Samsung memanfaatkan Australian Tech Summit 2026 di Sydney untuk menegaskan arah baru bisnis layarnya: AI tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan inti pengalaman menonton dan bermain. Dalam ajang yang berlangsung pada 14-15 Mei itu, perusahaan memamerkan TV AI terbaru dan monitor gaming Odyssey dengan fokus pada kualitas gambar, personalisasi, dan performa tinggi.
Sorotan terbesar datang dari kombinasi dua lini berbeda yang sama-sama agresif. Di satu sisi, Samsung membawa TV Micro RGB dan OLED untuk pengalaman home viewing premium, sementara di sisi lain perusahaan menampilkan monitor Odyssey yang menyasar gamer dan pengguna yang membutuhkan spesifikasi ekstrem.
Fokus pada layar AI untuk rumah
Samsung menampilkan lini TV Micro RGB 2026 sebagai salah satu pusat perhatian utama acara. Seri ini terdiri dari R95H dan R85H, dengan pilihan ukuran layar termasuk model 75 inci.
TV tersebut memakai Micro RGB AI Engine Pro untuk mengoptimalkan warna dan kontras secara real-time. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung menempatkan pemrosesan berbasis AI sebagai elemen utama untuk meningkatkan kualitas gambar, bukan sekadar pelengkap perangkat keras panel.
Perusahaan juga menonjolkan dukungan cakupan warna 100% BT.2020 pada lini itu. Klaim ini diarahkan untuk menghadirkan warna yang lebih hidup dan akurat pada tayangan premium di rumah.
Selain itu, Samsung membekali TV Micro RGB dengan teknologi glare-free untuk mengurangi pantulan cahaya. Hasil yang dituju adalah tampilan yang lebih jernih di berbagai kondisi pencahayaan ruangan.
Dua fitur lain yang ikut ditekankan adalah Micro RGB Precision Color 100 dan Vision AI Companion. Keduanya diposisikan untuk memperkuat kualitas visual sekaligus pengalaman AI yang lebih personal saat pengguna berinteraksi dengan layar.
OLED tetap jadi andalan premium
Selain Micro RGB, Samsung juga membawa lini TV OLED 2026 ke panggung yang sama. Lini ini dipresentasikan sebagai opsi dengan kualitas gambar sinematik dan desain yang lebih halus.
Model unggulan yang disorot adalah S95H 77 inci. Samsung menyebut TV ini hadir dengan peningkatan brightness, performa HDR yang lebih canggih, serta tampilan desain yang modern.
Vision AI Companion kembali menjadi bagian penting di lini OLED tersebut. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan konten dan berinteraksi dengannya langsung dari TV.
Samsung juga memasukkan Art Mode dan Art Store ke jajaran fitur yang dipamerkan. Dengan kombinasi itu, TV tidak hanya difungsikan sebagai perangkat hiburan, tetapi juga elemen dekorasi rumah saat tidak digunakan untuk menonton.
Dari sisi desain, Samsung memperkenalkan FloatLayer Design pada TV OLED terbarunya. Desain ini disebut memberi kesan lebih ringan dan lebih elegan pada perangkat.
Odyssey dorong batas monitor gaming
Di kategori monitor, lini Odyssey tampil sebagai penyeimbang yang kuat bagi deretan TV premium Samsung. Perusahaan menonjolkan inovasi 3D tanpa kacamata, resolusi sangat tinggi, dan refresh rate yang menyasar kebutuhan gamer kompetitif.
Model yang paling menarik perhatian adalah Odyssey 3D 27 inci dengan kode G90XF. Monitor ini menawarkan pengalaman 3D tanpa kacamata melalui teknologi eye-tracking dan view-mapping.
Samsung melengkapi Odyssey 3D itu dengan refresh rate 165Hz dan response time 1ms GtG2. Kombinasi ini menunjukkan bahwa efek visual imersif tidak datang dengan mengorbankan kecepatan respons yang penting untuk gaming.
Perusahaan juga memamerkan Odyssey G8 32 inci dengan kode G80HS. Monitor ini membawa resolusi 6K, sebuah spesifikasi yang menempatkannya pada segmen performa visual kelas atas.
Odyssey G8 tersebut mendukung refresh rate 165Hz pada mode utamanya. Samsung juga menyebut monitor ini dapat beralih ke mode 330Hz pada resolusi yang lebih rendah, yakni 3K.
Pilihan lain yang ikut dipamerkan adalah Odyssey OLED G8 32 inci dengan kode G80SH. Model ini mengusung panel 4K QD-OLED dan refresh rate 240Hz, kombinasi yang mengarah pada kualitas warna tinggi sekaligus kelancaran gerakan.
Pesan besar Samsung di Sydney
Lewat presentasi di Sydney, Samsung tidak hanya memamerkan spesifikasi produk baru. Perusahaan juga menyusun narasi bahwa masa depan layar premium akan ditentukan oleh tiga hal sekaligus: kualitas gambar, desain yang dipikirkan matang, dan AI yang membuat penggunaan terasa lebih intuitif.
Pernyataan perusahaan menegaskan arah itu. Samsung menyebut lini display 2026 menggabungkan fitur yang paling dihargai konsumen pada TV dan monitor, termasuk kualitas gambar, desain yang matang, dan fitur AI yang membuat layar terasa lebih personal serta intuitif.
Australian Tech Summit 2026 pada akhirnya menjadi etalase strategi Samsung untuk dua pasar sekaligus. TV premium diarahkan untuk pengalaman menonton yang lebih cerdas di rumah, sedangkan seri Odyssey diposisikan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan imersi, resolusi tinggi, dan kecepatan ekstrem dalam satu ekosistem display.
Source: sammyguru.com






