Forza Horizon 6 di PC datang dengan modal yang cukup meyakinkan bagi pemain yang mengejar dua hal sekaligus: visual tajam dan frame rate stabil. Gim ini disebut sudah teroptimasi dengan baik sejak awal, sehingga penyesuaian setting lebih banyak dipakai untuk menyempurnakan hasil sesuai kemampuan perangkat.
Bagi pengguna PC menengah hingga kelas bawah, kabar paling penting ada pada kebutuhan hardwarenya yang tidak tergolong berat untuk standar gim modern. Namun, beberapa opsi grafis tetap perlu dipilih dengan cermat agar performa mulus tidak dibayar terlalu mahal oleh penurunan kualitas gambar.
Mesin gim dan karakter optimasi
Forza Horizon 6 memakai versi terbaru dari ForzaTech Engine. Mesin ini sudah punya rekam jejak yang baik di PC kelas menengah dan rendah, sehingga gim tetap relatif ramah pada banyak konfigurasi.
Gim juga menyarankan preset otomatis berdasarkan spesifikasi perangkat yang dipakai. Meski begitu, pengaturan manual masih bisa memberi hasil yang lebih seimbang antara kualitas visual dan kelancaran permainan.
Kebutuhan sistem yang tergolong ramah
Di Steam, spesifikasi minimum Forza Horizon 6 mencantumkan Windows 10 22H2 64-bit, prosesor Intel i5-8400 atau AMD Ryzen 5 1600, RAM 16 GB, serta GPU Nvidia GTX 1650, AMD RX 6500 XT, atau Intel Arc A380. Gim ini juga membutuhkan DirectX 12 dan ruang penyimpanan 167 GB.
Untuk spesifikasi rekomendasi, daftar yang tercantum meliputi Intel i5-12400F atau AMD Ryzen 5 5600X, RAM 16 GB, dan GPU Nvidia RTX 3060 Ti, AMD RX 6700 XT, atau Intel Arc A580. Kebutuhan storage tetap 167 GB dengan sistem operasi dan DirectX yang sama.
Daftar itu menunjukkan Forza Horizon 6 tidak menuntut tenaga GPU yang berlebihan. Kehadiran GTX 1650 di level minimum menandakan banyak PC lama masih punya peluang menjalankan gim ini dengan layak.
Satu catatan yang cukup jelas ada pada memori sistem. Gim ini mengandalkan setidaknya 16 GB RAM, angka yang kini memang sudah menjadi standar di banyak rilisan modern.
Setting video yang paling aman untuk performa dan visual
Resolusi ideal tetap mengikuti monitor yang dipakai. Untuk frame rate, setelan low disarankan di angka 90 fps, sedangkan profil recommended dan ultra memakai mode unlocked atau variable.
V-Sync disarankan dimatikan pada profil low dan recommended, lalu dinyalakan di ultra. Full screen tetap aktif di semua profil karena menjadi pilihan standar untuk menjaga konsistensi performa.
Motion Blur sebaiknya dimatikan pada profil low, lalu dinaikkan ke short untuk recommended dan long pada ultra. Skala antarmuka atau user interface scale berada di angka 100 pada semua profil.
Untuk anti-aliasing, TAA aktif di low tetapi dimatikan pada recommended dan ultra. Pengguna AMD disarankan menyalakan AMD FSR 3.1.5 AA, sementara pengguna Intel bisa mengaktifkan Intel XeSS AA.
Pada GPU Nvidia, DLSS aktif di semua profil. Super Resolution berada di mode Balanced untuk low, Quality untuk recommended, dan dimatikan di ultra.
Nvidia DLAA hanya aktif di ultra. Frame Generation juga disarankan aktif dan bisa dinaikkan setinggi yang didukung GPU, dengan kartu seri 50 dapat menggunakan 4x MFG.
Nvidia Reflex Low Latency dimatikan di low, lalu memakai On+Boost pada recommended dan ultra. Untuk resolusi scaling, AMD FSR 3.1.5 dan Intel XeSS-SR dipakai sesuai merek GPU, sementara AMD FidelityFX CAS dimatikan di semua profil.
Opsi grafis yang paling menentukan
Preset utama disarankan tetap di posisi custom. Pendekatan ini memudahkan pemain menaikkan kualitas pada elemen yang paling terlihat, sambil menahan opsi yang paling berat ke GPU.
Untuk level of detail, Car Level of Detail berada di High pada low dan Extreme pada recommended serta ultra. Environment Texture Quality juga High di low, lalu Extreme di dua profil di atasnya.
Environment Geometry Quality menjadi salah satu titik kompromi terpenting. Opsi ini berada di Medium untuk low, lalu langsung Extreme pada recommended dan ultra.
Pada refleksi, Car Reflection Quality ada di High pada low dan Extreme pada dua profil lain. Screen Space Reflections Quality justru dimatikan di semua profil, menandakan fitur ini bukan prioritas untuk rasio visual-performa terbaik.
Raytraced Reflections Quality dimatikan di low, Medium di recommended, dan High di ultra. Artinya, ray tracing tetap diposisikan sebagai peningkat visual opsional, bukan fondasi utama pengalaman bermain.
Untuk bayangan, Shadow Quality berada di High, Ultra, lalu Extreme dari low ke ultra. Night Shadows dimatikan di low, kemudian Extreme di recommended dan ultra.
Di bagian lighting dan materials, Screen Space GI Quality dimatikan pada semua profil. Sebaliknya, Raytraced GI Quality dipasang Medium di low dan recommended, lalu Extreme di ultra.
Shader Quality ada di High pada low dan Extreme di recommended serta ultra. Audio Quality tetap Ultra di seluruh profil.
Pengaturan lain juga ikut memengaruhi performa, terutama pada area terbuka yang padat efek. Deformable Terrain Quality berada di High, Ultra, dan Extreme, sedangkan Particle Effects Quality dipasang Medium untuk low lalu Ultra pada dua profil lain.
Volumetric Fog Quality ada di Medium pada low, Ultra pada recommended, dan Extreme di ultra. Lens Effects berada di Medium untuk low lalu Extreme pada recommended dan ultra, sementara Motion Blur Quality naik dari Low ke High lalu Ultra.
Jika PC masih tersendat
Bila profil low masih menimbulkan stutter di sistem yang sangat lama, ada tiga opsi yang layak diturunkan lebih jauh. Shadow Quality, Shader Quality, dan Environment Detail disebut sebagai nilai kunci yang paling masuk akal untuk dipangkas.
Langkah itu memang akan mengurangi kualitas visual mobil dan dunia di sekeliling pemain. Namun, imbalannya adalah performa yang lebih stabil saat balapan.
Forza Horizon 6 juga menyediakan penghitung penggunaan GPU VRAM dan RAM secara real time. Patokan idealnya, penggunaan VRAM dijaga di bawah 80 persen, meski gim ini disebut tetap cukup aman bahkan ketika melewati ambang tersebut.
