Pasar tablet murah kembali panas, dan kali ini perhatian justru mengarah ke Samsung Galaxy Tab A9. Perangkat ini laris di Shopee dengan penjualan lebih dari 10.000 unit, meski harganya kini berada di kisaran Rp1,7 jutaan.
Yang membuatnya menonjol bukan sekadar label Samsung, melainkan kombinasi software yang terasa lebih lengkap daripada banyak tablet murah lain. Galaxy Tab A9 sudah membawa One UI 7 berbasis Android 15, sehingga tampil lebih siap untuk dipakai harian, termasuk multitasking yang jadi nilai jual utamanya.
Tablet ringkas yang nyaman dipakai lama
Galaxy Tab A9 hadir dengan konsep portrait yang lebih pas di tangan dibanding tablet bongsor pada umumnya. Bobotnya 332 gram dengan ketebalan 8 mm, sehingga masih nyaman dipakai untuk membaca e-book atau scrolling media sosial dalam waktu lama.
Samsung juga membekali bodi tablet ini dengan material metal yang memberi kesan kokoh dan premium. Di kelas harganya, karakter seperti ini menjadi salah satu alasan perangkat ini tetap menonjol di etalase pasar.
Performa cukup kuat untuk kelas 1 jutaan
Di sektor dapur pacu, Galaxy Tab A9 memakai MediaTek Helio G99. Chipset 6nm ini mencatat skor AnTuTu di angka 500.000-an poin, yang sudah cukup untuk kebutuhan harian dan penggunaan ringan sampai menengah.
Untuk gaming, tablet ini disebut bisa menjalankan Mobile Legends dengan stabil di 60 FPS pada setting grafis Medium. Hasil tersebut membuatnya terasa lebih dari sekadar tablet untuk hiburan pasif.
Layar kecil, tapi tetap fungsional
Galaxy Tab A9 memakai layar 8,7 inci PLS TFT dengan resolusi 800 x 1340 piksel. Panelnya memang belum Full HD, tetapi warna yang dihasilkan disebut tetap akurat untuk kebutuhan standar.
Tablet ini juga sudah mendukung Widevine L1, sehingga pengguna bisa menonton Netflix dengan kualitas terbaik yang tersedia di perangkat. Kombinasi ini membuat layar kecilnya tetap relevan untuk streaming dan konsumsi konten.
One UI 7 dan Android 15 jadi pembeda utama
Daya tarik terbesar Galaxy Tab A9 ada pada software yang dibawanya. Samsung menyematkan One UI 7 berbasis Android 15, sementara banyak tablet murah lain masih memakai Android polos tanpa banyak fitur tambahan.
Fitur Sidebar dan Taskbar membuat akses aplikasi favorit lebih cepat, dengan tampilan yang disebut mirip desktop Windows. Ada juga Multi-Window yang memungkinkan membuka hingga 5 aplikasi sekaligus dalam mode floating window.
Fitur produktivitas dan ekosistem yang lebih matang
Nilai tambah lain datang dari ekosistem Samsung yang sudah terhubung dengan perangkat lain. Fitur Auto Switch Buds dan sinkronisasi ke laptop Windows menjadi bagian penting bagi pengguna yang ingin kerja lebih praktis.
Samsung juga menambahkan Samsung Kids untuk mengatur screen time dan konten yang aman bagi anak. Di segmen tablet murah, kelengkapan seperti ini menjadi pembeda yang terasa langsung dalam penggunaan sehari-hari.
Kamera, audio, dan baterai untuk kebutuhan dasar
Untuk kebutuhan video call atau meeting online, Galaxy Tab A9 dibekali kamera belakang 8 MP dan kamera depan 2 MP. Rekaman videonya mendukung resolusi Full HD, sehingga masih cukup layak untuk komunikasi daring.
Varian harga 1 jutaan yang beredar merupakan versi Wi-Fi Only, tetapi tablet ini tetap membawa dual speaker stereo. Daya tahan perangkat ditopang baterai 5.000 mAh, sementara memorinya tersedia dalam RAM 4GB dan ROM 64GB, dengan dukungan microSD hingga 1TB.
Dengan harga sekitar Rp1.700.000 hingga Rp1.800.000 di Shopee dan marketplace, Galaxy Tab A9 tampil sebagai pilihan yang mengandalkan kenyamanan software, kestabilan OS, dan ekosistem yang matang. Di segmen tablet murah, justru kombinasi itulah yang membuatnya sulit diabaikan.
