Indosat IdeaFest 2026 “Rehumanize”, Saat AI Melesat, Ide dan Empati Manusia Jadi Andalan

Indosat dan IdeaFest kembali menaruh sorotan pada satu pertanyaan besar di era AI: bagaimana teknologi bisa memperkuat manusia, bukan menggantikannya. Lewat IdeaFest 2026 bertema “Rehumanize”, keduanya ingin membuka ruang yang lebih luas bagi ide, kreativitas, dan koneksi antarmanusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang melaju cepat.

Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center. Formatnya tidak sekadar festival kreatif, tetapi juga pertemuan lintas industri yang menyoroti kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan komunitas.

Tema Rehumanize di tengah derasnya AI

Tema “Rehumanize” dipilih untuk mengeksplorasi kreativitas, budaya, dan teknologi dalam satu panggung yang sama. Di tengah percakapan publik yang makin sering didominasi AI, penyelenggara menekankan bahwa ide, empati, dan perspektif manusia tetap punya peran yang tidak tergantikan.

Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan bahwa teknologi memang dapat mempercepat banyak hal. Namun, menurut dia, kreativitas dan koneksi antarmanusia justru menjadi semakin penting saat AI berkembang cepat.

Ia juga menegaskan bahwa AI seharusnya memperluas potensi manusia, bukan mengambil alih perannya. Karena itu, IdeaFest dipandang sebagai ruang yang relevan untuk mempertemukan kreativitas, teknologi, dan kolaborasi lintas industri agar masa depan yang dibangun lebih inklusif dan bermakna.

Kreativitas yang tetap manusiawi

Dari sisi komunitas kreatif, Stephanie Regina, Founder dan CEO Haloka Group sekaligus salah satu Braintrust IdeaFest 2026, menyoroti bahwa orang kini juga mencari koneksi yang meaningful. Dalam pandangannya, kreativitas punya peran krusial untuk membuat pesan terasa hidup dan relatable.

Ia menilai, ketika sebuah pesan terasa dekat dengan audiens, komunitas bisa menjadi bagian dari ekosistem yang mampu menciptakan engagement organik. Pandangan ini memperkuat benang merah tema Rehumanize, yaitu menempatkan manusia sebagai pusat dari proses kreatif meski teknologi semakin dominan.

Ratusan pembicara dan puluhan sesi diskusi

Setiap tahun, IdeaFest dikenal sebagai panggung bagi sosok-sosok inspiratif dari berbagai bidang yang dinilai memberi dampak positif bagi industri kreatif. Pada edisi 2026, ajang ini jika tidak ada kendala akan menghadirkan kurang lebih 500 pembicara dengan sekitar 160 sesi diskusi.

Ruang diskusi itu mencakup banyak bidang, mulai dari film, musik, fashion, teknologi, politik, F&B, komedi, hingga olahraga. Komposisi ini menunjukkan bahwa IdeaFest tidak hanya membahas dunia kreatif secara sempit, tetapi juga menempatkannya dalam konteks sosial dan industri yang lebih luas.

Ekspansi ke kota lain dan program pendukung

Selain pusat acara di Jakarta, IdeaFest 2026 juga disiapkan untuk ekspansi ke berbagai kota seperti Surabaya. Kehadiran program seperti IdeaFriends dan JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL turut disebut sebagai bagian dari perluasan ekosistem acara.

Langkah ini memperlihatkan bahwa IdeaFest 2026 tidak hanya ingin menjadi ajang tahunan di satu lokasi, tetapi juga bergerak lebih dekat ke komunitas kreatif yang lebih luas. Dengan tema Rehumanize, kolaborasi bersama Indosat menjadi penanda bahwa percakapan soal AI kini makin bergeser dari sekadar efisiensi teknologi ke arah dampaknya bagi manusia dan budaya kreatif.

Source: gadgetsquad.id
Exit mobile version