Nintendo dan Apple jarang dipasangkan dalam satu pembahasan, karena keduanya bergerak di industri yang sangat berbeda. Namun, justru di situlah daya tariknya: dua perusahaan ini sama-sama membangun kesuksesan besar lewat cara berpikir yang mirip.
Sejak era 1980-an, keduanya sudah menjadi ikon di bidang masing-masing. Nintendo meluncurkan NES dan Apple merilis Macintosh pada 1984, lalu sama-sama bertahan sebagai nama besar yang terus memengaruhi arah industri.
Mengutamakan pengalaman, bukan sekadar angka
Nintendo dan Apple dikenal tidak terlalu sibuk mengejar spesifikasi paling tinggi di pasaran. Keduanya lebih fokus menghadirkan produk yang nyaman, simpel, dan mudah digunakan dibanding hanya adu kemampuan hardware.
Nintendo Switch menjadi contoh yang jelas. Secara teknis, konsol itu kalah kuat dari PlayStation 5 atau Xbox Series X/S, tetapi tetap sukses besar di pasar.
Pola serupa terlihat pada iPhone. Di atas kertas, spesifikasinya tidak selalu lebih tinggi dari Android flagship, tetapi Apple sering unggul dalam optimasi dan pengalaman pemakaian.
Ekosistem yang rapat dan tertutup
Kedua perusahaan juga sama-sama menjaga ekosistem mereka dengan ketat. Nintendo tegas terhadap modding, emulator, dan distribusi game, sedangkan Apple membatasi akses sistem dan aplikasi di luar App Store.
Strategi ini kerap dikritik karena dianggap terlalu tertutup. Meski begitu, langkah tersebut membuat pengalaman pengguna lebih terkontrol dan membantu menjaga identitas brand tetap kuat.
Brand yang menjadi mesin utama bisnis
Nintendo dan Apple sama-sama bertumpu pada kekuatan brand. Bagi Nintendo, Mario dan Pikachu punya posisi yang mirip dengan iPhone atau MacBook di ekosistem Apple.
Produk-produk itu bukan hanya terkenal, tetapi juga menjadi simbol loyalitas penggemar yang sangat tinggi. Karena itu, keduanya memiliki produk pilar ikonik yang terus menjadi sumber pendapatan utama.
Kedua perusahaan juga jarang terlibat perang harga agresif. Konsumen tetap rela membeli produk mereka dengan harga premium karena percaya pada kualitas dan reputasi brand yang sudah terbentuk lama.
Inovasi yang kerap mengubah arah industri
Nintendo dan Apple sama-sama berani meluncurkan konsep yang awalnya terlihat aneh atau terlalu berisiko. Nintendo pernah menuai keraguan saat merilis Wii dengan motion control, lalu kembali mengejutkan pasar lewat Switch sebagai hybrid console.
Apple juga mengambil langkah yang sempat memicu perdebatan saat menghapus headphone jack. Perusahaan itu juga memperkenalkan iPhone tanpa keyboard fisik, yang saat itu dianggap sebagai keputusan berani.
Menariknya, sejumlah langkah kontroversial dari kedua perusahaan justru diikuti oleh perusahaan lain beberapa tahun kemudian. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi mereka sering menjadi pembuka arah baru di industri masing-masing.
Basis penggemar yang sangat loyal
Loyalitas fans menjadi salah satu kesamaan paling kuat antara Nintendo dan Apple. Banyak pengguna yang terus membeli konsol Nintendo terbaru atau mengganti iPhone setiap generasi baru hadir.
Loyalitas itu tidak muncul begitu saja. Keduanya berhasil membangun identitas produk yang kuat selama puluhan tahun, sehingga hubungan dengan pengguna berkembang jauh melampaui sekadar transaksi.
Nintendo dan Apple juga sama-sama pernah diprediksi sulit bertahan menghadapi perubahan zaman. Namun, keduanya justru membuktikan daya adaptasi melalui inovasi yang khas, dari Wii dan Switch hingga iPod dan iPhone.
Source: www.idntimes.com