Persaingan ponsel kelas menengah semakin ketat saat Motorola Edge 70 Pro dan Redmi Note 15 Pro+ sama-sama menawarkan baterai besar, layar AMOLED, dan konfigurasi memori hingga 12GB/512GB. Namun, arah keduanya berbeda jelas: Motorola menonjolkan pengalaman yang lebih premium, sementara Redmi mendorong nilai beli yang lebih agresif di harga awal yang lebih rendah.
Bagi calon pembeli, perbedaan ini penting karena selisih harga tidak hanya soal merek, tetapi juga menyangkut performa, kamera, fitur pengisian daya, dan dukungan perangkat lunak. Motorola Edge 70 Pro dibanderol sekitar $400 atau ₹39,000, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ berada di kisaran $360 atau ₹34,500.
Layar dan performa jadi pembeda utama
Motorola Edge 70 Pro membawa panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 5200 nits. Redmi Note 15 Pro+ memakai AMOLED 6,83 inci 120Hz dengan puncak kecerahan 3200 nits.
Di atas kertas, Motorola unggul untuk pengalaman visual yang lebih mulus dan lebih terang, terutama di luar ruangan. Redmi tetap kompetitif lewat ukuran layar yang sedikit lebih besar, tetapi kalah dalam refresh rate dan angka brightness.
Untuk dapur pacu, Motorola mengandalkan Dimensity 8500 Extreme dengan GPU Mali-G720 MC8. Redmi Note 15 Pro+ memakai Snapdragon 7s Gen 4 dengan GPU Adreno 810.
Keunggulan chipset ini membuat Edge 70 Pro dinilai lebih kuat dalam performa keseluruhan dan lebih siap untuk gaming. Motorola juga memakai penyimpanan UFS 4.1, sementara Redmi masih menggunakan UFS 2.2, sehingga loading aplikasi dan transfer data berpotensi lebih cepat di perangkat Motorola.
Meski begitu, keduanya sama-sama menyediakan konfigurasi RAM dan penyimpanan hingga 12GB dan 512GB. Artinya, dari sisi kapasitas, pengguna tidak akan melihat jarak yang berarti antara dua model ini.
Kamera: Redmi unggul angka, Motorola unggul fleksibilitas
Di sektor kamera utama, Redmi Note 15 Pro+ menawarkan sensor 200MP dengan OIS. Motorola Edge 70 Pro membawa kamera utama 50MP dengan OIS.
Redmi unggul dalam potensi detail, terutama untuk pemotretan siang hari. Namun, perbandingan kamera tidak berhenti di resolusi utama karena Motorola justru menang telak di kamera pendamping.
Edge 70 Pro dibekali kamera telefoto periskop 50MP dengan zoom 3,5x, sementara Redmi tidak memiliki lensa telefoto. Ini membuat Motorola jauh lebih fleksibel untuk pemotretan jarak jauh yang lebih serius.
Motorola juga memasang kamera ultrawide 50MP, berbanding 8MP pada Redmi. Hasilnya, kamera sekunder Motorola terlihat lebih tajam dan lebih berguna untuk berbagai skenario pemotretan.
Untuk video, Motorola kembali memimpin dengan kemampuan perekaman 4K hingga 120fps serta dukungan HDR10+. Redmi Note 15 Pro+ mentok di 4K 30fps, sehingga fitur videonya tidak sekuat rivalnya.
Kamera depan juga berpihak ke Motorola. Edge 70 Pro memakai kamera selfie 50MP autofocus dengan dukungan video 4K, sedangkan Redmi hanya mencantumkan kamera depan 32MP.
Baterai sama besar, pengisian daya beda pendekatan
Kedua ponsel ini sama-sama membawa baterai 6500mAh. Dengan kapasitas identik, keunggulan di bagian ini lebih ditentukan oleh fitur pengisian dayanya.
Redmi Note 15 Pro+ menawarkan pengisian kabel 100W, sedikit lebih cepat dibanding 90W pada Motorola Edge 70 Pro. Untuk pengguna yang mengutamakan isi daya kabel secepat mungkin, Redmi memberi angka yang lebih tinggi.
Namun Motorola membalas dengan fitur yang lebih premium. Edge 70 Pro mendukung wireless charging 15W dan reverse wireless charging, sedangkan Redmi tidak menyediakan pengisian nirkabel sama sekali.
Durabilitas, konektivitas, dan software
Soal proteksi layar, Redmi Note 15 Pro+ memakai Gorilla Glass Victus 2. Motorola Edge 70 Pro menggunakan Gorilla Glass 7i, sehingga Redmi dinilai lebih kuat dalam perlindungan kaca depan.
Untuk ketahanan bodi, Motorola hadir dengan sertifikasi IP68/IP69 dan MIL-STD-810H. Redmi membawa IP68/IP69K serta drop resistance, yang membuatnya diposisikan lebih tangguh secara keseluruhan.
Di sisi konektivitas, Motorola menawarkan dukungan Wi‑Fi 7. Redmi masih berada di Wi‑Fi 6/6e, sehingga Motorola unggul untuk standar nirkabel yang lebih baru.
Keduanya sama-sama dibekali stereo speaker dan Dolby Atmos, jadi pengalaman audio relatif seimbang. Perbedaan lain muncul di fitur tambahan, di mana Motorola menawarkan Smart Connect, wireless charging, dan reverse wireless, sementara Redmi mengandalkan infrared blaster.
Dukungan perangkat lunak justru menjadi nilai penting bagi Redmi. Note 15 Pro+ dijanjikan menerima 4 kali upgrade Android, lebih panjang daripada 3 upgrade Android pada Edge 70 Pro.
Dari sudut pandang pembeli, Redmi Note 15 Pro+ terlihat lebih menarik untuk yang mengejar harga awal lebih rendah, charging kabel lebih cepat, kaca pelindung lebih kuat, dan dukungan software lebih panjang. Sementara itu, Motorola Edge 70 Pro lebih menonjol untuk pengguna yang ingin performa lebih kencang, kamera lebih lengkap, video lebih kuat, layar lebih impresif, penyimpanan lebih cepat, dan fitur premium yang biasanya dekat dengan ponsel flagship.
