OnePlus sempat menghentikan sementara distribusi update terbaru OxygenOS 16 setelah muncul laporan ponsel restart tidak normal dan gangguan saat proses boot. Masalah ini menjadi sorotan karena pembaruan tersebut mulai digulirkan ke lini flagship dan Nord.
Namun situasinya kini berubah. Per 19 Mei 2026, OnePlus menyatakan masalah sudah diselesaikan dan rollout update telah dilanjutkan kembali untuk pengguna.
Penghentian sementara ini mencakup build OxygenOS 16.0.7.XXX dan 16.0.5.XXX. Kedua versi itu sebelumnya mulai dikirim ke sejumlah perangkat OnePlus di beberapa pasar.
OnePlus mengumumkan langkah ini lewat forum resmi OnePlus Community. Perusahaan menyebut hanya sejumlah kecil pengguna yang terdampak, tetapi distribusi tetap dihentikan sebagai langkah pencegahan selama tim teknis melakukan investigasi.
Laporan yang muncul mengarah pada gejala serius. Sejumlah perangkat disebut mengalami reboot loop setelah instalasi, sementara sebagian lain restart acak atau tersangkut di proses boot.
Kondisi seperti itu berisiko mengganggu pemakaian harian. Karena itu, OnePlus memilih menghentikan penyebaran update lebih luas sebelum lebih banyak pengguna memasangnya.
Apa yang terjadi pada update OxygenOS 16
Dalam pembaruan informasi terbaru di komunitasnya, OnePlus mengatakan penyebab masalah berasal dari sebuah build yang tidak didorong secara eksternal ke pengguna. Atas dasar itu, perusahaan mengambil langkah preventif dengan menjeda rollout.
Pernyataan ini penting karena memberi gambaran bahwa masalah tidak berasal dari build yang diterima pengguna umum. OnePlus juga menegaskan pengguna yang sudah lebih dulu mengunduh pembaruan tidak akan mengalami dampak merugikan.
Perusahaan menyatakan telah melakukan verifikasi ekstensif. Hasilnya, OnePlus menyebut tidak ada dampak pada pengguna eksternal dan pengguna yang sudah memperbarui perangkat bisa terus memakai ponsel mereka secara normal.
Setelah masalah dinyatakan selesai, rollout kembali dibuka. Artinya, pengguna kini dapat kembali mengunduh update terbaru tersebut.
Perangkat yang disebut ikut terdampak
OnePlus tidak merilis daftar lengkap model yang terdampak. Meski begitu, pembaruan ini disebut ditujukan untuk ponsel flagship terbaru dan lini Nord.
Pasar yang disebut mencakup India dan Amerika Serikat. Laporan 91mobiles juga menyebut perangkat dari seri OnePlus 15, OnePlus 13, OnePlus 12, dan lini Nord kemungkinan termasuk dalam cakupan update tersebut.
Karena tidak ada daftar resmi model yang dipublikasikan, pengguna perlu memeriksa ketersediaan update langsung di perangkat masing-masing. Informasi resmi dari OnePlus Community menjadi rujukan utama untuk memantau status distribusi.
Respons OnePlus dan langkah lanjutan
OnePlus mengatakan penyelesaian masalah ini menjadi prioritas tertinggi. Perusahaan juga menyampaikan rencana meninjau proses pengujian internal agar persoalan serupa tidak terulang pada rilis perangkat lunak berikutnya.
Langkah itu menunjukkan gangguan ini tidak dianggap sebagai insiden kecil biasa. Meski jumlah pengguna yang terdampak disebut terbatas, masalah boot dan reboot tetap masuk kategori gangguan serius pada pembaruan sistem.
Saat rollout masih dihentikan, pengguna yang belum menginstal update disarankan menunggu build koreksi. Kini, setelah distribusi dibuka lagi, fokus bergeser ke pemantauan apakah build terbaru benar-benar berjalan stabil di seluruh perangkat yang masuk gelombang update.
OnePlus juga menyediakan posting komunitas yang memuat masukan dari pengguna dan pengembang. Kanal itu menjadi tempat penting untuk melihat laporan lapangan, respons teknis, dan perkembangan terbaru setelah update kembali dijalankan.
Kasus ini menambah daftar contoh bahwa pembaruan sistem besar tetap bisa memunculkan risiko, bahkan pada perangkat kelas atas. Untuk pengguna OnePlus, jeda singkat pada rollout OxygenOS 16 ini setidaknya memberi sinyal bahwa perusahaan memilih menahan distribusi lebih awal ketika ada indikasi gangguan boot.
Kini pembaruan telah dilanjutkan, dan OnePlus menyatakan pengguna yang sudah memperbarui perangkat dapat tetap memakainya dengan percaya diri. Perhatian berikutnya akan tertuju pada konsistensi rollout lanjutan dan efektivitas evaluasi pengujian internal yang dijanjikan perusahaan.
Source: tech.sportskeeda.com