Harga chipset flagship Qualcomm tampaknya sedang memasuki fase baru yang jauh lebih mahal, dan dampaknya bisa langsung terasa di harga HP Android premium. Bocoran yang beredar menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 akan dijual di atas US$300 atau sekitar Rp5,2 juta per unit, jauh di atas generasi sebelumnya.
Kenaikan ini penting karena chipset biasanya menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi ponsel flagship. Jika angka itu tepat, maka Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan merek lain berpotensi menaikkan harga perangkat unggulan mereka pada paruh kedua 2026 hingga awal 2027.
Harga yang melonjak dalam waktu singkat
Menurut laporan dari sumber industri, termasuk pembocor gadget Abhishek Yadav, Qualcomm disebut menyiapkan harga US$300–US$320 untuk Snapdragon 8 Elite Gen 6. Angka itu berada di atas kisaran Snapdragon 8 Gen 5 yang disebut berada di level US$240–US$280.
Perbandingan dengan generasi sebelumnya menunjukkan kenaikan yang sangat tajam. Snapdragon 8 Gen 1 pada 2022 diperkirakan hanya berada di sekitar US$120, sehingga lonjakan ke generasi baru berarti harga chipset flagship Qualcomm naik lebih dari dua kali lipat dalam empat tahun.
Dua varian untuk pasar yang berbeda
Snapdragon 8 Gen 6 kabarnya tidak hadir dalam satu versi saja. Qualcomm disebut menyiapkan varian standar dan varian Pro, dengan segmen pasar yang berbeda.
Varian standar dikabarkan memakai fabrikasi 3 nm atau 2 nm, RAM LPDDR5X, dan GPU berperforma tinggi namun tidak maksimal. Chip ini ditargetkan untuk ponsel flagship menengah-atas seperti Galaxy S27, OnePlus 14, dan Xiaomi 15 Pro.
Sementara itu, varian Pro diposisikan untuk flagship premium ekstrem seperti Galaxy S27 Ultra, Xiaomi 15 Ultra, atau Vivo X200 Pro. Versi ini disebut memakai fabrikasi 2 nm mutakhir, kemungkinan dari TSMC, dengan GPU lebih kencang, dukungan ray tracing dan AI rendering, cache L3 lebih besar, serta RAM LPDDR5T atau versi eksklusif.
Tekanan biaya datang dari banyak arah
Kenaikan harga chipset tidak hanya dipicu oleh inflasi biasa. Pengembangan chip 2 nm membutuhkan investasi miliaran dolar, dan Qualcomm perlu menutup biaya riset serta pengembangannya lewat harga jual yang lebih tinggi.
Di saat yang sama, persaingan dengan Apple dan Google ikut mendorong Qualcomm untuk bergerak lebih agresif. Apple memakai chip A18 Bionic yang efisien, sementara Google Tensor G5 menawarkan kemampuan AI lokal yang semakin canggih.
AI on-device membuat chip makin mahal
Snapdragon 8 Gen 6 juga dikabarkan membawa NPU generasi ke-8 dengan kemampuan inferensi AI hingga 70 TOPS. Angka ini disebut jauh di atas Snapdragon 8 Gen 5 yang berada di kisaran 45 TOPS.
Kemampuan itu dibutuhkan untuk fitur seperti asisten suara offline, pemrosesan kamera real-time, dan gaming berbasis AI. Namun, integrasi komponen semacam itu membuat biaya produksi ikut naik, terutama di kelas chipset tertinggi.
Kapasitas 2 nm masih terbatas
Faktor lain yang menekan harga adalah kelangkaan pasokan fabrikasi 2 nm. Hanya sedikit foundry seperti TSMC dan Samsung Foundry yang mampu memproduksi chip pada level itu.
Permintaan dari banyak pemain besar, termasuk Apple, NVIDIA, dan Qualcomm, membuat kapasitas terbatas. Situasi ini ikut mendorong harga naik karena jalur produksi yang tersedia tidak banyak.
Harga HP flagship bisa makin sulit dijangkau
Jika vendor membayar sekitar Rp5,2 juta hanya untuk chipset, total biaya produksi ponsel flagship akan ikut terdorong naik. Dalam hitungan yang beredar, komponen seperti layar LTPO AMOLED 2K, kamera utama 200 MP dengan lensa tele, baterai 5.500 mAh dengan fast charging 100W, dan desain titanium atau keramik membuat total bill of materials bisa melewati Rp13 juta.
Setelah margin, pajak, logistik, dan pemasaran ditambahkan, harga eceran disebut bisa mencapai Rp18–22 juta. Pada skenario itu, Samsung Galaxy S27 Ultra atau Xiaomi 15 Ultra berpotensi menjadi HP Android pertama yang secara resmi dijual di atas Rp20 juta di Indonesia.
Segmen flagship makin terpisah dari kelas lain
Qualcomm masih memiliki lini chipset yang lebih terjangkau seperti Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5. Ini membuat pasar Android tetap punya opsi yang lebih efisien, tetapi segmen flagship tampak semakin eksklusif.
Vendor diperkirakan akan membagi lini produk menjadi dua. Satu model bisa memakai Snapdragon 8 Gen 6 standar di kisaran Rp12–15 juta, sementara model Pro masuk ke rentang Rp18–22 juta.
Sebagian produsen juga mungkin mengurangi fitur non-esensial seperti pengisian nirkabel untuk menahan harga. Ada pula kemungkinan edisi khusus tanpa chipset Pro ditawarkan untuk pasar berkembang, agar harga tidak terlalu melambung.
Status resmi belum diumumkan Qualcomm
Hingga kini, Qualcomm belum mengonfirmasi spesifikasi maupun harga resmi Snapdragon 8 Gen 6. Perusahaan biasanya memperkenalkan chipset flagship dalam acara Snapdragon Summit yang digelar setiap November.
Meski begitu, bocoran dari rantai pasok dan para perancang board ikut memperkuat dugaan bahwa kenaikan harga ini memang sedang terjadi. Jika bocoran tersebut akurat, pasar smartphone premium akan memasuki fase baru yang lebih mahal dan lebih tersegmentasi.
