Motorola kembali mencuri perhatian pasar ponsel Indonesia lewat deretan perangkat baru yang agresif di harga. Sorotan terbesar ada pada seri Edge yang turun drastis, sementara lini lain datang membawa baterai jumbo, layar cepat, dan spesifikasi yang terasa lebih berani dari banderolnya.
Perubahan harga paling terasa ada di Motorola Edge 60 Fusion yang kini berada di kisaran 3 jutaan. Padahal, model ini sebelumnya dijual hampir 6 juta dan kini menjadi salah satu opsi paling menarik bagi pemburu HP tipis dengan desain quad curve.
Edge Series jadi pusat perhatian
Motorola Edge 60 Fusion mengandalkan layar P-OLED 6,67 inci dengan desain curve. Di dalamnya, perangkat ini memakai Dimensity 7400 (4nm), serta membawa sertifikasi standar militer dan IP68 untuk ketahanan air dan debu.
Di kelas yang lebih tinggi, Motorola Edge 60 Pro hadir sebagai pilihan untuk pengguna yang mengutamakan kamera. Ponsel ini membawa kamera 50MP OIS, 50MP ultra-wide, dan 10MP telefoto dengan 3x optical zoom, lalu dipadukan dengan Dimensity 8350 Extreme.
Motorola juga menyiapkan Edge 70 Fusion sebagai model yang menonjol di sisi ketipisan bodi. Ponsel ini memiliki bodi 7,2 mm, layar AMOLED 6,78 inci dengan kecerahan 5.200 nits, Snapdragon 7S Gen 4, dan baterai 7000 mAh.
Deretan HP Motorola terbaru dan harga yang bikin melirik
Di kelas entry-level, Motorola G06 Power hadir sebagai model dengan baterai 7000 mAh dan fast charging 18W. Ponsel ini membawa layar 6,8 inci IPS LCD 120Hz, Helio G81 Extreme, dan RAM 4GB.
Motorola G67 Power menyasar pengguna yang ingin kombinasi daya tahan dan kamera yang lebih serius. Perangkat ini memakai Snapdragon 7 Gen 2, kamera Sony LYTIA 600 50MP, baterai 7000 mAh, standar militer, dan IP64.
Sementara itu, Motorola G57 Power menonjol lewat layar 6,72 inci dengan tingkat kecerahan 1050 nits. HP ini memakai Snapdragon 6S Gen 4 (4nm) dan baterai 7000 mAh yang diklaim tahan hingga 2 hari pemakaian.
Daftar singkat spesifikasi utama
| Model | Chipset | Layar | Baterai / Kamera utama |
|---|---|---|---|
| Motorola G06 Power | Helio G81 Extreme | 6,8 inci IPS LCD 120Hz | 7000 mAh, 18W |
| Motorola Edge 70 Pro | Dimensity 8500 Extreme | AMOLED 1,5K 144Hz | Triple 50MP, 6500 mAh, 90W |
| Motorola Edge 60 Fusion | Dimensity 7400 | P-OLED 6,67 inci | Standar militer, IP68 |
| Motorola Edge 60 Pro | Dimensity 8350 Extreme | – | 50MP OIS + 50MP UW + 10MP telefoto |
| Motorola G67 Power | Snapdragon 7 Gen 2 | – | Sony LYTIA 600 50MP, 7000 mAh |
| Motorola G57 Power | Snapdragon 6S Gen 4 | 6,72 inci | 7000 mAh |
| Motorola Edge 70 Fusion | Snapdragon 7S Gen 4 | AMOLED 6,78 inci 5.200 nits | 7000 mAh |
| Motorola G86 Power | Dimensity 7300 | OLED 6,67 inci 120Hz | 50MP OIS, selfie 32MP |
| Motorola Razr 60 | Dimensity 7400X | 6,9 inci P-OLED 120Hz | Layar eksternal 3,6 inci |
| Motorola Signature | Snapdragon 8 Gen 5 | AMOLED 165Hz | 50MP main, 50MP UW, 50MP tele 3x |
Motorola G86 Power menjadi opsi lain di lini menengah dengan layar OLED 6,67 inci 120Hz. Ponsel ini memakai Dimensity 7300, kamera 50MP OIS, dan kamera depan 32MP.
Untuk pengguna yang ingin ponsel lipat, Motorola Razr 60 hadir dengan layar utama 6,9 inci P-OLED 120Hz. Model ini juga membawa layar eksternal 3,6 inci untuk notifikasi dan selfie, serta ditenagai Dimensity 7400X.
Di puncak lini, Motorola Signature diposisikan sebagai flagship paling tinggi. Perangkat ini memakai Snapdragon 8 Gen 5, layar AMOLED 165Hz, tiga sensor Sony 50MP, serta RAM hingga 16GB dan storage 1TB.
Kembalinya Motorola di tahun 2026 terlihat tidak sekadar mengejar tren, tetapi juga menargetkan kebutuhan pengguna Indonesia. Polanya jelas, yakni baterai besar, layar kencang, dan harga yang dibuat lebih kompetitif di hampir semua kelas.
