Samsung Galaxy S26 Ultra langsung mencuri perhatian pasar Indonesia karena membawa kombinasi harga premium, kamera f/1.4, dan paket fitur AI yang lebih serius. Di tengah persaingan ponsel flagship, model ini diposisikan untuk pengguna yang butuh performa tinggi, hasil kamera lebih kuat di cahaya redup, dan pengalaman perangkat yang lebih cerdas.
Di Indonesia, Galaxy S26 Ultra hadir dalam tiga pilihan kapasitas penyimpanan. Samsung memasang harga Rp24.499.000 untuk varian 12GB/256GB, Rp27.499.000 untuk 12GB/512GB, dan Rp31.999.000 untuk 16GB/1TB.
Harga resmi dan sasaran pasar
Dengan banderol tersebut, Samsung tetap menempatkan seri Ultra di kelas atas. Segmen utamanya terlihat jelas mengarah ke profesional dan power user yang membutuhkan ruang simpan besar serta fitur paling lengkap.
| Varian | Harga |
|---|---|
| 12GB/256GB | Rp24.499.000 |
| 12GB/512GB | Rp27.499.000 |
| 16GB/1TB | Rp31.999.000 |
Samsung juga menyiapkan promo peluncuran yang berlaku sepanjang Mei 2026. Penawaran itu tersedia lewat samsung.com/id dan gerai Samsung Store fisik di seluruh Indonesia.
Promo peluncuran Mei 2026
Konsumen yang membeli di periode awal bisa mendapat cashback hingga Rp3,5 juta. Skema itu berlaku untuk pembelian paket bundling dengan Galaxy Buds4 Series atau lewat program trade-in.
Samsung juga menyebut total benefit bisa mencapai Rp3,9 juta untuk pembeli yang memenuhi kriteria tertentu. Selain itu, tersedia cicilan mulai dari Rp600 ribuan per bulan dengan bunga 0% dan DP 0%.
Untuk aksesoris, Galaxy Buds4 Pro dibanderol Rp2.099.100 dan Galaxy Buds4 standar Rp1.199.100. Paket ini memperlihatkan bahwa Samsung mendorong ekosistem perangkat pendukung sejak awal penjualan.
Kamera f/1.4 jadi sorotan utama
Perubahan paling besar ada di sektor kamera. Samsung menaikkan bukaan lensa dari f/1.7 pada S25 Ultra menjadi f/1.4 di Galaxy S26 Ultra.
Bukaan yang lebih lebar membuat sensor menangkap cahaya hingga 47% lebih banyak. Dampaknya, hasil foto di kondisi minim cahaya menjadi lebih jernih dan noise bisa ditekan lebih baik.
Samsung juga menambahkan fitur Horizontal Lock pada perekaman video. Fitur ini menjaga garis horizon tetap stabil meski ponsel diputar atau terguncang, sehingga hasil rekaman lebih rapi dan disebut mendekati bantuan gimbal eksternal.
AI yang dibuat lebih fungsional
Samsung menekankan bahwa AI di Galaxy S26 Ultra bukan sekadar tambahan kosmetik. Perangkat ini membawa lima fitur utama yang ditujukan untuk membuat penggunaan harian lebih praktis.
Now Nudge memberi saran kontekstual secara real-time berdasarkan aktivitas pengguna. Privacy Display mendeteksi mata orang asing dan mengaburkan konten sensitif secara otomatis.
Automated App Action memungkinkan satu perintah suara atau gestur menjalankan rangkaian tugas lintas aplikasi. Semantic Search membuat pencarian galeri dan dokumen lebih cerdas karena AI memahami makna kata kunci, bukan hanya nama file.
Circle to Search 3.0 juga hadir sebagai versi terbaru yang lebih cepat dan lebih akurat dalam mengidentifikasi objek di layar. Kombinasi fitur ini menunjukkan fokus Samsung pada AI yang langsung terasa manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari.
Pengisian daya dan pilihan varian
Di sektor daya, Samsung menghadirkan Super Fast Charging 3.0. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai hingga 75% dalam 30 menit.
Samsung juga menyebut optimalisasi AI membantu mengelola konsumsi daya secara dinamis. Tujuannya agar perangkat tetap responsif saat menjalankan aplikasi berat tanpa boros energi.
Untuk pengguna yang menimbang kebutuhan, varian 256GB cocok untuk pemakaian harian yang mengandalkan cloud storage. Varian 512GB lebih pas bagi content creator atau vlogger yang sering menyimpan footage resolusi tinggi di memori internal.
Sementara itu, varian 1TB ditujukan untuk power user, videografer profesional, dan pengguna yang ingin ruang simpan besar tanpa repot mengelola memori dalam waktu lama. Dengan kombinasi harga premium, kamera f/1.4, dan fitur AI baru, Galaxy S26 Ultra tampil sebagai salah satu flagship paling ambisius Samsung di Indonesia.
