Sony kembali menjadi sorotan setelah Xperia 1 VIII dituduh tidak sesuai dengan angka ketebalan yang dicantumkan di situs resminya. Tuduhan itu datang dari tipster populer Steve H.McFly atau @OnLeaks di X, yang menyebut ponsel tersebut terdaftar setebal 8,3 mm tetapi ukuran nyatanya mendekati 8,59 mm.
Selisih 0,29 mm memang terlihat kecil di atas kertas, tetapi isu ini cepat memicu perdebatan di kalangan penggemar smartphone. Pada segmen flagship, angka ketebalan sering dipakai sebagai bagian penting dari citra desain premium dan rekayasa produk.
Tuduhan bermula dari bocoran ukuran
Steve H.McFly membagikan klaim bahwa Sony kemungkinan meremehkan ketebalan aktual Xperia 1 VIII. Informasi itu belum dikonfirmasi secara resmi, sehingga pembahasannya masih berada di ranah bocoran dan spekulasi.
Perhatian publik muncul karena Xperia 1 VIII baru saja diluncurkan dan menjadi salah satu perangkat Sony yang paling banyak dibicarakan. Di tengah ekspektasi terhadap desain dan hardware barunya, tuduhan soal dimensi justru menggeser sebagian percakapan ke akurasi pemasaran.
Bila angka 8,3 mm benar merupakan spesifikasi resmi yang ditampilkan Sony, maka perbedaan dengan ukuran 8,59 mm menjadi titik utama kritik. Bagi banyak pengamat gadget, detail seperti ini dinilai penting karena menjadi dasar perbandingan antarperangkat.
Kenapa selisih kecil bisa jadi masalah
Dalam pasar smartphone premium, desain yang lebih tipis hampir selalu dikaitkan dengan portabilitas yang lebih baik. Desain tipis juga kerap diposisikan sebagai bukti kemampuan engineering produsen.
Itu sebabnya, selisih di bawah 1 mm pun tetap bisa memancing kontroversi. Apalagi ketika angka tersebut dipakai dalam materi promosi atau spesifikasi produk yang dibaca calon pembeli sebelum membuat keputusan.
Sejumlah pengguna media sosial juga mempertanyakan metode pengukuran yang mungkin dipakai Sony. Mereka menyoroti kemungkinan bahwa angka resmi diambil tanpa memasukkan tonjolan kamera atau bagian tepi yang melengkung.
Pertanyaan seperti itu penting karena cara pengukuran dapat mengubah persepsi publik terhadap sebuah perangkat. Jika konsumen membayangkan bodi utama, hasilnya bisa berbeda dibanding pengukuran yang menghitung keseluruhan profil perangkat.
Xperia 1 VIII sedang membawa perubahan desain
Kontroversi ini muncul di saat Xperia 1 VIII justru hadir dengan perubahan desain yang cukup besar untuk lini Sony. Perangkat itu disebut membawa modul kamera baru berbentuk kotak serta peningkatan hardware.
Perubahan tersebut semestinya menjadi fokus utama pembahasan produk baru Sony. Namun, isu dimensi membuat perhatian publik terbelah antara inovasi desain dan validitas spesifikasi resmi.
Bagi merek seperti Sony, hal ini sensitif karena pembeli flagship umumnya lebih teliti membaca detail teknis. Informasi seperti ketebalan, bobot, dan rancangan bodi sering menjadi faktor yang diperiksa sebelum melihat fitur lain.
Bukan satu-satunya kontroversi yang menimpa Sony
Sorotan terhadap Xperia 1 VIII juga datang dari isu lain yang lebih dulu ramai dibahas. Fitur AI Camera Assistant pada perangkat ini sempat menuai kritik setelah Sony membagikan sampel foto before-and-after untuk mempromosikannya.
Sejumlah pengguna menilai hasil gambar yang telah diproses AI justru terlihat overexposed. Reaksi itu memunculkan gelombang kritik baru terhadap cara Sony memasarkan kemampuan kamera pada ponsel barunya.
Dengan munculnya dua kontroversi berdekatan, pembicaraan seputar Xperia 1 VIII menjadi semakin kompleks. Di satu sisi, perangkat ini membawa penyegaran desain dan hardware, tetapi di sisi lain Sony kini menghadapi pertanyaan soal presentasi produknya.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi yang disebutkan terkait tuduhan selisih ketebalan tersebut. Karena itu, perhatian publik masih tertuju pada apakah Sony akan memberi klarifikasi mengenai angka 8,3 mm yang tercantum untuk Xperia 1 VIII.
Source: tech.sportskeeda.com






