Oppo A6c Dan A6x Resmi Masuk Indonesia, Dua Pilihan Murah Dengan Satu Keunggulan Besar

Oppo memperluas lini ponsel murahnya di Indonesia lewat kehadiran Oppo A6c dan Oppo A6x. Dua model ini menyasar pasar entry-level dengan bekal layar 120Hz, baterai besar, dan harga yang tetap terjangkau.

Keduanya memang tampak serupa dari luar, tetapi Oppo memberi karakter yang berbeda pada masing-masing perangkat. Perbedaan itu terlihat pada chipset, tingkat kecerahan layar, kapasitas baterai, hingga kemampuan perekaman video.

Desain yang dibuat lebih mengikuti tren flagship

Oppo A6c membawa bahasa desain yang disebut terinspirasi dari tren flagship masa kini. Chief Marketing Officer Oppo Indonesia, Jiang Linlin, menyebut bodi perangkat itu memakai detail horizontal minimalis dan sudut lengkung agar nyaman digenggam.

Di bagian belakang, Oppo menempatkan modul kamera horizontal berbentuk persegi panjang. Susunannya sekilas menyerupai desain iPhone 17 Pro, meski karakter produk tetap masuk ke kelas ponsel murah.

Layar 120Hz, tetapi tingkat terang berbeda

Baik Oppo A6c maupun Oppo A6x sama-sama memakai layar 6,75 inci IPS LCD dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 720 x 1570 piksel. Format ini membuat keduanya menawarkan pengalaman visual yang serupa di kelas harganya.

Perbedaan muncul pada tingkat kecerahan. Oppo A6c memiliki kecerahan puncak 700 nits, sedangkan Oppo A6x naik jauh hingga 1125 nits peak.

Chipset jadi pembeda utama

Oppo A6c mengandalkan UNISOC T7250 sebagai dapur pacu. Kombinasi ini dipadukan dengan CPU octa-core dan GPU Mali-G57 MP1 untuk kebutuhan harian di segmen bawah.

Oppo A6x tampil lebih bertenaga dengan Snapdragon 685 yang dibuat dengan proses fabrikasi 6nm. Perangkat ini juga membawa CPU octa-core dan GPU Adreno 610, sehingga posisinya lebih tinggi dalam keluarga A6 series.

Baterai besar untuk pemakaian panjang

Daya tahan menjadi salah satu daya tarik utama kedua model ini. Oppo A6c membawa baterai 7.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 15 watt dan reverse charging 5W.

Oppo A6x sedikit lebih kecil dengan baterai 6.500 mAh, tetapi tetap mendukung reverse charging 5W. Selisih kapasitas ini menunjukkan target penggunaan yang berbeda, meski keduanya tetap berada di jalur ponsel murah berdaya besar.

Kamera dan perekaman video

Di sektor kamera belakang, kedua perangkat sama-sama memakai sensor utama 13 MP f/2.2 dengan fitur autofocus, LED flash, HDR, dan panorama. Kamera depan keduanya juga serupa, yakni 5 MP f/2.2 untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.

Pembeda ada pada perekaman video. Oppo A6c mendukung video 1080p pada 30fps, sementara Oppo A6x sudah bisa merekam hingga 1080p 60fps.

Harga dan ketersediaan di Indonesia

Oppo A6c hadir dalam warna Stone Brown, Feather White, dan Feather Purple. Ponsel ini sudah bisa dibeli melalui situs resmi, Oppo Store, marketplace, dan jaringan toko rekanan di seluruh Indonesia.

Untuk harga, Oppo A6c dipasarkan mulai Rp2.499.000 untuk varian 4/64GB dan Rp2.999.000 untuk varian 4/128GB. Oppo A6x dibanderol lebih rendah pada varian awal, yakni Rp2.399.000 untuk 4/64GB dan Rp2.899.000 untuk 4/128GB.

Oppo A6x juga tersedia dalam opsi 6/128GB seharga Rp3.599.000 dan 6/256GB seharga Rp3.999.000. Dengan selisih spesifikasi dan harga seperti itu, pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan pengguna antara baterai lebih besar, performa lebih kuat, atau kemampuan video yang lebih baik.

Exit mobile version