diuji di situasi yang sangat beragam, dari hotel bergaya kolonial di Sapa dan Hanoi hingga cable car di ketinggian Fansipan, Alpine Coaster, serta Train Street yang padat di malam hari.

Hasil paling menarik justru muncul saat kondisi dibuat tidak ideal. Kamera 200MP dengan aperture f/1.4, fitur on-device AI, Horizontal Lock, LOG video dengan LUT bawaan, Privacy Display, dan Photo Assist terlihat paling berguna ketika dipakai di lapangan, bukan di presentasi.

Bukan Sekadar Kamera 200MP

Di sesi awal perjalanan, Samsung menempatkan kamera utama 200MP f/1.4 sebagai sistem, bukan sekadar angka besar di lembar spesifikasi. Aperture f/1.4 disebut memberi penerimaan cahaya 47% lebih banyak dibanding f/1.7 pada generasi sebelumnya.

Perbedaan itu terasa saat perangkat dipakai di kondisi low-light. Detail yang biasanya hilang di area gelap tetap terbaca, sementara fleksibilitas crop dan zoom memberi ruang lebih besar tanpa harus mendekat ke subjek.

Di Cat Cat Village, manfaat itu terlihat jelas. Detail bordir pakaian tradisional H’Mong, tekstur kain tenun, dan ekspresi wajah bisa ditangkap dari jarak yang tidak mengganggu orang yang difoto.

Nightography yang Lebih Terlihat di Kondisi Sulit

Uji lain terjadi di Sapa Stone Church saat kabut tipis dan pencahayaan jalan tidak merata. Dalam kondisi seperti itu, hasil Nightography menunjukkan noise yang tetap terkendali di area shadow.

Detail batu gereja masih terbaca, sementara dynamic range tidak runtuh meski ada sumber cahaya langsung dan area gelap dalam satu frame. Kombinasi sensor besar, aperture f/1.4, dan AI processing on-device menjadi faktor utama di sini.

Pendekatan ini penting karena justru situasi yang tidak ideal sering lebih jujur untuk menguji kamera. Gerimis, kabut, dan pencahayaan rendah memberi gambaran yang lebih jelas tentang konsistensi pemrosesan gambar.

On-Device AI Saat Sinyal Hilang

Fansipan menjadi pengujian paling teknis. Di dalam gondola cable car, sinyal sengaja dimatikan, sementara Galaxy S26 Ultra tetap menjalankan semua komputasi AI secara lokal.

Perangkat ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan Neural Processing Unit yang diklaim 39% lebih cepat dari generasi sebelumnya dan dibangun di arsitektur 3nm. Scene optimization, noise reduction, dan detail enhancement tetap berjalan tanpa koneksi internet.

Foto di ketinggian 3.147,3 mdpl tetap menghasilkan kualitas yang konsisten. Optical Zoom 10x juga menampilkan detail puncak gunung, batu, vegetasi, dan garis topografi yang sebelumnya hanya tampak sebagai siluet kabur.

Horizontal Lock dan Workflow Video yang Lebih Fleksibel

Di Alpine Coaster, fitur Horizontal Lock diuji dengan dua rekaman di lintasan yang sama. Saat fitur dimatikan, horizon ikut miring di tikungan ekstrem dan hasil footage terasa kurang stabil.

Saat fitur diaktifkan, horizon tetap rata sepanjang lintasan. Gyroscope membaca deviasi, lalu AI mengoreksi setiap frame sebelum tersimpan, sehingga hasilnya tampak seperti direkam dari rig stabil.

Di Hotel de la Coupole, fokus beralih ke RAW Video dalam format LOG dengan preset LUT bawaan. Workflow ini memungkinkan rekaman flat yang menyimpan informasi warna lebih lengkap, lalu tone akhir ditentukan melalui LUT sesuai kebutuhan kreatif.

Privacy Display dan Photo Assist di Tengah Keramaian

Train Street memperlihatkan sisi lain Galaxy S26 Ultra. Photo Assist memungkinkan penghapusan objek langsung dari Gallery tanpa aplikasi tambahan, tanpa langganan, dan tanpa mengirim foto ke server eksternal.

Di lokasi yang sangat padat, fitur ini terasa relevan karena foto sering dipenuhi orang di latar belakang. Sementara itu, Privacy Display bekerja di level panel untuk membatasi sudut pandang layar secara hardware.

Keduanya membentuk kombinasi yang menarik di ruang publik. Photo Assist memberi kontrol atas isi foto, sedangkan Privacy Display membatasi siapa yang bisa melihat layar sejak awal.

Circle to Search untuk Kota Asing

Di Old Quarter Hanoi, Circle to Search membantu membaca papan nama toko dan menu restoran dalam aksara Vietnam. Cukup lingkari teks di layar, lalu hasil pencarian muncul tanpa harus keluar dari aplikasi yang sedang dibuka.

Fungsi ini membuat navigasi di kota asing terasa lebih praktis. Identifikasi, terjemahan, dan konteks hadir dalam satu gerakan sederhana, terutama saat berjalan kaki di area dengan banyak tulisan non-Latin.

Setelah lima hari, Galaxy S26 Ultra meninggalkan kesan sebagai perangkat yang paling kuat saat dipaksa bekerja di kondisi sulit. Dari Cat Cat Village sampai Train Street, performanya tetap konsisten di situasi yang tidak dikondisikan untuk terlihat sempurna.

Source: telset.id

Berita Terkait

Back to top button