XLSMART Day menunjukkan bahwa sebuah acara besar bisa sekaligus menjadi ruang uji nyata untuk praktik keberlanjutan. Dalam perayaan 1st Anniversary XLSMART yang digelar di ICE BSD dan dihadiri lebih dari 15.000 pengunjung, perusahaan berhasil mengelola 2.231 kilogram sampah tanpa berakhir di Tempat Pembuangan Akhir.
Pencapaian itu menjadi sorotan karena XLSMART tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membangun sistem yang lebih terukur. Melalui pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan menggabungkan pengelolaan sampah, pengumpulan limbah elektronik, dan edukasi jejak karbon dalam satu rangkaian acara.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyebut perusahaan ingin membangun standar event yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa XLSMART Day memperkuat praktik keberlanjutan dengan pendekatan yang lebih sistematis dan kolaboratif, mulai dari pemilahan sampah sampai edukasi jejak karbon.
Sampah acara diproses tanpa ke TPA
Dalam pengelolaan sampah, XLSMART bekerja sama dengan Waste4Change. Hasilnya, 51 persen dari total sampah didaur ulang, 1 persen diolah menjadi kompos dan pakan ternak, sedangkan 48 persen dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif atau RDF.
Skema itu membuat 2.231 kilogram sampah tidak berakhir di TPA. Upaya tersebut juga diperkirakan menekan emisi karbon hingga 4.100 kilogram CO₂e.
Limbah elektronik ikut dikumpulkan
XLSMART juga menyiapkan E-Waste Drop Box bersama Remind untuk menampung perangkat elektronik bekas. Barang yang dikumpulkan mencakup handphone, charger, kabel, hingga laptop.
Dari program itu, terkumpul sekitar 31 kilogram e-waste. Jumlah tersebut disebut mampu menekan emisi sebesar 77,43 kilogram CO₂e.
Pengunjung diajak hitung jejak karbon
Di sisi edukasi, XLSMART menggandeng Jejakin untuk menghadirkan carbon calculator. Alat ini memungkinkan pengunjung menghitung emisi karbon dari aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 189 pengunjung mengikuti penghitungan emisi karbon dalam acara itu. Lebih dari separuh peserta kemudian ikut dalam program offset karbon melalui penanaman pohon.
Total emisi yang tercatat mencapai 2,4 ton CO₂e. Angka itu setara dengan kebutuhan penanaman sekitar 249 pohon mangrove.
Langkah awal untuk acara yang lebih berkelanjutan
XLSMART juga mulai memperluas pemantauan emisi karbon dari berbagai aspek acara. Pemantauan itu mencakup venue, transportasi, konsumsi, penggunaan material, hingga pengelolaan sampah.
Sebagai perusahaan telekomunikasi hasil merger, XLSMART menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program keberlanjutan yang lebih terukur. Perusahaan menyebut arah tersebut penting agar dampaknya tidak hanya terasa pada acara, tetapi juga pada lingkungan dan masyarakat secara lebih luas.
Source: gadgetsquad.id