Motorola diam-diam meluncurkan Moto Tag 2 di beberapa pasar Eropa dengan fokus pada dua hal yang langsung menarik perhatian: baterai hingga 600 hari dan dukungan Ultra-Wideband atau UWB. Kombinasi ini membuat perangkat pelacak mungil tersebut tampil lebih serius untuk pengguna Android yang ingin pelacakan barang lebih presisi.
Perangkat ini juga terhubung ke jaringan Google Find Hub, sehingga bisa dipakai untuk melacak barang seperti kunci, tas, dompet, atau koper. Bagi pengguna Android, kehadiran dukungan UWB menjadi pembeda penting karena pelacakan jarak dekat tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan sinyal Bluetooth biasa.
Moto Tag 2 mendukung UWB, Bluetooth 6.0, dan Bluetooth Channel Sounding. Paket fitur itu memungkinkan ponsel memberi petunjuk arah dan estimasi jarak yang lebih akurat saat pengguna mencari barang yang hilang di dekatnya.
Dalam penggunaan sehari-hari, pendekatan ini lebih berguna dibanding notifikasi umum yang hanya menyebut barang berada “di sekitar” pengguna. Manfaatnya terasa terutama di dalam ruangan, ketika pelacak Bluetooth konvensional sering terasa kurang presisi.
Fokus pada akurasi dan daya tahan
Salah satu peningkatan terbesar ada pada daya tahan baterai. Motorola mengklaim Moto Tag 2 bisa bertahan hingga 600 hari dengan baterai CR2032 standar yang dapat diganti.
Angka tersebut menjadi loncatan besar dibanding Moto Tag generasi pertama yang disebut memiliki baterai “satu tahun”. Dengan masa pakai lebih panjang, pengguna tidak perlu terlalu sering membuka perangkat untuk mengganti baterai.
Motorola juga membekali perangkat ini dengan rating IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Artinya, Moto Tag 2 dirancang agar tetap aman dari hujan, cipratan, tumpahan, dan benturan ringan penggunaan harian.
Dari sisi bentuk, Motorola mempertahankan desain yang sederhana dan ringkas. Bodinya cukup tipis untuk diselipkan ke dalam dompet atau kompartemen koper, sehingga cocok dipakai pada barang-barang yang ruangnya terbatas.
Pilihan warna juga dibuat sedikit berbeda dari kebanyakan pelacak yang biasanya hadir dalam warna netral. Moto Tag 2 tersedia dalam opsi hijau dan oranye.
Terintegrasi dengan ekosistem Google
Moto Tag 2 memanfaatkan ekosistem Google Find Hub untuk konektivitas dan pelacakan di perangkat Android. Motorola juga menekankan penggunaan sistem terenkripsi dari Google untuk aspek privasi dan berbagi lokasi yang aman.
Langkah ini penting karena kategori pelacak barang makin bergantung pada luasnya jaringan perangkat yang dapat membantu menemukan posisi item yang hilang. Dengan masuk ke jaringan Google, Moto Tag 2 tidak hanya berfungsi sebagai perangkat Bluetooth lokal, tetapi juga bagian dari ekosistem pencarian yang lebih besar.
Ada pula beberapa fitur tambahan yang bersifat praktis. Tombol bawaan pada perangkat disebut bisa dipakai untuk membunyikan ponsel yang terhubung, atau bahkan memicu shutter kamera dari jarak jauh.
Fitur kecil seperti ini membuat perangkat tidak hanya berguna saat barang hilang. Dalam situasi tertentu, Moto Tag 2 juga bisa berfungsi seperti aksesori pemicu cepat untuk mencari ponsel atau mengambil foto.
Posisi di pasar pelacak Android
Secara posisi produk, Moto Tag 2 terlihat seperti upaya Motorola menghadirkan alternatif yang lebih matang bagi pengguna Android. Pendekatan ini mengarah ke produk pelacak yang sederhana di luar, tetapi membawa peningkatan penting di sisi teknologi inti.
Dukungan UWB menjadi nilai jual yang paling menonjol dibanding banyak pelacak murah yang masih sepenuhnya mengandalkan kekuatan sinyal Bluetooth. Saat pengguna perlu menemukan barang di ruangan, lorong, atau sudut rumah, akurasi tambahan itu bisa membuat proses pencarian jauh lebih cepat.
Motorola saat ini mulai menjual Moto Tag 2 di pasar seperti Inggris dan Jerman. Harganya dipatok sekitar £29.99 di Inggris dan €40 di Jerman.
Untuk sementara, ketersediaannya masih terlihat terbatas di beberapa wilayah Eropa. Namun peluncuran awal ini menunjukkan Motorola mulai memperluas lini aksesori Android yang terintegrasi langsung dengan jaringan pelacakan Google.
Bagi pengguna yang sering meninggalkan kunci, dompet, atau tas, kombinasi baterai hampir 600 hari, ketahanan IP68, dan pelacakan presisi berbasis UWB membuat Moto Tag 2 tampil sebagai salah satu pelacak Android yang paling lengkap di kelasnya saat ini. Integrasi dengan Google Find Hub juga memperkuat daya tariknya, terutama bagi pengguna yang ingin pengalaman pencarian barang yang lebih akurat tanpa keluar dari ekosistem Android.
Source: www.gizmochina.com