Vivo X300 FE Nyaris Jadi Flagship Kompak Idaman, Tapi Satu Kejanggalan Ini Sulit Diabaikan

Vivo X300 FE muncul sebagai salah satu ponsel flagship kompak yang paling menarik saat ini. Namun ada satu masalah besar yang langsung menahan daya tariknya, yakni harga peluncuran yang justru lebih mahal daripada Vivo X300 reguler di beberapa pasar.

Di Austria, Vivo X300 FE dibanderol mulai €999. Sementara itu, Vivo X300 yang sudah lebih dulu beredar kini dijual sekitar €849, sehingga model FE sulit terlihat masuk akal bagi pembeli yang membandingkan keduanya secara langsung.

Situasi serupa juga terlihat di India. Vivo X300 dijual seharga ₹75,999, sedangkan X300 FE meluncur di ₹79,999, meski perangkat ini ditempatkan di bawah X300 dalam beberapa aspek penting.

Daya tarik utama ada pada bentuk kompak dan baterai besar

Terlepas dari masalah harga, X300 FE tetap membawa kombinasi yang jarang ditemui di kelas flagship kompak. Ponsel ini memakai layar 6,31 inci seperti X300, tetapi menawarkan baterai jauh lebih besar.

Bobotnya 190 gram, sama dengan X300. Namun model FE membawa baterai 6.500mAh, sedangkan unit X300 versi Austria yang diuji memiliki baterai 5.360mAh.

Perbedaan kapasitas ini disebut terasa besar dalam pemakaian harian. X300 FE dikatakan mampu bertahan hingga satu setengah hari bahkan saat dipakai berat.

Vivo juga memakai teknologi silicon-carbon pada baterai ini. Hasilnya, X300 FE disebut unggul dalam aspek daya tahan dibanding X300, Xiaomi 17, dan Galaxy S26.

Untuk ukuran ponsel 6,3 inci, kapasitas baterai itu menjadi salah satu nilai jual terkuat. Bagi pengguna yang mencari ponsel kecil dengan stamina panjang, X300 FE langsung menonjol.

Soal pengisian daya, Vivo membekalinya dengan fast charging 90W. Baterainya bisa terisi penuh dalam waktu kurang dari 50 menit, dan perangkat ini juga mendukung USB PD hingga 50W.

Desain lebih nyaman daripada X300 reguler

Salah satu perubahan paling mencolok ada di bagian belakang. Jika lini X300 dikenal dengan pulau kamera besar, X300 FE memakai desain camera bar yang membuat bodi terasa lebih rapi dan nyaman digenggam.

Perubahan ini juga menghilangkan efek goyang saat ponsel diletakkan di atas meja. Desainnya disebut mengingatkan pada Huawei Nexus 6P, tetapi tetap tampil berbeda berkat material logam di area kamera.

Bodi samping dibuat kotak dengan tepian bevel. Ukurannya yang ringkas membuat X300 FE mudah dipakai dengan satu tangan, dan pengalaman genggamnya disebut sebagai salah satu yang terbaik di antara ponsel Vivo dalam beberapa tahun terakhir.

Vivo juga tidak memangkas kualitas material. X300 FE sudah memakai frame aluminium, panel belakang kaca bertekstur matte, pelindung air dan debu IP68 serta IP69, dan lapisan logam di sekitar kamera.

Varian ungu yang diuji disebut tampil menarik tanpa terlihat berlebihan. Pada bagian depan, panel OLED 6,31 inci yang dipakai dinilai setara dengan perangkat X300 lain dalam hal warna, kontras, opsi kustomisasi, dan fitur perlindungan mata.

Performa kencang, tetapi kamera tidak sepenuhnya setara

Di sektor dapur pacu, X300 FE ditenagai Snapdragon 8 Gen 5. Meski bukan chipset Qualcomm terbaik, performanya disebut tidak menimbulkan masalah dalam penggunaan.

Unit yang diuji memakai konfigurasi 12GB/512GB. Satu catatan kecil hanya pada kapasitas RAM yang belum mencapai 16GB.

Perbedaan paling penting dengan X300 ada pada kamera. Jika X300 memakai kamera utama 200MP, X300 FE turun ke sensor utama 50MP Sony Lytia 702.

Susunan kameranya dilengkapi telefoto 50MP Lytia 600 dengan zoom optik 3x. Untuk kamera ultra-wide, Vivo memakai sensor 8MP.

Kamera utama dan telefoto disebut mampu memberi hasil yang baik. Namun kamera ultra-wide dinilai biasa saja, dan ini menjadi salah satu kompromi paling jelas pada model FE.

Ada juga dukungan untuk telephoto extender 200mm yang dapat dipakai pada X200 FE. Fitur itu disebut kompatibel, meski belum sempat diuji karena aksesori casing yang dibutuhkan tidak tersedia saat pengujian.

Masalahnya tetap kembali ke harga

Di atas kertas, X300 FE punya alasan kuat untuk dipertimbangkan. Ponsel ini menawarkan desain yang lebih nyaman, baterai yang sangat besar untuk kelasnya, pengisian cepat, dan performa yang tetap kencang.

Masalahnya, keunggulan itu belum cukup untuk menutupi posisi harga yang janggal. Ketika model reguler X300 tersedia lebih murah dan membawa kamera lebih baik, pembeli akan sulit menerima X300 FE sebagai pilihan paling rasional.

Dalam skenario saat harga disesuaikan, X300 FE bisa menjadi opsi menarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan kenyamanan genggam. Tetapi pada harga sekarang, perangkat ini lebih cocok untuk pembeli yang benar-benar memprioritaskan baterai besar di bodi compact daripada kualitas kamera terbaik di kelasnya.

Source: www.androidcentral.com
Terkait