Kacamata Pintar Meta Akhirnya Terbuka, Aplikasi Pihak Ketiga Dan Game Siap Masuk

Meta akhirnya membuka kacamata pintar Ray-Ban Display untuk aplikasi pihak ketiga, langkah yang langsung membuat perangkat ini terasa jauh lebih serius. Selama ini, layar internalnya hanya bisa dipakai lewat aplikasi buatan Meta sendiri, sehingga banyak pengguna merasa fungsinya belum sepadan dengan harga Rp 12,8 jutaan.

Bagi pengembang, perubahan ini penting karena platformnya kini mendukung aplikasi yang sudah punya pendamping iOS atau Android, serta aplikasi web. Artinya, ruang eksperimen menjadi jauh lebih luas, termasuk untuk aplikasi yang memanfaatkan layar internal dan pengontrol Neural Band.

Peluang Baru untuk Layar Kecil

Meta tampaknya tidak ingin memaksakan pengalaman yang terlalu kompleks pada layar kacamata ini. Dengan sudut pandang 20 derajat dan tampilan monokuler yang hanya terlihat di satu mata, perangkat ini lebih cocok untuk hamparan informasi singkat daripada pengalaman imersif seperti kacamata AR mandiri.

Karena itu, Meta mengarahkan developer ke kategori aplikasi yang lebih ringkas. Perusahaan menyebutnya sebagai “information overlays”, yaitu lapisan informasi yang bisa muncul sekilas tanpa mengganggu aktivitas utama pengguna.

CTO Meta, Andrew Bosworth, bahkan menunjukkan contoh aplikasi awal bernama Darkroom Buddy. Aplikasi itu berfungsi sebagai panduan interaktif untuk mengembangkan film dan dirancang sebagai referensi cepat di layar kecil.

Dari Data Real-Time sampai Game Ringan

Meta juga memberi arahan yang lebih luas untuk ekosistem baru ini. Pengembang disarankan membangun pengalaman streaming media, tampilan data real-time seperti skor atau pembaruan status, serta berbagai mikro-aplikasi lain yang cocok dengan format kacamata.

Yang menarik, Meta juga sedang mempertimbangkan minigames. Dalam contoh yang ditampilkan, terlihat game seperti catur, ular tangga, dan brick breaker, sementara perangkatnya sendiri sudah memiliki game puzzle bawaan.

Masuknya aplikasi pihak ketiga dan game bisa menjadi titik balik bagi perangkat ini. Selama ini, Ray-Ban Display memang sudah menerima beberapa pembaruan, seperti teleprompter bawaan dan kemampuan menulis tangan, tetapi banyak pengguna masih menilai fungsinya terbatas.

Perubahan yang Dicari Pengguna

Pada penggunaan sehari-hari, peluang terbesarnya justru ada pada hal-hal praktis. Contohnya, layar internal bisa dipakai untuk melihat resep saat memasak, melihat catatan singkat, atau mengecek informasi tanpa harus mengalihkan perhatian terlalu jauh dari aktivitas utama.

Meta juga menyadari bahwa bentuk perangkat ini belum cocok untuk semua jenis aplikasi. Karena itu, pembukaan platform ke pihak ketiga bisa membantu menemukan format penggunaan yang paling pas, bukan sekadar memindahkan aplikasi ponsel ke layar yang lebih kecil.

Namun, waktu ketersediaannya masih belum jelas. Meta sebelumnya sudah mengumumkan dukungan aplikasi pihak ketiga untuk kacamata pintar non-display pada tahun lalu, tetapi sebagian besar aplikasinya belum juga tersedia.

Pembaruan untuk Pengguna yang Sudah Memakai

Di sisi lain, Meta juga menyiapkan pembaruan yang sudah bisa dinikmati pengguna. Fitur neural handwriting kini tersedia untuk semua orang, memungkinkan pengguna membalas pesan dengan menelusuri huruf menggunakan jari.

Ada pula fitur perekaman layar yang memungkinkan pengguna merekam tampilan layar internal kacamata bersama pandangan mereka sendiri, lalu membagikannya ke orang lain. Selain itu, Meta menambahkan live captioning untuk panggilan di Messenger, WhatsApp, dan Instagram.

Pembaruan ini datang di momen yang menarik karena Meta baru saja mengumumkan tanggal acara Meta Connect berikutnya. Di acara itu, perusahaan diperkirakan akan memberi pembaruan lanjutan soal rencana kacamata pintar mereka, sementara Mark Zuckerberg juga sempat menggoda kehadiran pasangan kacamata baru.

Meski masih awal, pembukaan platform ini menunjukkan arah yang jelas: Meta ingin kacamata pintarnya berkembang dari aksesori mahal menjadi perangkat wearable yang benar-benar berguna. Tantangan terbesarnya kini ada pada ekosistem aplikasi, daya tahan baterai, dan seberapa cepat developer menemukan alasan kuat untuk membangun pengalaman baru di layar mungil itu.

Source: telset.id
Exit mobile version