Layar HP Makin Tajam, Tapi 5 Kekurangan Ini Bisa Bikin Kamu Menyesal

Layar beresolusi tinggi sering dianggap sebagai nilai jual utama HP modern. Namun, di balik gambar yang lebih tajam, ada konsekuensi yang perlu dipahami sebelum membeli.

Semakin tinggi resolusi, semakin besar tuntutan yang harus dipenuhi perangkat. Dampaknya bisa terasa pada baterai, performa, hingga biaya perbaikan saat layar rusak.

Baterai lebih cepat terkuras

Resolusi 2K atau 1440p punya pixel sekitar 77 persen lebih banyak dibandingkan 1080p, menurut Android Authority. Jumlah pixel yang lebih besar itu membuat layar membutuhkan daya lebih banyak untuk me-render gambar.

Pada resolusi yang lebih tinggi seperti 4K, kebutuhan tenaga untuk rendering naik lagi. Meski begitu, perbedaan daya tahan baterai dari 1080p ke 2K disebut tidak terlalu signifikan, dan sebagian HP juga menyediakan opsi menurunkan resolusi agar baterai lebih hemat.

Harga perangkat ikut naik

Tech Radar menyoroti bahwa kenaikan resolusi layar biasanya ikut mendorong harga HP. Produsen tidak hanya membayar panel yang lebih mahal, tetapi juga komponen lain yang mendukung layar beresolusi tinggi.

Contohnya, Samsung Galaxy A17 5G dengan layar 1080p dibanderol mulai Rp4 jutaan. POCO X8 Pro dengan layar 1,5K berada di kisaran Rp5 juta–6 jutaan, sementara POCO F8 Pro dan Samsung Galaxy S26 Ultra dengan layar 2K disebut berada di rentang Rp8 juta–30 jutaan.

Beban kerja CPU dan GPU makin berat

DroidLime menjelaskan bahwa layar beresolusi tinggi membuat CPU dan GPU bekerja lebih keras. Proses ini terjadi karena perangkat harus menangani gambar dengan detail yang lebih tinggi secara terus-menerus.

Beban yang lebih berat itu juga bisa memengaruhi pengalaman gaming. Game dapat mengalami lag, frame drop, atau terasa kurang lancar jika chipset yang dipakai tidak cukup kuat.

Risiko panas berlebih ikut meningkat

Kerja CPU dan GPU yang lebih tinggi, ditambah baterai yang lebih cepat terkuras, dapat memicu overheat. Kondisi ini makin terasa pada penggunaan di luar ruangan, terutama saat HP dipakai di bawah sinar matahari langsung.

Overheat masih bisa ditekan dengan penggunaan yang wajar. Hindari memakai HP saat dicas, jangan terlalu lama di bawah terik matahari, dan gunakan perangkat sesuai kebutuhan agar panas tidak cepat menumpuk.

Biaya perbaikan jauh lebih mahal

Layar beresolusi tinggi umumnya memakai teknologi yang lebih canggih. Selain jumlah pixel yang lebih banyak, panel yang dipakai juga sering lebih premium, seperti AMOLED.

Akibatnya, biaya perbaikannya cenderung tinggi. HP dengan layar 2K seperti Samsung Galaxy S series bisa memerlukan biaya perbaikan sekitar Rp1 juta–4 jutaan, sedangkan layar 1080p seperti Redmi Note series berada di kisaran Rp300 ribu–1 jutaan.

Di kelas yang lebih rendah, layar 720p seperti pada Redmi 10A disebut punya biaya perbaikan sekitar Rp300 ribuan. Perbedaan ini membuat keputusan memilih layar beresolusi tinggi tidak hanya soal kualitas tampilan, tetapi juga soal beban biaya jangka panjang.

Pada akhirnya, layar beresolusi tinggi memang menawarkan ketajaman yang lebih baik, tetapi juga membawa konsekuensi yang tidak kecil. Calon pembeli perlu menimbang apakah peningkatan visual itu sepadan dengan tambahan beban pada baterai, performa, suhu, dan ongkos perbaikan.

Source: www.idntimes.com
Terkait